<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-29425257</id><updated>2012-01-08T21:33:01.209-08:00</updated><category term='guru'/><category term='glokalisasi'/><category term='magic words'/><category term='kuliah'/><category term='agama'/><category term='anakku'/><category term='my family'/><category term='NU'/><title type='text'>vivere</title><subtitle type='html'>Let's built Kingdom of Heaven, not there nor tommorrow, but here and now.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://budhiana.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://budhiana.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Budhiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04487597235525271087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>72</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29425257.post-749542357053271713</id><published>2009-01-01T04:26:00.000-08:00</published><updated>2009-01-01T04:55:08.399-08:00</updated><title type='text'>Gaza</title><content type='html'>HARI-hari terakhir ini saya tertegun menyaksikan gempuran Israel ke Jalur Gaza.Menhan Israel Ehud Barak mengatakan serangan ini adalah untuk melumpuhkan Hamas.&lt;br /&gt;Barak menyebut serangan ini sebagai surgical attack, membedah Gaza sebelum melancarkan serangan darat. &lt;br /&gt;Militer Israel mengisolasi Gaza, wartawan dilarang masuk ke Gaza. Maka jika serangan darat dilancarkan, kita tidak akan tahu berapa jumlah korban. Kita tidak akan pernah tahu apa memang ini adalah perang yang adil (a just war).&lt;br /&gt;Arab tidak pernah serius melawan Israel. Saya curiga Mesir sudah "dilapori" rencana serangan ini. Pasalnya, empat hari sebelum serangan, Menlu Israel Tpizi Livni terbang ke Kairo bertemu dengan Presiden Hosni Mubarak.&lt;br /&gt;Seperti raja-raja Arab lainnya, Presiden Mubarak adalah tokoh yang tidak suka kepada Hamas. Maka kutukan Arab terhadap Israel adalah lip service. Apalagi serangan ini menaikkan harga minyak dunia. Raja-raja minyak akan makin berpesta pora.&lt;br /&gt;Malangnya, saudara sesama Palestina di belahan Tepi Barat, tampaknya juga setengah mensyukuri serbuan ini. Faksi Fattah pimpinan Presiden Mahmud Abbas juga tidak akur dengan Hamas.&lt;br /&gt;Kemunafikan Arab inilah yang menyebabkan upaya-upaya diplomatik berjalan bertele-tele dan hanya sebatas formalitas saja. Karena itu, upaya diplomatik tak akan pernah sampai pada kata sepakat.&lt;br /&gt;Faktor inilah yang menyebabkan Israel begitu leluasa menggempur dan membantai ratusan (kalau perlu ribuan) nyawa. Toh tidak akan pernah ada yang menghukum dia.&lt;br /&gt;Sebentar lagi Gaza akan diporakporandakan lewat serangan darat. Israel akan menduduki Gaza dalam waktu yang lama. Maka wilayah Palestina akan makin menyempit, yaitu Tepi Barat saja. Oh Gaza yang malang.***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29425257-749542357053271713?l=budhiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://budhiana.blogspot.com/feeds/749542357053271713/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29425257&amp;postID=749542357053271713&amp;isPopup=true' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/749542357053271713'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/749542357053271713'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://budhiana.blogspot.com/2009/01/gaza.html' title='Gaza'/><author><name>Budhiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04487597235525271087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29425257.post-3491242543476870634</id><published>2008-12-22T05:53:00.000-08:00</published><updated>2008-12-22T07:27:23.968-08:00</updated><title type='text'>Ibu</title><content type='html'>Bu...&lt;br /&gt;Ibu...&lt;br /&gt;Ibuuuu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu kecil kau milik orangtuamu&lt;br /&gt;Beranjak dewasa kau milik suamimu&lt;br /&gt;Habis melahirkan, kau milik anakmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu adalah perempuan&lt;br /&gt;Perempuan tidak pernah memiliki dirinya sendiri&lt;br /&gt;Mengibu adalah sebuah keikhlasan&lt;br /&gt;menumbuhkan anak-anakmu &lt;br /&gt;bak teratai mengelopak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu adalah perempuan&lt;br /&gt;Perempuan tak pernah memiliki dirinya sendiri&lt;br /&gt;tapi justru karena itulah dia memiliki segalanya&lt;br /&gt;bahkan..&lt;br /&gt;surga pun di telapak kaki ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandung 21 Desember (Pas HUT saya)&lt;br /&gt;Dalam rangka hari Ibu 22 Desember, dan HUT ke-70 Ibunda tercinta Hj. Poppy Sofiah, 25Desember. Mudah-mudahan bisa dibaca kelak oleh putri saya Nina yang pada 24 Desember ini ulang taun.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29425257-3491242543476870634?l=budhiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://budhiana.blogspot.com/feeds/3491242543476870634/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29425257&amp;postID=3491242543476870634&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/3491242543476870634'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/3491242543476870634'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://budhiana.blogspot.com/2008/12/ibu.html' title='Ibu'/><author><name>Budhiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04487597235525271087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29425257.post-7367801228057074703</id><published>2008-12-08T06:56:00.000-08:00</published><updated>2008-12-08T07:46:51.352-08:00</updated><title type='text'>Dosa yang Kusetujui</title><content type='html'>&lt;strong&gt;BILA&lt;/strong&gt; ada dosa yang aku setujui, itu adalah dosa ketika Adam dan Hawa memakan buah khuldi. Karena memakan buah terlarang itu, Adam dan Hawa di buang ke dunia. &lt;br /&gt;                                       ***&lt;br /&gt;Di surga, segalanya gratis. Makan, minum, bahkan bertemu Tuhan sekali pun, semuanya gratis, tanpa usaha tanpa perjuangan. Tidak ada panas yang terlalu panas, tidak ada dingin yang terlalu dingin. &lt;br /&gt;Memakan buah khuldi adalah kecerobohan, tapi itu adalah keputusan manusiawi. Manusia tercipta dari tanah kotor dan tiupan ruh Tuhan. Jadi, ada sifat membantah dan sifat mulia sekaligus.&lt;br /&gt;Manusia bukan malaikat. Malaikat tercipta hanya dari tiupan ruh Tuhan saja. Sungguh kita ini bukan malaikat.&lt;br /&gt;Karena dibuang ke dunia itu, segalanya kini tidak gratis. Adam dibuang jauh dari Hawa. Untuk mewujudkan saling cintanya, Adam dan Hawa harus berjalan tertatih-tatih ribuan kilometer, ribuan tahun. Makan, minum pun tidak gratis. &lt;br /&gt;Ingin bertemu Tuhan pun tidak bisa lagi, semuanya harus melalui ikhtiar dan doa.&lt;br /&gt;Semua akal, pikiran dan perasaan dicurahkan. Semua fungsi eksistensial manusiawi pun dikerahkan. Jauh sebelum dinyatakan oleh Rene Descartes tentang cogito ergo sum - aku berpikir karena itu aku ada, atau jauh sebelum Albert Camus mengatakan "Aku memberontak karena itu aku Ada", Adam dan Hawa sudah melakukannya.&lt;br /&gt;Itulah sejarah manusia. Dia harus memilih, apakah dia mau menjadi manusia hanya seonggok daging saja, atau dia menjadi insan kamil - yakni manusia yang dibentuk oleh perjuangan dan usaha-usaha ekstensial.&lt;br /&gt;Meraih cinta dan mendekat kepada Tuhan adalah sebuah pengurbanan (&lt;em&gt;sacrifice&lt;/em&gt;).&lt;br /&gt;Hidup adalah jalan berliku, naik dan turun. Jika manusia tidak mau ambil risiko, dia hanya menjadi mahluk &lt;em&gt;being &lt;/em&gt;saja. Namun jika berani menghadapi hidup, dia adalah mahluk &lt;em&gt;becoming&lt;/em&gt;. Mahluk "menjadi" yang ingin berusaha dekat dan kembali kepada Tuhannya.&lt;br /&gt;Hanya orang-orang "&lt;em&gt;becoming&lt;/em&gt;" sajalah yang akan mendapatkan janji Tuhan:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Yaa ayatuhannafsul muthmainnah..&lt;br /&gt;Irji’i ila rabbiki raadiyatam madriiyah..&lt;br /&gt;Fadkhulii fii ibadi,&lt;br /&gt;Wadkhuli jannati..&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Hai jiwa yang tenang..&lt;br /&gt;Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya..&lt;br /&gt;Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku,&lt;br /&gt;Dan masuklah ke dalam syurga-Ku..&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima Kasih Ayahanda Adam dan Ibunda Hawa.&lt;br /&gt;Kalian telah memberikan pelajaran berharga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SELAMAT IDULADHA 1429 H.&lt;strong&gt;***&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29425257-7367801228057074703?l=budhiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://budhiana.blogspot.com/feeds/7367801228057074703/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29425257&amp;postID=7367801228057074703&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/7367801228057074703'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/7367801228057074703'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://budhiana.blogspot.com/2008/12/dosa-yang-kusetujui.html' title='Dosa yang Kusetujui'/><author><name>Budhiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04487597235525271087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29425257.post-1668871260837923686</id><published>2008-12-05T01:10:00.001-08:00</published><updated>2008-12-05T01:42:51.188-08:00</updated><title type='text'>Becak Mang Engkon Raib</title><content type='html'>&lt;strong&gt;USIA&lt;/strong&gt; Mang Engkon sudah lebih dari enam puluh. Mungkin enam puluh lima, dia sendiri tidak ingat. Tubuhnya  seperti papan, hitam legam, peyot. Setiap hari pekerjaan dia adalah menggenjot becak di kompleks kami, Kompleks Parakan Bandung. Sebulan sekali dia pulang ke Sukabumi untuk menyetorkan hasil genjotannya kepada istri dan anaknya.&lt;br /&gt;Umurnya yang tua itu tidak memungkinkan lagi bersaing dengan para pengemudi becak lainnya yang lebih muda, yang mampu menerobos ganasnya jalan by pass, atau Soekarno Hatta. Mang Engkon lebih memilih mangkal di dalam kompleks. Becak biru tua adalah alat dia berjihad mencari nafkah. Lumayan di kompleks banyak yang meminta bantuan dia, mulai membelikan Aqua galon, mengantar anak ke TK Luqmanul Hakim, hingga menyuruh membelikan bunga tanam di depan kompleks. Mang Engkon juga menjadi mata dan telinga keamanan kompleks. Kalau ada yang mencurigakan, dia suka laporkan ke hansip.&lt;br /&gt;Di pertigaan jalan Parakan Elok dan Parakan Asih, ada kios milik Mang Entis dan Burhan. Di samping kios itu ada brandgang yang disulap Mang Ekon menjadi tempat dia tidur. Mungkin karena bertahun-tahun tidur di situ, dia punya penyakit bronchitis. Kadang kalau sakit, saya suka minta tolong Dedi atau dokter Rachmat Gunadi untuk memeriksanya. Beruntung, para dokter baik tiu selalu mau diganggu untuk urusan warga.&lt;br /&gt;Malah sekalian suka memberi uang buat Mang Engkon untuk membeli obat.&lt;br /&gt;Nah...ada satu hal yang membuat penghuni kompleks agak kesal kalau menolong Mang Engkon saat dia sakit. Setiap dapat uang bantuan, dia selalu &lt;em&gt;nggak&lt;/em&gt; mau membelikannya untuk obat.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Lebar...artos sakieu ageungna mending dicandak wae ka lembur."&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;(Sayang, uang sebegini besarnya mending dibawa pulang ke kampung).&lt;br /&gt;Begitula Engkon..&lt;br /&gt;Kalau sudah sehat, dia mangkal dan menggenjot lagi si beca birunya.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Jumat 28 November, sekitar jam 9 pagi saya berangkat ke kantor.&lt;br /&gt;Saat melewati kios Ohan, saya melihat Engkon tengah duduk termenung. Dia memicing-micingkan matanya. Keriput di kelopak matanya makin kentara.&lt;br /&gt;Saya berhenti sebentar sambil bertanya:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Kunaon Mang Engkon siga nu sedih?"&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;("Kenapa Mang Engkon, seperti yang sedih?")&lt;br /&gt;Ditanya begitu, Engkon tak menjawab. Mungkin karena sedihnya. Dia cuma menatap padaku.&lt;br /&gt;Mang Entis lah yang menjawab."Ada yang menipu pak. Becaknya diambil orang," kata Entis.&lt;br /&gt;Sehari sebelumnya, kata Entis, ada dua orang minta diantar ke Jalan Mohammad Toha untuk mengambil barang pindahan. Engkon sendiri sebetulhnya sempat menolak, karena untuk ukuran becak tua dengan pengemudi tua, Jalan Mohammad Toha itu cukup jauh dari Jalan Buah Batu.&lt;br /&gt;Namun karena tergiur tawaran ongkos yang besar, Engkon pun mau.&lt;br /&gt;Sampai di sebuah gang di jalan Moh. Toha, satu orang mengajak Engkon untuk ikut ke dalam gang, di mana becak enggak bisa masuk. Seorang lagi menunggu di becak Engkon.&lt;br /&gt;Engkon dan si pemuda itu berjalan cukup jauh ke dalam gang yang berbelit-belit itu, sampai suatu saat pemuda itu masuk ke gang lain, dan tiba-tiba menghilang!!&lt;br /&gt;Mang Engkon bingung mencari-cari pemuda itu sampai setengah jam lebih. Akhirnya dia memutuskan untuk kembali ke becaknya.&lt;br /&gt;Sampai di ujung depan gang, Engkon kaget setengah mati, becaknya sudah raib!&lt;br /&gt;Langsung dia terduduk lemas di mulut gang. Sadar dia tertipu, orang tua itu cuma bisa menangis. Rasa kalut menggelayut. Dia ingat kepada istrinya di kampung. Orang-orang pun mengerumuninya. Akhirnya Engkon kembali ke Parakan dengan menggunakan Angkot 05.&lt;br /&gt;"Ya sabar atuh Mang Engkon. Ini musibah. Lain kali &lt;em&gt;mah nggak &lt;/em&gt;usah jauh-jauh keluar kompleks," kataku.&lt;br /&gt;"&lt;em&gt;Muhun pak, meni tega nya nipu abdi jalma leutik,"&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;(Ya pak, kok tega benar mereka menipu saya rakyat jelata ini.)&lt;br /&gt;Ya, dalam keadaan hidup yang makin susah ini, orang susah akan saling memakan oang susah. &lt;em&gt;Homo Homini Lupus&lt;/em&gt;.***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29425257-1668871260837923686?l=budhiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://budhiana.blogspot.com/feeds/1668871260837923686/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29425257&amp;postID=1668871260837923686&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/1668871260837923686'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/1668871260837923686'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://budhiana.blogspot.com/2008/12/becak-mang-engkon-raib.html' title='Becak Mang Engkon Raib'/><author><name>Budhiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04487597235525271087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29425257.post-2764096740773264048</id><published>2008-10-04T09:49:00.000-07:00</published><updated>2008-10-04T10:33:26.610-07:00</updated><title type='text'>Eid Mubarak</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SETIAP&lt;/span&gt; hari, pria itu pergi ke masjid. Setiap kali itu pula seorang Yahudi meludahinya, melemparinya dengan batu, menghinanya dengan kata-kata menusuk hati. Namun, semuanya tak mampu menghentikan kakinya menuju rumah Allah.&lt;br /&gt;Suatu hari, pria rendah hati itu berangkat lagi ke mesjid itu.&lt;br /&gt;Heran...kali ii si peludah itu tidak muncul. Satu..dua..tiga hari, dia tidak muncul. Tak ada ludah bau yang disemprotkan ke wajah pria itu, tak ada kerikil yang membentur tubuhnya lagi.&lt;br /&gt;Si pria agung ini kemudian bertanya:"Kemana gerangan si fulan yang suka meludahi aku?"&lt;br /&gt;Aha...rupanya si peludah itu tengah tergolek sakit di kediamannya. Tak pernah ada tetangga yang menjenguknya.&lt;br /&gt;Si pria itu itu mengunjunginya.&lt;br /&gt;Seraya mengucap salam, si pria ini mengetuk pintu si peludah.&lt;br /&gt;Pucat pasi wajah si peludah ketika mengenali suara pria di balik pintu itu. Dia merasa ajalnya dekat karena mengira si pria ini datang untuk membunuhnya. Tak akan ada daya dia untuk melawan, tubuhnya terlalu lunglai.&lt;br /&gt;Ternyata tidak...&lt;br /&gt;Si pria itu datang, membawa tiga butir kurma.&lt;br /&gt;Dibopongnya tubuh lunglai itu...&lt;br /&gt;Disuapinya si pria itu dengan kurma terbaik yang dibawa si pria itu...&lt;br /&gt;Ditegukkan air dengan perlahan sehingga basahlah bibir, mulut dan tenggorokannya...&lt;br /&gt;Setelah itu, dibaringkannya lagi sosok kekar yang  sedang lemah itu di ranjangnya...&lt;br /&gt;Disematkan lagi selimut...&lt;br /&gt;Dari ranjang tua reyot itu, si sakit memandang wajah si pria agung itu...&lt;br /&gt;Batinnya terguncang, rasa bersalah membuncah menyesakkan dada...&lt;br /&gt;Mulutnya terkunci...&lt;br /&gt;Hanya air mata yang mampu menjelaskan keguncangan batinnya..&lt;br /&gt;Hanya air mata yang mampu menjelaskan kekagumannya akan ahlak si pria ini...&lt;br /&gt;"Muhammad, ketika tak seorang pun datang melihat aku yang tengah sakit ini, kau yang kuanggap sebagai musuh besarku, kau yang selalu kuhinakan, datang kepadaku menyiramkan kasih sayang..."&lt;br /&gt;"Sudahlah, tidurlah lagi. Kau masih perlu istirahat!" kata Muhammad.&lt;br /&gt;.............&lt;br /&gt;Salam dan salawat bagimu yang Muhammad.&lt;br /&gt;Engkau bak bunga teratai (sidratul muntaha)yang tumbuh dan mekar...&lt;br /&gt;Kau ajari kami bahwa dengan memaafkan penyakit hati menjadi sirna...&lt;br /&gt;Kau adalah inspirasi...&lt;br /&gt;Kau adalah fitrah...&lt;br /&gt;Kau adalah damai...&lt;br /&gt;Kau adalah doa...&lt;br /&gt;Kau adalah...&lt;br /&gt;(Selamat Idulfitri. Mohon maaf lahir batin)&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29425257-2764096740773264048?l=budhiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://budhiana.blogspot.com/feeds/2764096740773264048/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29425257&amp;postID=2764096740773264048&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/2764096740773264048'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/2764096740773264048'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://budhiana.blogspot.com/2008/10/eid-mubarak.html' title='Eid Mubarak'/><author><name>Budhiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04487597235525271087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29425257.post-2696791892353966378</id><published>2008-09-28T08:50:00.000-07:00</published><updated>2008-09-28T08:56:52.644-07:00</updated><title type='text'>Finally, PR Mobile!</title><content type='html'>SESUDAH berbulan-bulankerja keras, akhirnya tim yang saya pimpin berhasil merampungkan platform baru Pikiran Rakyat, yaitu PR Mobile. Kami menggunakan teknologi micropage, di mana file-file berita, foto dan info dikompresi hingga 80%. Jadi kalau ada gambar berukuran 1 megabyte, dengan teknologi ini dikompres sampai 200 Kb saja. Dengan demikian akses menjadi lebih cepat, dan karena lebih cepat, ongkos koneksinya pun jauh lebih rendah.&lt;div&gt;Jika Anda ingin mengetahui konten PR mobile, ikuti tahap berikut:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;1. Aktifkan GPRS Anda&lt;/div&gt;&lt;div&gt;2. Ketik Instal PR  kirim ke 081910620000&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;atau silakan unduh (download) aplikasi PR mobile di hp Anda dari http://www.mobeenet.com/wappr&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selamat mencoba.!***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29425257-2696791892353966378?l=budhiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://budhiana.blogspot.com/feeds/2696791892353966378/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29425257&amp;postID=2696791892353966378&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/2696791892353966378'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/2696791892353966378'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://budhiana.blogspot.com/2008/09/finally-pr-mobile.html' title='Finally, PR Mobile!'/><author><name>Budhiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04487597235525271087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29425257.post-5282520105336010755</id><published>2008-09-25T04:40:00.000-07:00</published><updated>2008-09-25T05:16:25.820-07:00</updated><title type='text'>Pertanyaan Untuk Perazzia Warung di Bulan Ramadan</title><content type='html'>RABU (25/9/2008),sesaat setelah buka puasa, mata saya tertuju kepada siaran berita di televisi. Sekelompok orang di Tasikmalaya mengobrak-abrik warung makanan yang buka di siang hari. Menurut mereka, para pedagang ini tidak menghormati bulan Ramadan. Bulan puasa ini seharusnya berjalan khidmat.&lt;div&gt;Aksi mereka akhirnya dihentikan polisi. Sebagian dari mereka ditangkap polisi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tentu saja saya setuju bahwa bulan puasa harus dihormati, dan harus berlangsung dengan khidmat.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hanya saja ada pertanyaan kecil saya kepada Anda:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;1. Andaikata orang tua Anda tidak bisa berpuasa karena sudah renta, ke mana Anda akan mencari makanan. Karena pada saat sakit seperti itu, puasa yang tadinya wajib menjadi haram.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;2. Andaikata istri, anak perempuan, adik dan kakak perempuan sahabat mendapatkan haid, ke mana mereka harus mencari makanan karena pada saat itu puasa yang wajib menjadi haram.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;3. Andaikata Anda, saudara Anda, adik, kakak Anda sakit, ke mana Anda akan mencari makanan. Karena pada saat itu puasa menjadi haram? &lt;/div&gt;&lt;div&gt;4. Andaikata warung-warung itu dihancurkan, bagaimana buruh-buruh kasar penggali pasir dan batu bisa mendapatkan makanan? Mereka terpaksa tidak bisa puasa karena wajib menafkahi anak dan istrinya. Jika puasa itu menyebabkan anak istrinya tidak ternafkahi, maka Allah memberikan keringanan kepada mereka untuk tidak berpuasa.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;5. Andaikata warung-warung itu dihancurkan, dari mana si pemilik warung bisa membelikan makanan untuk buka puasa anak-anak dan istrinya? Dari mana dia bisa membelikan baju baru untuk anak-anak dan istrinya?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;6. Andaikata warung-warung itu dihancurkan, dari mana si pemilik warung bisa mendapatkan uang untuk membayarkan zakat fitrah anak dan istrinya? Sebab, puasa tanpa membayar zakat fitrah adalah sia-sia.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya yang tidak mempunyai pengetahuan agama yang mendalam ini memerlukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan di atas.***&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29425257-5282520105336010755?l=budhiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://budhiana.blogspot.com/feeds/5282520105336010755/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29425257&amp;postID=5282520105336010755&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/5282520105336010755'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/5282520105336010755'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://budhiana.blogspot.com/2008/09/pertanyaan-untuk-perazzia-warung-di.html' title='Pertanyaan Untuk Perazzia Warung di Bulan Ramadan'/><author><name>Budhiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04487597235525271087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29425257.post-2582883754344032347</id><published>2008-09-09T07:32:00.000-07:00</published><updated>2008-09-09T07:37:19.753-07:00</updated><title type='text'>Das Ding an Sich</title><content type='html'>Aku menurut diriku&lt;div&gt;Aku menurut orang lain&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Aku menurut orang lain menurutku&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Aku menurut Tuhan...&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;Das Ding an Sich&lt;/span&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29425257-2582883754344032347?l=budhiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://budhiana.blogspot.com/feeds/2582883754344032347/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29425257&amp;postID=2582883754344032347&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/2582883754344032347'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/2582883754344032347'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://budhiana.blogspot.com/2008/09/das-ding-sich.html' title='Das Ding an Sich'/><author><name>Budhiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04487597235525271087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29425257.post-810642318899552826</id><published>2008-08-04T23:15:00.000-07:00</published><updated>2008-08-04T23:28:38.585-07:00</updated><title type='text'>Banci</title><content type='html'>"&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BUKA&lt;/span&gt; bajumu! Cepaat!!&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Tidak mau, pak tidak mau...saya nggak bisa melepas baju saya!"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;"Kamu bukan perempuan. Kamu itu laki-laki tahu nggak? Cepat buka!"&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Saya bukan laki-laki pak, saya ini banci. Pokoknya saya nggak mau mencopot baju saya," &lt;/span&gt;kata si banci sambil berjalan berputar-putar kecil di pojok sebuah bangunan.&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Itulah penggalan perdebatan antara polisi yang merazzia kaum waria alias banci, yang saya tonton di televisi sekitar awal Agustus ini.&lt;br /&gt;Banci, atau si jenis kelamin ketiga (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;third sex&lt;/span&gt;), memang dianggap sebagai sampah masyarakat. Keberadaannya tidak diakui. Agama memang mengatakan bahwa hanya ada dua jenis kelamin: perempuan dan laki-laki.&lt;br /&gt;Dus, banci itu bukan keduanya...&lt;br /&gt;Apakah banci itu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;nature&lt;/span&gt; atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;nurture&lt;/span&gt; (alami atau jejadian)?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;I don't know...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mereka adalah mahluk yang tanggung. Menjadi kuli bangunan jelas nggak mungkin. Tubuhnya terlalu lunglai...&lt;br /&gt;Menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;teller&lt;/span&gt; bank, nggak mungkin juga. Katanya cantik, tapi kok ada jakunnya, begitu nanti nasabah bilang.&lt;br /&gt;Tapi pandanglah mereka sebagai manusia, yang mempunyai rasa malu, rasa lapar, rasa haus dan lain-lain..&lt;br /&gt;Jadi, jangan main paksa supaya dia buka bajunya...itu melanggar hak asasi manusia.***&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29425257-810642318899552826?l=budhiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://budhiana.blogspot.com/feeds/810642318899552826/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29425257&amp;postID=810642318899552826&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/810642318899552826'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/810642318899552826'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://budhiana.blogspot.com/2008/08/banci.html' title='Banci'/><author><name>Budhiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04487597235525271087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29425257.post-3487515417169540299</id><published>2008-07-21T04:19:00.000-07:00</published><updated>2008-07-21T05:13:38.005-07:00</updated><title type='text'>Good Luck Son!</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TODAY&lt;/span&gt; is Rayhan's first school day. He is in 1st class elementary school of Badan Perguruan Indonesia (BPI) Bandung. Last week, he attended school orientation program or in Bahasa - &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mengenal Lingkungan Sekolah&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;On the eve of the historical moment, we checklisted his books, schooldress, etc. At 8.00 PM my wife asked him to go to bed early. Soft kisses landed at his cheek.&lt;br /&gt;"Good night Son. Tommorrow is your first step for  thousands and thousands miles journey."&lt;br /&gt;What a great pray, something I had it whispered softly on my ears by my parents when I was as younger as my son.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29425257-3487515417169540299?l=budhiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://budhiana.blogspot.com/feeds/3487515417169540299/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29425257&amp;postID=3487515417169540299&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/3487515417169540299'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/3487515417169540299'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://budhiana.blogspot.com/2008/07/good-luck-son.html' title='Good Luck Son!'/><author><name>Budhiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04487597235525271087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29425257.post-1343555803085600241</id><published>2008-07-14T03:54:00.000-07:00</published><updated>2008-07-14T04:11:57.104-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='glokalisasi'/><title type='text'>Glocalisation di Mc Donald</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SABTU&lt;/span&gt; 12 Juli 2008. Saya mengantar anak saya Rayhan ke Mc Donald di Toserba Griya Jln. Buah Batu Bandung. Di Mc D itu, anak bungsu saya, Nina sudah menunggu bersama uwaknya, Ika. Saya harus menitipkan Rayhan ke uwaknya dulu, karena saya harus ke undangan, sedangkan ibunya sedang mengajar.&lt;br /&gt;Seperti biasa, Mc D dipenuhi pelanggan. Mereka membawa anak-anaknya untuk bersantai di sana. Ada mainan anak-anak, rumah-rumahan, dan lain-lain. Selagi anak-anak itu berlari, para orang tua sesekali menyuapi mereka dengan menu Mc Donald.&lt;br /&gt;Selain itu, di Mc D juga banyak anak muda yang sedang kencan.&lt;br /&gt;Semuanya serba santai, serba &lt;span style="font-style: italic;"&gt;slow&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Slow&lt;/span&gt;? Bagaimana mungkin?&lt;br /&gt;Bukankah di sono-nya Mc D dikenal sebagai makanan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;fast food&lt;/span&gt;? Dia adalah makanan bagi orang-orang sibuk yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;nggak&lt;/span&gt; punya waktu untuk santai, apalagi untuk membawa anak-anak main ke situ.&lt;br /&gt;Ya, ini adalah konsekuensi dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;glocalisation&lt;/span&gt;, konvergensi antara nilai-nilai global dan unsur-unsur lokal.&lt;br /&gt;Rasa Mc Donald di Amerika, berbeda dengan di Eropa, bahkan di Asia. Taste-nya beda. Di India ada Mc Chicken Korma Naan, di mana taste Indianya kuat. Di Indonesia juga rasanya lain. Semuanya mengangkat resep lokal. Ya tentu ini pertimbangan pasar.&lt;br /&gt;Namun glokalisasi tidak berhenti pada resep yang berbeda. Dia juga menyentuh prilaku sosial budaya. Seperti tadi, di negara asalnya, Mc D adalah untuk orang yang terburu-buru. Di kita, Mc D adalah tempat untuk bersantai. Nah, apa mesti kita ganti istilah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;fast food&lt;/span&gt; menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;slow food&lt;/span&gt;. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Just kidding he..he...&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29425257-1343555803085600241?l=budhiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://budhiana.blogspot.com/feeds/1343555803085600241/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29425257&amp;postID=1343555803085600241&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/1343555803085600241'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/1343555803085600241'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://budhiana.blogspot.com/2008/07/glocalisation-di-mc-donald.html' title='Glocalisation di Mc Donald'/><author><name>Budhiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04487597235525271087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29425257.post-3539791980560008000</id><published>2008-07-06T05:50:00.001-07:00</published><updated>2008-07-10T22:41:49.826-07:00</updated><title type='text'>Intelektual Publik</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BAGI &lt;/span&gt;Anda yang hobi menulis atau berbicara di depan publik, saya sumbang pemikiran tentang filosofi dan etika menulis, berbicara di depan publik. Selama ini kursus atau training menulis hanya mengedepankan aspek teknis saja, tanpa mengulas etika dan filosofinya. Silakan buka blog saya &lt;a href="http://menulisituasyik.blogspot.com"&gt;Http://Menulisituasyik.blogspot.com&lt;/a&gt;.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29425257-3539791980560008000?l=budhiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://budhiana.blogspot.com/feeds/3539791980560008000/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29425257&amp;postID=3539791980560008000&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/3539791980560008000'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/3539791980560008000'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://budhiana.blogspot.com/2008/07/intelektual-publik.html' title='Intelektual Publik'/><author><name>Budhiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04487597235525271087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29425257.post-6290536191026072606</id><published>2008-07-05T03:35:00.000-07:00</published><updated>2008-07-05T03:36:36.473-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='magic words'/><title type='text'>Today's Magic Words</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SAYANGI YANG DI BUMI, MAKA ENGKAU AKAN DISAYANGI OLEH YANG DI LANGIT.***&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29425257-6290536191026072606?l=budhiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://budhiana.blogspot.com/feeds/6290536191026072606/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29425257&amp;postID=6290536191026072606&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/6290536191026072606'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/6290536191026072606'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://budhiana.blogspot.com/2008/07/todays-magic-words.html' title='Today&apos;s Magic Words'/><author><name>Budhiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04487597235525271087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29425257.post-6183229591736375501</id><published>2008-06-30T02:46:00.000-07:00</published><updated>2008-06-30T02:51:08.826-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kuliah'/><title type='text'>Kuliah Haroream</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;BEBERAPA&lt;/span&gt; bulan ini, saya mengalami &lt;span style="font-style:italic;"&gt;haroream &lt;/span&gt;kuliah S-2 saja. Bahkan saking &lt;span style="font-style:italic;"&gt;hoream&lt;/span&gt;-nya, ada beberapa tugas dan ujian yang saya tinggalkan. Enggak tahu kenapa.&lt;br /&gt;Penyebabnya (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;excuse nih&lt;/span&gt;), saya masuk kelas eksekutif, yang berharap bisa masuk Jumat dan Sabtu. Pesertanya cuma dua: Saya dan Ratna. Karena sedikit itulah maka oleh Unpad kami digabung dengan kelas reguler,yang kuliahnya tiap hari. Maka seringkali informasi perkuliahan enggak saya terima.&lt;br /&gt;Tiba-tiba saja ada sms dari Ratna, teman sekelas, "Pak besok ujian. Pak besok tugas dikumpulkan, dll!"&lt;br /&gt;Kalau sudah begitu. Pasrah saja...&lt;br /&gt;Nanti sajalah ikut gelombang baru.***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29425257-6183229591736375501?l=budhiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://budhiana.blogspot.com/feeds/6183229591736375501/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29425257&amp;postID=6183229591736375501&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/6183229591736375501'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/6183229591736375501'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://budhiana.blogspot.com/2008/06/kuliah-haroream.html' title='Kuliah Haroream'/><author><name>Budhiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04487597235525271087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29425257.post-518400421553334286</id><published>2008-03-12T04:09:00.000-07:00</published><updated>2008-03-12T04:31:10.853-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='anakku'/><title type='text'>Wortel dari Anakku</title><content type='html'>&lt;strong&gt;TANGGAL&lt;/strong&gt; 31 Januari, pukul 7.00 pagi.&lt;br /&gt;"Ayah &lt;em&gt;cepetan, anterin &lt;/em&gt;ke sekolah. Kan Aa mau ke Litle Farmer," begitu anakku Rayhan merengek. &lt;br /&gt;Dia memang selalu rewel, ingin selalu paling pagi datang ke sekolahnya. Padahal, sekolahnya kan masih di kompleks juga. Kalau diantar, nggak nyampai 5 menit.&lt;br /&gt;"Iya, sebentar. Ayah mau ngehabisin dulu juice wortel."&lt;br /&gt;Istriku kerap menyediakan juice wortel. Sayuran ini memang dahsyat. Dia berfungsi sebagai zat detoksifikasi. Saya jadi sering minum wortel. Wortel menyediakan semua jenis vitamin yang dibutuhkan tubuh manusia.&lt;br /&gt;"Cepat atuh ayah!" lagi-lagi si jago kecilku ini protes.&lt;br /&gt;Akhirnya kusambar kunci mobil. Kami pun berangkat ke TK Lukmanul Hakim. Ternyata di depan sudah ada bis buat mengangkut anak-anak itu.&lt;br /&gt;Mata anakku berbinar-binar. Tampaknya dia sudah tidak sabar lagi untuk segera ke ladang. Setelah cium pipi kiri pipi kanan, dia pun turun dan bergabung dengan teman-temannya.&lt;br /&gt;Aku pun pulang lagi ke rumah.&lt;br /&gt;Jam 9.00 saya pergi ke kantor.&lt;br /&gt;Hari itu pekerjaan padat sekali. Sampai jam 8 malam saya belum tahu kapan kerjaan ini akan selesai.&lt;br /&gt;Rupanya saya baru bisa pulang jam 01.00 dini hari.&lt;br /&gt;Sampai ke rumah, saya lihat kedua anakku sudah tidur pulas. Sedih rasanya pulang ke rumah tanpa disambut senyum mereka.&lt;br /&gt;Sebelum tidur, saya ingin pergi ke dapur dahulu untuk memadamkan listrik di gudang.&lt;br /&gt;Begitu membuka pintu belakang, di lantai bawah saya lihat ada seikat wortel. Masih dengan daunnya, dan masih ada tanahnya.&lt;br /&gt;"Yah...wortel itu dari Rayhan buat ayah. Di Little Farmer tadi dia mencerabutnya langsung dari kebun," kata Helni, istriku.&lt;br /&gt;Aku tatap wortel itu. Kemudian aku balik ke kamar. Kulihat Rayhan tertidur pulas, wajahnya cerah. Begitu juga Nina adiknya.&lt;br /&gt;Kucium pipi mereka. Kubacakan doa-doa di dalam hati.&lt;br /&gt;Dan kuucapkan terima kasih.&lt;br /&gt;"Terima kasih ibu guru TK Lukmanul Hakim. Segala ucapan dan wejangan ibu-ibu menjadi pengantar bagi masa depan anakku."&lt;br /&gt;Terima kasih Allah...&lt;br /&gt;Kau sudah mencabut segala kelelahan hari itu melalui anakku.***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29425257-518400421553334286?l=budhiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://budhiana.blogspot.com/feeds/518400421553334286/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29425257&amp;postID=518400421553334286&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/518400421553334286'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/518400421553334286'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://budhiana.blogspot.com/2008/03/wortel-dari-anakku.html' title='Wortel dari Anakku'/><author><name>Budhiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04487597235525271087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29425257.post-811295116647053267</id><published>2008-02-20T20:02:00.000-08:00</published><updated>2008-02-20T20:17:12.558-08:00</updated><title type='text'>Pohon Rambutan Kami</title><content type='html'>&lt;strong&gt;SETIAP&lt;/strong&gt; bangun pagi, anak kami Rayhan biasanya langsung memegang "burungnya". O la...la...dia selalu pipis di dahan pohon rambutan di halaman belakang rumah kami. Maklum, Rayhan agak sedikit penakut kalau harus masuk kamar mandi. Sekarang usia anakku itu enam tahun. Kebiasaan pipis di dahan rambutan itu dia lakukan sejak umur dua tahun lebih.&lt;br /&gt;Untung pohon rambutan kami tidak ngambek. Dia tumbuh, tumbuh dan terus tumbuh. Bahkan buahnya luar biasa banyak.&lt;br /&gt;Dulu si pohon rambutan ini pernah berbuah banyak. Namun karena keluarga kecil, kami tak mampu mengonsumsi semua rambutan yang bergayut di ranting itu. Akhirnya sebagian besar rambutan itu mengering dan mubazir.&lt;br /&gt;Di musim buah beberapa bulan kemudian, pohon rambutan kami berbuah lagi. Namun tidak sebanyak dan tidak semanis dulu. Saya pun enggan memakannya, karena nggak manis dan buahnya susah dilepas dari bijinya.&lt;br /&gt;Kata istriku, orang Sunda punya kepercayaan bahwa pohon bisa &lt;em&gt;pundung&lt;/em&gt;, atau mutung dalam bahasa Indonesia. Ketika buahnya banyak, dia menawarkan rezeki, tapi tidak kami makan. Maka dia mutung.&lt;br /&gt;O ya...ya...&lt;br /&gt;Pohon adalah mahluk hidup ciptaan Tuhan, yang juga ingin berbagi. Jadi, selayaknya kami petik dan nikmati buahnya.&lt;br /&gt;Tapi, kami keluarga kecil yang tidak mungkin mengkonsumsi semuanya.&lt;br /&gt;Akhirnya, kami bagi-bagikan ke tetangga, ibu, tukang sampah, tukang cuci, tukang bubur, dan kepada tamu yang bertandang ke rumah.&lt;br /&gt;Sejak itu, pohon rambutan kami terus berbuah, dan selalu kami panggil kenalan kami yang lewat untuk ikut memetik.&lt;br /&gt;Bulan Februari ini, entah sudah berapa karung buah rambutan kami petik dan bagi-bagikan.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Subhanallah&lt;/em&gt;...masih banyak juga buahnya yang bergayut, merah merekah.&lt;br /&gt;Terimakasih Tuhan...&lt;br /&gt;Kami bisa menikmati manisnya rambutan.&lt;br /&gt;Dan...&lt;br /&gt;Sang pohon mengajarkan kami sekeluarga tentang manisnya berbagi, kendati tiap pagi dia dipipisi si nakal kami.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;We share the world, we share love and happiness.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi...&lt;br /&gt;Terimakasih Tuhan.&lt;strong&gt;***&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29425257-811295116647053267?l=budhiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://budhiana.blogspot.com/feeds/811295116647053267/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29425257&amp;postID=811295116647053267&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/811295116647053267'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/811295116647053267'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://budhiana.blogspot.com/2008/02/pohon-rambutan-kami.html' title='Pohon Rambutan Kami'/><author><name>Budhiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04487597235525271087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29425257.post-7878047404709520048</id><published>2008-01-08T02:44:00.000-08:00</published><updated>2008-01-08T07:22:59.466-08:00</updated><title type='text'>Is time flowing like a river?</title><content type='html'>&lt;em&gt;"&lt;strong&gt;TIME&lt;/strong&gt; is flowing like a river...to the sea..."&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Itu adalah salah satu bait lagu slow rock "Time", Alan Parson Project, salah grup band rock kesukaan saya. Biasanya saya mendengarkan lagu slow ini untuk relaksasi menjelang tidur malam, atau ketika istirahat tengah hari saat kelalahan.&lt;br /&gt;Ya waktu sepertinya mengalir. Kita lahir, tumbuh, besar, menjadi tua dan akhirnya mati. Waktu seakan sesuatu yang berjalan, dan kita tak bisa menghentikannya.&lt;br /&gt;Tapi beberapa malam lalu, saya menyelesaikan bacaan saya, "The Fabric of Cosmos" karangan Brian Greene, yang saya beli beberapa bulan lalu di Bandara Changi.&lt;br /&gt;Brian Greene adalah salah seorang cosmologist yang saya kagumi di samping Carl Sagan, Stephen Hawking, dan Michio Kaku. Buku Greene sebelumnya yang saya punya adalah The Elegant Universe.&lt;br /&gt;Tiba pada halaman tentang waktu...&lt;br /&gt;Greene termasuk orang yang menolak anggapan bahwa waktu itu mengalir atau bergerak. Bagi dia, masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang ada sekarang pada saat yang sama. Hidup kita ini bagi Greene, adalah sequencial.&lt;br /&gt;Dia mengumpamakan universe ini bagai pita film. &lt;br /&gt;Dari adegan awal sampai akhir adegan, semuanya itu ada dalam waktu yang sama, dalam sebuah pita film yang panjang.&lt;br /&gt;Jadi ketika Anda membaca kata ini, maka Anda adalah Anda yang berbeda sequence dengan Anda "sepersekian detik" lalu. Tapi Anda yang "sepersekian" detik lalu itu, ada dalam satu pita cosmos.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Well...&lt;br /&gt;The more we know, the more we know that the more we don't know&lt;/em&gt;.&lt;strong&gt;***&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29425257-7878047404709520048?l=budhiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://budhiana.blogspot.com/feeds/7878047404709520048/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29425257&amp;postID=7878047404709520048&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/7878047404709520048'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/7878047404709520048'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://budhiana.blogspot.com/2008/01/is-time-flowing-like-river.html' title='Is time flowing like a river?'/><author><name>Budhiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04487597235525271087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29425257.post-4223613653629494463</id><published>2007-12-29T04:13:00.000-08:00</published><updated>2007-12-29T04:26:55.477-08:00</updated><title type='text'>The Idea of Prosumer</title><content type='html'>&lt;strong&gt;DESEMBER&lt;/strong&gt; 2006, Dan Tapscott dan Anthony D. Williams menghangatkan wacana teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Keduanya meluncurkan buku &lt;em&gt;Wikinomics: How Mass Collaboration Changes Everything&lt;/em&gt;.  Sepanjang 2007, buku ini menjadi bahan pembicaraan di ratusan seminar, dan ulasan di berbagai media massa di dunia. Menjadi bahasan menarik, karena Tapscott menyadarkan dunia bahwa di masa depan, peran institusi bisnis, maupun sosial akan berkurang, dan mendapat tantangan dari para individu yang menguasai TIK.&lt;br /&gt;Tapscott memberikan beberapa contoh, bagimana institusi bisnis diselamatkan oleh individu. Perusahan tambang Kanada GoldCorp, misalnya, kehilangan akal untuk menafsirkan peta potensi tambang emas yang mereka miliki sejak 1948. Litbang GoldCorp yang terdiri dari para geolog ulung, menyerah kalah ketika diminta menghitung potensi emas, maupun mencari metoda eksploitasinya. Sang CEO, Rob McEwen, terinspirasi oleh Linus Thorvald (pencipta Linux), akhirnya membuka kesempatan bagi siapa pun di luar GoldCorp untuk menafsirkan peta ini. McEwen menggunakan strategi kolaborasi.&lt;br /&gt;Tidak terlalu lama, ribuan orang melalui internet memberikan masukan-masukan. Ada geolog, militer, ahli intelijen, sampai anak kecil yang memberikan ide melalui internet. Akhirnya GoldCorp selamat dari kebangkrutan. Kini, setiap satu dolar yang ditanam GoldCorp pada 1990, pada 2006 sudah menghasilkan 3000 dolar. Saham perusahaan ini pun naik.&lt;br /&gt;Tidak hanya GoldCorp. Perusahaan-perusahaan lain pun kini banyak yang mengandalkan individu mapun institusi di luar perusahaan itu untuk melakukan proses produksinya. Sebut saja Nestle, Protect and Gamble, Nike, Telkomsel (untuk Nada Sambung Pribadi NSP 1212), dan lain-lain. Bahkan Britney Spears pun ketika akan memproduksi albumnya, dengan rendah hati meminta masukan kepada para penggemarnya tentang lagu apa yang seharusnya ia nyanyikan, tentan penari latarnya, dan sebagainya.&lt;br /&gt;Kenyataan ini menunjukkan bahwa, sejak saat sekarang, tidak boleh lagi ada institusi yang tinggi hati. Mereka harus mengubah paradigma tentang konsumen. Para konsumen bukan lagi sebagai orang yang bisa dicekoki hasil pemikiran institusi. Institusi harus lebih rendah hati lagi. Konsumen atau rakyat harus dianggap sebagai mitra yang berarti (valued partner). Bahkan Harvard Business School sudah mencanangkan pesan bahwa konsumen adalah si pemberi ide (consumer as innovator).&lt;br /&gt;Ke depan, model kolaborasi ini yang akan terjadi, yang oleh Tapscott disebut sebagai Wikinomics. Di masa mendatang, individu-individu yang punya kemampuan TIK, akan lebih banyak diundang untuk menyelesaikan persoalan-persoalan dunia. Para individu ini akan dilibatkan dalam empat sharing: process sharing, profit sharing, cost sharing, bahkan pain sharing. Banyak situs yang mengundang siapa pun untuk menyumbangkan pemikiran. Untuk industri misalnya www.Innocentive.com mengundang setiap pihak untuk memberikan inisiatif, dan pemecahan terhadap persoalan industri. Tentu dengan janji imbalan yang menggiurkan.&lt;br /&gt;Tentu saja individu yang berhak ikut dalam empat sharing ini adalah individu yang tidak hanya sekadar konsumen informasi, tetapi juga mereka yang perilakunya sudah menjadi produsen informasi, atau dalam bahasa Tapscott disebut dengan prosumen, yaitu produsen sekaligus konsumen informasi. Mereka adalah orang-orang yang akan menjadi tulang punggung sosial ekonomi berbasis TIK.&lt;br /&gt;Persoalan individu aktif ini bukan hal yang mencemaskan bagi Indonesia. Ternyata ribuan anak muda sudah melakukan kegiatan-kegiatan prosumen. Industri kreatif, misalnya, adalah bentuk prosumen. Anak-anak muda di Bandung sudah membuktikan itu. Melihat perkembangan dunia seperti itu, plus potensi Indonesia, maka terbentanglah sebuah harapan baru.&lt;br /&gt;Posisi Indonesia dalam penggunaan internet (internet user) cukup menggembirakan. Menurut  Internet World Satitistics (www.internetworldstats.com), pada 2007 ini dari 20 negara teratas  penggunaan teknologi maya ini, Indonesia berada di urutan 14. (lihat tabel)&lt;br /&gt;Pada tahun 2000, pengguna internet di Indonesia hanya 2 juta orang. Dengan demikian, hingga 2007 ini, pertumbuhan pengguna mencapai 900%.  Dengan jumlah user yang 20 juta ini, berarti hanya 8,9% dari jumlah penduduk. Padahal, untuk disebut sebagai negara dengan ekonomi berbasis teknologi informasi, sedikitnya 40% penduduk harus bisa menggunakan internet.&lt;br /&gt;Dari segi infrakstrukut, pemerintah memang berambisi untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap TIK.  Tahun 2009, pemerintah menargetkan sambungan telepon per 100 penduduk sebesar 13%. Di lain pihak, penetrasi telepon seluler sudah lebih dari 22,8%. Diperkirakan tahun 2007 ini ada 80 juta nomor telepon seluler. Melalui program USO (universal service obligation) atau Kewajiban Kontribusi Pelayanan Universal Telekomunikasi, merupakan penyediaan akes dan layanan telekomunikasi di daerah terpencil. Pendanaannya berasal dari kontribusi 0,75% dari pendapatan kotor seluruh penyelenggara telekomunikasi. Dengan USO, diharapkan pada 2010 seluruh desa memiliki minimal satu jalur telepon. Sedangkan pada 2015, 50% desa di seluruh Indonesia bisa mengakses internet (smart village).&lt;br /&gt;Pemerintah juga akan membangun jaringan serat optik Palapa Ring sebagai tulang punggung (backbone) sistem telekomunikasi nasional. Palapa Ring merupakan jaringan kabel bawah laut berbentuk cincin terintegrasi dengan panjang 25.000 km membentang dari Sumatera Utara hingga Papua bagian barat.  Dengan Palapa Ring, hambatan informasi di Indonesia timur akan diterabas. Selain itu, pemerintah juga akan membangun Worldwide Interoperability for Microwave Access (Wimax). Dengan Wimax, masyarakat bias mengakses internet di manapun dia berada secara nirkabel (broadband wireless access).&lt;br /&gt;Semua hal di atas baru sebatas pembangunan infrakstrktur TIK. Sasaran-sasaran fisik tersebut sangat mungkin tercapai. Namun yang lebih penting lagi adalah bagaimana kita bisa menyiapkan individu Indonesia agar mereka menjadi orang-orang yang tidak hanya menjadi konsumen informasi, akan tetapi juga produsen informasi. Maka di sinilah letak pentingnya pendidikan melek TIK (ICT Literacy). ICT literacy tidak sebatas memperkenalkan fisik TIK, maupun produk dan program-programnya. Pemerintah, lembaga pendidikan, maupun lembaga swadaya masyarakat harus ikut aktif melakukan ICT di berbagai komunitas, dengan paradigma utama menciptakan prosumen informasi.&lt;br /&gt;ICT literacy dengan paradigma prosumen inilah yang sayangnya belum dirumuskan di lembaga-lembaga pendidikan kita. Ada 476 perguruan tinggi (PT) yang menyelenggarakan program informatika. Selain itu, 136 PT menyelenggarakan program/fakultas komunikasi dengan lulusan per tahun sekitar 25.000 orang. Fakultas-fakultas komunikasi di PT masih bergelut dengan teori-teori komunikasi lama dengan paradigma media massa. Padahal, sekarang media personal sudah berkembang jauh dengan jumlah yang melebihi media massa. Tidak hanya itu, PT kita tertinggal dalam pengkajian soal ekonomi digital, hukum digital dan lain-lain.&lt;br /&gt;Sudah saatnya PT menoleh ke publik dengan mengembangkan kurikulum ICT yang berorientasi kerakyatan. ICT literacy sangat penting. Sebab, andaikata 40% saja penduduk Indonesia sudah melek internet, itu berarti sekitar 100 juta orang. Dan jika saja dari 100 juta itu, seperempatnya adalah prosumen, maka mereka ini akan menjadi tulang punggung sosial ekonomi negara. Mereka akan ikut dalam setiap proses sosial, ekonomi, politik, budaya, dan lain-lain. Jika ini yang terjadi, maka Indonesia bisa melakukan lompat katak, menjadi negara termaju di dunia!&lt;br /&gt;Last but not least. Seperti yang diamanatkan Dan Tapscott, ketika individu sudah menguasai TIK, maka institusi, baik industri, PT, bahkan negara sekali pun harus menghormati individu. Rakyat tak boleh lagi dianggap sosok yang harus dicekoki dogma-dogma lembaga. Prinsip bahwa rakyat adalah mitra berharga (&lt;em&gt;valued partner&lt;/em&gt;), rakyat adalah inovator, sikap sederajat (&lt;em&gt;peer&lt;/em&gt;), egalitarianisme dan keterbukaan (openess) adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan dari perkembangan TIK. Jika tidak mau disadari, hanya dengan beberapa ribu rupiah saja untuk biaya ke warnet, rakyat bisa menunjukkan betapa tololnya sebuah lembaga.&lt;strong&gt;***&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(this article is edited version of "Takhta Dunia di Tangan Penguasa IT," Pikiran Rakyat, Dec 27, 2007, by the same author)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29425257-4223613653629494463?l=budhiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://budhiana.blogspot.com/feeds/4223613653629494463/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29425257&amp;postID=4223613653629494463&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/4223613653629494463'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/4223613653629494463'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://budhiana.blogspot.com/2007/12/idea-of-prosumer.html' title='The Idea of Prosumer'/><author><name>Budhiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04487597235525271087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29425257.post-3978906597382180769</id><published>2007-12-05T05:30:00.000-08:00</published><updated>2007-12-05T05:52:31.731-08:00</updated><title type='text'>Ibu ke Mekah</title><content type='html'>&lt;strong&gt;EMPAT&lt;/strong&gt; Desember 2007, dari Markas Polda Jawa Barat di Bandung, ibu saya yang sudah berusia 70 tahun berangkat ke Tanah Suci sendirian. Meski berumur seperti itu, fisiknya masih kuat. Orang tidak akan percaya kalau usianya sudah tujuh dekade. Sosoknya lebih muda dari yang seharusnya. Ibu adalah anggota Komite Sekolah sebuah SMP negeri di Bandung. Ketahanan fisiknya oke. Kadang-kadang dia keluar masuk gang untuk mengetahui kondisi muridnya. Pernah dia mendapatkan seorang siswi yang menderita Lupus. Maka, langsung dia menyerahkan si anak itu kepada saya. Maklum, saya adalah realawan Yayasan Syamsi Dhuna, itu yayasan yang menaungi penderita Lupus.&lt;br /&gt;Seharusnya sih beliau menunaikan ibadah haji tahun lalu. Namun nama ibu cuma ada di &lt;em&gt;waiting list&lt;/em&gt;. &lt;br /&gt;Sedih?&lt;br /&gt;Iya sih...Namun dia dan kami mencoba tegar.&lt;br /&gt;Di balik kacamatanya, saya lihat matanya yang berbinar ketika mencium kening dan pipi kami, tujuh anaknya.&lt;br /&gt;Ibu adalah orang yang pantang mengeluarkan air mata, sesulit apa pun persoalan yang dia temui. Maka, saya bilang kepada adik-adik dan kakakku untuk tidak menangis melepas kepergiannya. &lt;em&gt;Let her do her spiritual journey.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Tapi ketika melambaikan tangan dari jendela bis, tetesan bening itu pun turun.&lt;br /&gt;Bis berlalu dengan cepat. Tapi kami, anak dan cucunya, bisa melihat jelas tetesan yang sebening permata itu. &lt;br /&gt;Permata bening nan suci, sesuci kasih sayangnya kepada kami.&lt;br /&gt;Ibu datang memenuhi undanganNya.&lt;br /&gt;Maka...&lt;br /&gt;Biarlah setiap tetesan keringat dan setiap tetesan air matanya mempermudah kesaksiannya di hadapan Tuhan, kelak.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Good luck Mom, come back home soon. We love you very much...&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;***&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29425257-3978906597382180769?l=budhiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://budhiana.blogspot.com/feeds/3978906597382180769/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29425257&amp;postID=3978906597382180769&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/3978906597382180769'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/3978906597382180769'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://budhiana.blogspot.com/2007/12/ibu-ke-mekah.html' title='Ibu ke Mekah'/><author><name>Budhiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04487597235525271087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29425257.post-3683331648840408404</id><published>2007-12-01T04:00:00.000-08:00</published><updated>2007-12-01T04:16:19.212-08:00</updated><title type='text'>Lotek Masmimar</title><content type='html'>RABU sore (28/11/2007) di kantor, saya sedang ngobrol santai dengan mantan wartawan Kompas, TD Asmadi dan mantan wartawan Tempo Masmimar Mangiang. Saya dan TD Asmadi menyaksikan Masmimar yang lahap menyantap nasi lotek.&lt;br /&gt;"Ini makan siang atau makan sore," tanya saya.&lt;br /&gt;"Ini sebetulnya santap siang. Tapi karena telat, baru dimakan sekarang. Lagi pula dari pada repot-repot dibawa ke hotel, mending dimasukkan ke perut," kata Masmimar.&lt;br /&gt;Saya sama pak TD Asmadi tertawa.&lt;br /&gt;Saya jadi ingat pembantu saya dulu, si Omah.&lt;br /&gt;Omah ini lugu. Penyakitnya dua. Satu, pelupa. Dua, kalau ikut naik mobil agak jauh sedikit, dia mabok.&lt;br /&gt;Sering kami mengajak si Omah keluar kota untuk rekreasi. Sebelum pergi, kami suruh dia minum antimo. Lumayan, dia tidak mabok.&lt;br /&gt;Suatu hari, kami akan rekreasi ke luar kota. Kami belikan dia antimo beberapa butir. Di tengah perjalanan, dia mabok. Tentu saja kami gundah.&lt;br /&gt;"&lt;em&gt;Lho&lt;/em&gt;, itu antimo &lt;em&gt;nggak&lt;/em&gt; dimakan?" tanya istri saya.&lt;br /&gt;"Belum Bu, lupa &lt;em&gt;narohnya&lt;/em&gt; di mana!" jawab dia.&lt;br /&gt;Beberapa bulan kemudian, keluarga besar saya liburan ke Pangandaran. Seperti biasa, kami beli antimo buat si Omah. Tiga butir obat anti mabok kami berikan kepada dia.&lt;br /&gt;"Awas, jangan lupa naroh lagi. Minum supaya nggak mabok," kata istri saya.&lt;br /&gt;Eh...di perjalanan, ada yang aneh sama si Omah ini. Sepanjang jalan dia tiduuuuurrrr....terus. Bangun sebentar seperti lemes, kemudian dia tidur lagi.&lt;br /&gt;Ketika istirahat, saya tanya dia. "&lt;em&gt;Lho&lt;/em&gt;, mabok lagi? Ke mana itu antimo?"&lt;br /&gt;"Diminum semuanya pak, takut hilang!"&lt;br /&gt;Sontak, Masmimar &lt;em&gt;ngakak&lt;/em&gt;...juga TD Asmadi. Sepertinya lotek itu nyangkut di tenggorokannya.&lt;br /&gt;"Tapi aku bukan bermaksud menyamakan Anda dengan si Omah, Pak Mimar," kata saya.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;***&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29425257-3683331648840408404?l=budhiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://budhiana.blogspot.com/feeds/3683331648840408404/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29425257&amp;postID=3683331648840408404&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/3683331648840408404'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/3683331648840408404'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://budhiana.blogspot.com/2007/12/lotek-masmimar.html' title='Lotek Masmimar'/><author><name>Budhiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04487597235525271087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29425257.post-7659203461785871019</id><published>2007-10-16T04:18:00.000-07:00</published><updated>2007-10-16T04:37:54.875-07:00</updated><title type='text'>John B. Hodges</title><content type='html'>&lt;strong&gt;SEGERA&lt;/strong&gt; setelah Lebaran, kawan milis saya di Amerika John. B. Hodges yang menganut paham ateis itu mengajak debat soal arti penciptaan alam. Setelah berlogika panjang-panjang, dia bilang begini." &lt;em&gt;There is a meaning and purpose of universe, buat it is not about US&lt;/em&gt;. (Huruf besar dari dia).&lt;br /&gt;Sedangkan saya penganut keyakinan bahwa universe yang kompleks itu pada akhirnya adalah untuk manusia (&lt;em&gt;for us&lt;/em&gt;). Saya bilang bukan for U.S. alias United States (he...he...tapi &lt;em&gt;for us&lt;/em&gt;)&lt;br /&gt;Perdebatan tentang arti alam buat manusia mengigatkan saya kepada persoalan esensi dan eksistensi, dari eksistensialismenya Jean Paul Sartre. Bagi Sartre, eksistensi manusia mendahului esensinya.&lt;br /&gt;Untuk memahaminya, ilustrasinya begini. Bayangkan kita ingin membuat kursi untuk duduk. Nah...esensi kursi sudah ada yaitu untuk duduk, tapi eksistensi kursinya belum ada. Jadi esensi mendahului eksistensi.&lt;br /&gt;Sartre lain. Bagi dia eksitensi mendahului esensi, termasuk soal manusia. Kata dia, manusia tiba-tiba saja &lt;em&gt;jleg...&lt;/em&gt;ada di dunia. Tapi untuk apa esensi manusia, belum ada. Maka eksistensi manusia di dunia justru menjadi beban, karena dia harus merumuskan esensinya sendiri.&lt;br /&gt;Saya sih memandang esensi manusia sudah ada duluan, yaitu untuk menjadi khalifah di bumi. Jadi nggak usah repot-repot mikir &lt;em&gt;dalem&lt;/em&gt; kayak Sartre. Semuanya sudah dikasih &lt;em&gt;tau&lt;/em&gt; oleh pak kiai.&lt;br /&gt;Back to John B. Hodges. Kayaknya dia juga penganut Sartre. Sampai-asmpai dia bilang alam ini nggak ada artinya bagi kita.&lt;br /&gt;Ya...terus saya bales begini:&lt;br /&gt;"Universe adalah tempat buaian (&lt;em&gt;craddle&lt;/em&gt;) bagi bumi, supaya bumi itu stabil, dan enak. Nah, dengan stabil dan sejuknya bumi, maka bumi menjadi tempat yang baik bagi pertumbuhan fisik dan intelektual manusia. Termasuk pertumbuhan intelektualnya kamu John, sehingga bahkan kamu pun bisa berpikir bebas untuk menolak nikmat dan arti dari adanya alam ini..."&lt;br /&gt;Sampai tulisan ini saya tulis, kawan baik saya itu belum membalas sentilan saya itu.&lt;strong&gt;***&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29425257-7659203461785871019?l=budhiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://budhiana.blogspot.com/feeds/7659203461785871019/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29425257&amp;postID=7659203461785871019&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/7659203461785871019'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/7659203461785871019'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://budhiana.blogspot.com/2007/10/john-b-hodges.html' title='John B. Hodges'/><author><name>Budhiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04487597235525271087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29425257.post-4605178278988600054</id><published>2007-10-15T01:13:00.000-07:00</published><updated>2007-10-15T01:45:33.197-07:00</updated><title type='text'>Lebaran</title><content type='html'>&lt;strong&gt;LEBARAN &lt;/strong&gt;tiba. Sejak semalam sebelumnya saya mengajak anak sulung saya Rayhan (6) untuk segera tidur supaya besok subuh bisa bangun dan siap-siap ikut solat Id di lapangan. Anakku ini memang antusias sekali kalau diajak ke mesjid atau solat. Dia meminta ibunya untuk menyiapkan pakaian koko plus kopiahnya.&lt;br /&gt;Rayhan pun tidur. Saya pun segera keluar rumah mengecek lapangan basket yang akan dijadikan tempat salat id, sekitar 50 m dari rumah. Maklum, sebagai pengurus RW, saya harus memberikan service yang baik buat warga kompleks.&lt;br /&gt;Beres...Saya pun kembali ke rumah dan tidur. Senang rasanya menyambut Idulfitri.&lt;br /&gt;Subuh kami bangun. Saya bangunkan Rayhan. Dia bangun sambil sedikit agak malas.&lt;br /&gt;Jam enam pagi saya lihat warga kompleks sudah mulai berdatangan. Hansip pun mengatur parkir dengan rapi, menjaga keamanan lapangan maupun rumah-rumah yang ditinggalkan penghuninya yang sedang solat.&lt;br /&gt;Pokoknya, persiapan matang deh...&lt;br /&gt;Jam 6.30 kami pun melaksanakan solat dengan lancar.&lt;br /&gt;Sayang kekhidmatan ini agak terganggu, justru oleh penceramah. Pasalnya, khotbahnya kok nggak selesai-selesai.&lt;br /&gt;Sinar matahari mulai berubah, dari sejuk ke hangat. Dari hangat ke panas, khotbah belum juga selesai.&lt;br /&gt;Anak-anak mulai berlindung di balik tubuh bapak atau ibunya. Juga anakku. Dia sudah uring-uringan. Dia mulai merebahkan kepalanya di pangkuanku guna menghidari sengatan mentari. Decakan kesal jemaah muali terdengar, tapi sang penceramah yang berceramah di bawah atap teduh, masih juga belum berhenti.&lt;br /&gt;Anak-anak mulai banyak yang menangis. Bahkan ada bapak atau ibu yang membawa anaknya keluar lapangan seakdar menenagkan sang anak. Ehh...dia belum juga menutup khotbahnya.&lt;br /&gt;Duh...saya agak malu juga kepada warga. Kok bapak penceramah nggak bisa baca situasi, kok dia nggak paham apa artinya kalau anak-anak menangis.&lt;br /&gt;Sementara jemaah belum berani pulang karena imam masjid mengatakan bahwa mendengar ceramah adalah bagian dari iabdah salat Id. Para jemaah pun mulai ada yang menutupi kepalanya dengan sajadah dan koran, pertanda sikon sudah tidak nyaman. Tapi Sang pernceramah nggak bisa membaca sikon ini. Saya pun mulai melihat bapak-bapak sepuh yang berkursi roda mulai gelisah.&lt;br /&gt;Tiba-tiba penceramah berakta,"Marilah kita tundukkan hati kita untuk berdoa...."&lt;br /&gt;Entah sinis entah gembira, sejumlah jemaah remaja berteriak Amiiiiiiinnnn...&lt;br /&gt;Akhirnya semua menengadahkan tangan untuk berdoa.&lt;br /&gt;sang penceramah pun berdoalah...&lt;br /&gt;Ya ampuuunnnn...doanya pun panjaaaannggg sekali.&lt;br /&gt;Rasanya hampir semua doa dalam bahasa Arab dia ucapkan. Kemudian, semua jenis permohonan dalam Bahasa Indonesia dia ucapkan.&lt;br /&gt;Kali ini, rasa malu bukan cuma kepada warga, tapi juga kepada Tuhan. Ya Tuhan maafkan aku, kok banyak benar permohonan kami ajukan padahal sangat sedikit sekali perintahMu yang kami jalankan, khususnya perintah untuk menyayangi sesama.&lt;br /&gt;Jadi khotbah beliau lamanya 50 menit, plus doa 20 menit. Total 70 menit.&lt;br /&gt;Usai berdoa, jamaah pun menggerutu...&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ceramah teh lila-lial teuing&lt;/em&gt;....(ceramah kok lama banget). Padahal kan kita harus berkeliling ke tetangga-tetangga. Setelah itu pergi ke luar kompleks atau keluar kota untuk bertemu sanak famili.&lt;br /&gt;Ya mungkin jadi bahan pelajaran bagi siapapun yang menjadi penceramah, kenali jemaah Anda, dan perhatikan situasi dan kondisi, terutama anak-anak dan orang tua.***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29425257-4605178278988600054?l=budhiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://budhiana.blogspot.com/feeds/4605178278988600054/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29425257&amp;postID=4605178278988600054&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/4605178278988600054'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/4605178278988600054'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://budhiana.blogspot.com/2007/10/lebaran.html' title='Lebaran'/><author><name>Budhiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04487597235525271087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29425257.post-698343245668992068</id><published>2007-09-30T22:41:00.000-07:00</published><updated>2007-10-01T05:12:55.865-07:00</updated><title type='text'>Zaman Keemasan</title><content type='html'>&lt;em&gt;"IF you give people tools (and they use) their natural ability and their curiosity, they will develop things in ways that will surprise you very much beyond what you might have expected."&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau Anda memberikan alat kepada seseorang dan kemudian mereka itu menggunakan kemampuan alamiah serta mengerahkan semua rasa ingin tahunya, maka mereka akan membuat hal-hal yang sangat mengejutkan Anda, dan melebihi apa yang Anda perkirakan.&lt;br /&gt;(Bill Gates) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;PEKAN&lt;/strong&gt; lalu (21/9), kantor berita Antara mengabarkan sebuah berita gembira. Bryan Jevoncia, pelajar kelas 2 SD Suster Pontianak, meraih peringkat I lomba desain perangko Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan tema "We Can End Poverty" (Kita Bisa Mengakhiri Kemiskinan). Dengan keberhasilannya menyisihkan ribuan peserta di tingkat "International Children Art Competition" usia 6 - 15 tahun dari seluruh dunia itu, Bryan diundang PBB ke Markas Besar PBB di New York, Amerika Serikat bertepatan saat peringatan hari internasional "Education for Poverty" pada 17 Oktober mendatang. Dan, desain perangko Bryan akan dicetak menjadi perangko PBB 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana bocah berumur 7 (tujuh) tahun ini bisa mengalahkan orang tuanya dan orang-orang dewasa seperti kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bryan mengetahui informasi adanya lomba desain tersebut melalui internet. Kebetulan Bryan mengembangkan bakat lukisnya sejak usia balita. Bryan mengirim desain perangkonya pada Februari lalu. Kabar awal bahwa Bryan meraih gelar internasional itu diterima ibunya, Rosina, sewaktu menerima telefon dari seorang staf di Kedutaan Besar RI di New York, awal Agustus lalu. Bryan mengangkat kisah ibunya yang pernah menjadi penjahit baju untuk dituangkan dalam selembar kertas ukuran A4. Dalam desain tersebut, digambarkan seorang ibu yang tengah menjahit dibantu sejumlah anaknya baik laki-laki maupun perempuan. Sisa kain hasil jahitan yang tidak digunakan dibuat beragam kerajinan menarik seperti bunga maupun boneka. Gambar tersebut memperlihatkan anak-anak sepulang sekolah bisa membantu orang tua untuk mendapatkan biaya tambahan. Bryan mengaku menghabiskan waktu sekitar satu minggu untuk menyelesaikan gambar tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita kemenangan Bryan berbarengan dengan kabar polisi yang berhasil membekuk beberapa anak muda di Yogyakarta yang disinyalir gemar membobol kartu kredit melalui internet. Kota Gudeg ini memang dikenal sebagai kota penghasil hacker dan pembobol kartu kredit nomor wahid di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua berita di atas merupakan sedikit dari kisah betapa cerdasnya anak-anak Indonesia ketika berada di depan komputer dan internet. Mereka lahir bagaikan generasi yang lain sama sekali dari para orang tuanya yang gagap teknologi (gaptek). Betul apa yang disitir Bill Gates di atas, ketika mereka mempunyai alat (komputer dan internet), tiba-tiba saja bakat, kemampuan, dan rasa ingin tahu membimbing mereka untuk menelusuri dunia maya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa banyak anak-anak jenius ini kita miliki?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada angka pasti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, dengan jumlah pengguna internet yang 20 juta orang (atau sekitar 9% dari potensi seharusnya, dapat dipahami bahwa mestinya probabilitasnya jauh lebih tinggi dari pada Singapura. Penduduk Singapura 3,5 juta orang. Pengguna internetnya, taruhlah 3 juta orang, itu sudah jauh di bawah kita. Sedangkan penduduk Indonesia ada 230 juta orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun tentu saja dari 20 juta pengguna internet itu, kebanyakan masih berupa konsumen informasi. Mereka kebanyakan downloader, bukan uploader. Mereka kebanyakan belum ikut ke dalam proses-proses kolaborasi di dunia maya. Bryan sudah melangkah lebih jauh. Dia bukan hanya konsumen, tetapi juga produsen informasi, yang dalam era konvergensi ini oleh Dan Tapscott (&lt;em&gt;Wikinomics&lt;/em&gt;) disebut dengan prosumen (&lt;em&gt;prosumer&lt;/em&gt;), atau oleh Thomas Friedman (&lt;em&gt;The World Is Flat&lt;/em&gt;) sebagai &lt;em&gt;superempowered individu.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan prestasi Bryan ini, tiba-tiba saja kita melihat masa depan Indonesia yang sangat cerah. Kalau saja kita berhenti bertengkar dan membangun jaringan teknologi informasi ke seluruh negeri, kemudian kita menyiapkan insan-insan yang bukan hanya konsumen tapi juga produsen informasi, maka akan lahir puluhan juta &lt;em&gt;superempowered individu&lt;/em&gt;. Mereka adalah anak-anak kita yang akan membawa kita lompat katak, dari keterpurukan ke zaman keemasan. ***&lt;br /&gt;(&lt;em&gt;Artikel ini telah dimuat di Pikiran Rakyat 30 September 2007&lt;/em&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29425257-698343245668992068?l=budhiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://budhiana.blogspot.com/feeds/698343245668992068/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29425257&amp;postID=698343245668992068&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/698343245668992068'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/698343245668992068'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://budhiana.blogspot.com/2007/09/zaman-keemasan.html' title='Zaman Keemasan'/><author><name>Budhiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04487597235525271087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29425257.post-4062831174549095888</id><published>2007-09-10T03:15:00.000-07:00</published><updated>2007-09-10T04:23:02.156-07:00</updated><title type='text'>Ramadan</title><content type='html'>&lt;strong&gt;MALAM &lt;/strong&gt;yang begitu gelap bagi kita, masih terlalu terang bagi kelelawar. Apalagi sinar mentari siang. &lt;br /&gt;Karena itu, mata kelelawar tidak sanggup melihat sinar. Matanya buta.&lt;br /&gt;Tapi dengan indera lain (telinga) yang sangat tajam, kelelawar bisa mengenali benda apa pun dengan baik.&lt;br /&gt;Seperti itulah Al-Ghazali mengumpamakan sinar ilahi.&lt;br /&gt;Begitu terangnya sinar ilahi, tak sanggup mata kita melihatnya.&lt;br /&gt;Begitu pula cahaya Lauh Al-Mahfudz, papan tulis di mana Tuhan menuliskan rencana-rencana-Nya. Amat sangat terang. Tak bisa mata kita melihatnya.&lt;br /&gt;Adakah kita bisa melihat sinar ilahi?&lt;br /&gt;Bisa, kata Al-Ghazali.&lt;br /&gt;Bukan dengan mata kita,&lt;br /&gt;tapi dengan mata hati kita.&lt;br /&gt;Hati, kata al Ghazali, bagaikan cermin yang bisa menangkap dan memantulkan sinar ilahi.&lt;br /&gt;Tapi...&lt;br /&gt;Apakah semua mata hati manusia bisa melihatnya?&lt;br /&gt;Tidak...&lt;br /&gt;Sebab kebanyakan hati manusia tertutup jelaga.&lt;br /&gt;Setiap dosa yang dilakukan manusia adalah sebuah titik hitam jelaga.&lt;br /&gt;Setiap kita sengaja mendengar yang salah, maka bertambahlah satu titik jelaga.&lt;br /&gt;Setiap kita bergunjing dan berkata-kata yang buruk, bertambahlah satu titik jelaga.&lt;br /&gt;Setiap kita berprasangka buruk, bertambahlah satu titik jelaga.&lt;br /&gt;Setiap kita menyakiti sesama, bertambahlah satu titik jelaga.&lt;br /&gt;Maka...&lt;br /&gt;Semakin banyak dosa, semakin banyaklah titik jelaga.&lt;br /&gt;Semakin banyak jelaga, semakin tertutuplah hati oleh jelaga.&lt;br /&gt;Semakin hitamlah hati hingga dia tak mampu menangkap sinar ilahi.&lt;br /&gt;Apakah manusia berhati jelaga bisa menangkap Nur Ilahi.&lt;br /&gt;Bisa...&lt;br /&gt;Asalkan dia rajin menggosok hatinya, sehingga jelaga hitam terkikis.&lt;br /&gt;Bagaimana menggosok hati berjelaga sehingga menjadi bening kembali?&lt;br /&gt;Berpuasalah...&lt;br /&gt;Bertaubatlah...&lt;br /&gt;Kendalikan mulutmu.&lt;br /&gt;Kendalikan telingamu.&lt;br /&gt;Kendalikan matamu.&lt;br /&gt;Kendalikan auratmu.&lt;br /&gt;Kendalikan nafsumu.&lt;br /&gt;Maka...&lt;br /&gt;Ketika engkau berhasil mengekang kuda-kuda liar itu,&lt;br /&gt;kemenangan akan segera menyongsong...&lt;br /&gt;Kau akan segera menikmati sejuknya Nur Ilahi...&lt;br /&gt;Nur Ilahi adalah tenaga gaib yang senantiasa memupuk jiwamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk para sahabat di mana pun di muka bumi ini. Selamat Ramadan 1428 H.&lt;br /&gt;Selamat meraih kemenangan.&lt;strong&gt;***&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29425257-4062831174549095888?l=budhiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://budhiana.blogspot.com/feeds/4062831174549095888/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29425257&amp;postID=4062831174549095888&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/4062831174549095888'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/4062831174549095888'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://budhiana.blogspot.com/2007/09/ramadan.html' title='Ramadan'/><author><name>Budhiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04487597235525271087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29425257.post-204533278389222354</id><published>2007-09-06T02:42:00.000-07:00</published><updated>2007-09-06T03:42:00.189-07:00</updated><title type='text'>Selamat Jalan Luciano Pavarotti</title><content type='html'>&lt;strong&gt;PENYANYI&lt;/strong&gt; seriosa favorit saya Luciano Pavarotti meninggal, Kamis 6 September 2007 pada usia 71. Pavarotti meninggal karena kanker di kediamannya di Modena, Itali.&lt;br /&gt;Saya mulai menyukai nyanyian tenor ketika Three Tenor (Luciano Pavarotti, Jose Carreras, Placido Dominggos) tampil menyanyikan &lt;em&gt;"Nessun Dorma"&lt;/em&gt; sebagai pembuka Piala Dunia 1994 di Stadium Dodger Los Angeles.&lt;br /&gt;Saya sebetulnya tidak paham lirik &lt;em&gt;Nessun Dorma&lt;/em&gt;, karena ditulis dalam bahasa  Itali. Tetapi ketika dinyanyikan Pavarotti, Carreras, dan Dominggos, saya merasa lagu ini sangat kuat, dan pasti liriknya luar biasa. Berminggu2 saya cari terjemahannya dalam Bahasa Inggris (maklum, internet belum marak waktu itu, akhirnya ketemua juga. Dan betul, liriknya inspiratif, misterius, heroik dan cinta.&lt;br /&gt;Nessun Dorma sebuah aria (melodi/lagu ekspresif) karya Puccini yang menjadi musik pengantar klimaks adegan dalam opera Turandot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini liriknya dalam Bahasa Itali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Nessun dorma! Nessun dorma!&lt;br /&gt;Tu pure, o, Principessa,&lt;br /&gt;nella tua fredda stanza,&lt;br /&gt;guardi le stelle&lt;br /&gt;che fremono d'amore&lt;br /&gt;e di speranza.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ma il mio mistero e chiuso in me,&lt;br /&gt;il nome mio nessun sapra!&lt;br /&gt;No, no, sulla tua bocca lo diro&lt;br /&gt;quando la luce splendera!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ed il mio bacio sciogliera il silenzio&lt;br /&gt;che ti fa mia!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Il nome suo nessun sapra!...&lt;br /&gt;e noi dovrem, ahime, morir!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilegua, o notte!&lt;br /&gt;Tramontate, stelle!&lt;br /&gt;Tramontate, stelle!&lt;br /&gt;All'alba vincero!&lt;br /&gt;vincero, vincero!&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini versi Inggrisnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;None must sleep! None must sleep!&lt;br /&gt;And you, too, Princess,&lt;br /&gt;in your cold room,&lt;br /&gt;gaze at the stars&lt;br /&gt;which tremble with love&lt;br /&gt;and hope!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But my mystery is locked within me,&lt;br /&gt;no-one shall know my name!&lt;br /&gt;No, no, I shall say it as my mouth&lt;br /&gt;meets yours when the dawn is breaking!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And my kiss will break the silence&lt;br /&gt;which makes you mine!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(No-one shall know his name,&lt;br /&gt;and we, alas, shall die!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vanish, o night!&lt;br /&gt;Fade, stars!&lt;br /&gt;At dawn I shall win&lt;/em&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pavarotti gencar mengintegrasikan seriosa ke dalam dunia populer. Dia kerap berduet dengan penyanyi pop, seperti dengan Elton John (Living Like a Horse), dengan John Secada, dan dengan Sherryl Crow. Pavarotti juga tampil sepanggung dengan Eric Clapton, dan Liza Manelli.&lt;br /&gt;Sejak itu, saya menggemari penyanyi tenor lainnya seperti si buta Andre Bocelli, Josh Groban, Charlotte Church, dll. Di dalam negeri, saya suka pada suara Christoper Abimanyu, Pranawengrum Katamsi.&lt;br /&gt;Selamat jalan Luciano Pavarotti. &lt;em&gt;God Bless you, thanks for the inspiration&lt;/em&gt;.***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29425257-204533278389222354?l=budhiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://budhiana.blogspot.com/feeds/204533278389222354/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29425257&amp;postID=204533278389222354&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/204533278389222354'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/204533278389222354'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://budhiana.blogspot.com/2007/09/selamat-jalan-luciano-pavarotti.html' title='Selamat Jalan Luciano Pavarotti'/><author><name>Budhiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04487597235525271087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29425257.post-6483807316473543161</id><published>2007-09-06T01:32:00.000-07:00</published><updated>2007-09-06T02:15:33.281-07:00</updated><title type='text'>Dobro Pozhalovat Mr. Putin!</title><content type='html'>&lt;strong&gt;SUDAH&lt;/strong&gt; hampir 50 tahun belum pernah ada pemimpin tertinggi Rusia datang ke Indonesia, sejak kunjungan PM Kruschev, tahun 1960-an. Kamis 6 September, Vladimir Putin akhirnya menginjakkan kaki di Jakarta. Putin membawa seabreg pengusaha untuk menjajaki investasi di Indonesia. &lt;br /&gt;Saya pikir ini &lt;em&gt;a kick off&lt;/em&gt; bagi Indonesia dan Rusia memasuki medan diplomasi baru. &lt;br /&gt;&lt;em&gt;A kick off?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Ya, karena mengundang Putin kemari bukan tanpa risiko. Tentu, Amerika, Eropa, Cina, Jepang dan Australia, agak kurang suka RI menjalin hubungan dekat dengan beruang merah ini. Karena merupakan &lt;em&gt;kick off&lt;/em&gt;, maka mau tak mau RI harus memainkan bola diplomasi melawan ketidaksukaan mereka.&lt;br /&gt;Membina hubungan dengan Rusia berarti mengundang mereka untuk menjadikan Indonesia sebagai &lt;em&gt;sphere of influence &lt;/em&gt;(daerah pengaruh) dan &lt;em&gt;sphere of interest &lt;/em&gt;(daerah kepentingan) Rusia. &lt;br /&gt;Salahkah ini?&lt;br /&gt;Dari sejarah geopolitik Asia Tenggara, menurut saya, ini tidak salah.&lt;br /&gt;Sudah kodrat geopolitiknya bahwa Asia Tenggara merupakan daerah perebutan pengaruh kekuatan besar. Sejarah menunjukkan, misalnya, ada hubungan antara politik Cina dengan Nusantara. Misalnya, ketika di Cina ada kekuasaan kuat, maka tak pernah ada kerajaan kuat di Nusantara. Kerajaan besar muncul di Nusantara ketika ada vakum kekuasaaan di daratan Cina.&lt;br /&gt;Sudah kodrat geopolitiknya juga bahwa keamanan di Asia Tenggara/Timur terwujud karena adanya &lt;em&gt;balance of power&lt;/em&gt; kekuasaan besar dunia di kawasan ini. &lt;br /&gt;Pada masa perang dingin misalnya, Uni Soviet punya pangkalan di Vietnam (Cam Ranh dan Da Nang), sedangkan Amerika di Filipina (Subic dan Clark). Kedua-duanya &lt;em&gt;stealmate&lt;/em&gt;, tak berani saling serang. Ini yang namanya &lt;em&gt;balance of power&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;Asia Tenggara pun menjadi aman, tidak ada perang, sehingga ketiadaan perang ini dimanfaatkan untuk pembangunan ekonomi. Lahirlah macan-macan ekonomi Asia, seperti Korea, Singapura, Hongkong, dan termasuk Indonesia.&lt;br /&gt;Jadi, sudah kodrat geopolitik bahwa bangsa-bangsa Asia Tenggara menggadaikan keamanannya kepada kekuatan besar.&lt;br /&gt;Dari kerangka pikir ini, mengundang Putin ke Indonesia sebetulnya sebagai sebuah upaya &lt;em&gt;balance of power &lt;/em&gt;di kawasan ini. Australia dan Amerika di Asia Tenggara sangat dominan, unilateral, sehingga cenderung arogan. Karena itu, hadirnya Rusia merupakan pengimbang bagi barat.&lt;br /&gt;Karena itu...&lt;em&gt;Dobro pozhalovat&lt;/em&gt; (selamat datang) Presiden Putin!***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29425257-6483807316473543161?l=budhiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://budhiana.blogspot.com/feeds/6483807316473543161/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29425257&amp;postID=6483807316473543161&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/6483807316473543161'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/6483807316473543161'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://budhiana.blogspot.com/2007/09/dobro-pozhalovat-mr-putin.html' title='Dobro Pozhalovat Mr. Putin!'/><author><name>Budhiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04487597235525271087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29425257.post-5162433179783393803</id><published>2007-09-03T23:22:00.000-07:00</published><updated>2007-09-03T23:30:48.469-07:00</updated><title type='text'>Ulama, PLTN dan NIMBY</title><content type='html'>&lt;strong&gt;ULAMA&lt;/strong&gt; NU Jepara mengeluarkan fatwa "PLTN Muria Haram!" Mereka menilai, Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Muria lebih banyak mudaratnya dari pada manfaatnya. Namun, kata Menristek Kusmayanto Kadiman, biar saja para ulama menilai haram. Fatwa mereka tidak berdasarkan ilmu, tetapi semata-mata fikih.&lt;br /&gt;Yang menarik, para ulama ini menyatakan, mereka tidak mengharamkan PLTN, tetapi mengharamkan PLTN Muria.&lt;br /&gt;Apakah ini sikap dualisme?&lt;br /&gt;Mungkin.&lt;br /&gt;Namun fatwa para ulama ini membenarkan bahwa sebetulnya semua orang mengakui perlunya sumber energi listrik dari energi nuklir. Istilahnya, PLTN boleh, tapi jangan di halaman belakang gue. &lt;br /&gt;Ini yang namanya sindrom NIMBY.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Nuclear power plant yes, but &lt;strong&gt;N&lt;/strong&gt;ot &lt;strong&gt;I&lt;/strong&gt;n &lt;strong&gt;M&lt;/strong&gt;y &lt;strong&gt;B&lt;/strong&gt;ack&lt;strong&gt;Y&lt;/strong&gt;ard."&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29425257-5162433179783393803?l=budhiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://budhiana.blogspot.com/feeds/5162433179783393803/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29425257&amp;postID=5162433179783393803&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/5162433179783393803'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/5162433179783393803'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://budhiana.blogspot.com/2007/09/ulama-pltn-dan-nimby.html' title='Ulama, PLTN dan NIMBY'/><author><name>Budhiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04487597235525271087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29425257.post-1506478370511508933</id><published>2007-09-03T05:53:00.000-07:00</published><updated>2007-09-03T06:10:29.597-07:00</updated><title type='text'>Kemana Mobilnya?</title><content type='html'>&lt;strong&gt;PERTENGAHAN&lt;/strong&gt; Agustus lalu, aku pergi ke kawasan Jln. Ganesha. Berangkat dari rumah menggunakan kendaraaan umum. Aku pergi memakai celana kanvas, T-Shirt, dan ransel di punggung, dan sandal gunung. Pokoknya, pagi itu aku ingin menikmati suasana Bandung dengan jalan kaki. Mobil sedang dipakai istri dan anak-anak, serta keponakan bule Prancis, Jerome dan Ivan sejak kemarin.&lt;br /&gt;Begitu keluar rumah, pertanyaan pertama dari hansip. &lt;em&gt;"Pak angkat ka mana? Teu nganggo mobil? Kamana mobilna?" &lt;/em&gt;(Pak, mau pergi ke mana? Nggak pakai mobil? Kemana mobilnya?")&lt;br /&gt;Di mulut jalan, bertemu tetangga. Dia bertanya hal yang sama. Kemudian aku jalan ke perempatan jalan Buah Batu, ketemu mamang becak. Pertanyaanya sama seperti pertanyaan Hansip.&lt;br /&gt;Setiap Sabtu Minggu. kawasan Ganesha yang rimbun it memang padat dengan aktivitas. Di ITB banyak ekstra kulikuler. Di masjid Salman banyak kegiatan. Kemudian banyak pedagang buku dan DVD. Semua kegiatan itu aku rekam.&lt;br /&gt;Empat jam di kawasan itu, kemudian aku putuskan pulang. Nggak tega juga meninggalkan rumah kosong.&lt;br /&gt;Kuputuskan pulang jalan kaki, dari Ganesha ke Buah Batu. Wuihhh...lumayan. Keringat ngucur, tapi segar bukan main.&lt;br /&gt;Sepanjang mentyusuri Jalan Dago, beberapa teman tampak berpapasan denganku. Mereka juga bertanya perihal yang sama. "Kemana mobilnya? Kok jalan kaki?&lt;br /&gt;So what, kalau jalan kaki kenapa emang?" aku menggerutu.&lt;br /&gt;Memang kalau jalan kaki di Indonesia itu terlihat kere.&lt;br /&gt;Wah aku jadi ingat sosok Enrique Penalosa, walikota Bogota, Colombia.&lt;br /&gt;Dalam 10 tahun dia menyulap Bogota yang &lt;em&gt;polluted&lt;/em&gt;, menjadi kota yang segar. Dia tolak proposal Jepang senilai 600 juta untuk membanguin triple decker alias jalanlayang. Duit sebesar itu dia gunakan untuk memperluas fasilitas untuk jalan kaki dan bersepeda.&lt;br /&gt;Dia larang mobil masuk ke kawasan sibuk. Tarif parkir dia mahalkan. Dia bangun busway, yang kemudian mengilhami Sutiyoso untuk membangun hal serupa di Jakarta.&lt;br /&gt;Kata dia, ribuan orang jalan kaki setiap hari di Bogota. Mereka jadi sehat. Dan...yang penting...ketika massa berjalan kai, maka tidak terlihat lagi siapa yang kaya, siapa yang sedang, siapa yang miskin. Siapa yang profesor, siapa yang rakyat biasa.&lt;br /&gt;Jadi nggak ada lagi pertanyaan,"Kemana mobilnya?"&lt;strong&gt;***&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29425257-1506478370511508933?l=budhiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://budhiana.blogspot.com/feeds/1506478370511508933/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29425257&amp;postID=1506478370511508933&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/1506478370511508933'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/1506478370511508933'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://budhiana.blogspot.com/2007/09/kemana-mobilnya.html' title='Kemana Mobilnya?'/><author><name>Budhiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04487597235525271087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29425257.post-8068692780497618000</id><published>2007-09-01T22:29:00.000-07:00</published><updated>2007-09-01T22:45:05.040-07:00</updated><title type='text'>Uncle Sam dan Johny English Panik!</title><content type='html'>&lt;strong&gt;HARI&lt;/strong&gt; Minggu (2/9), saya membaca komentar mantan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Inggris Jenderal Purnawirawan Sir Mike Jackson soal Irak. Jackson adalah pucuk pimpinan AB Inggris ketika Inggris ikut AS menggempur Irak, pada 2003.&lt;br /&gt;Pada intinya, dalam autobiografinya yang diluncurkan Sabtu (1/9) Jackson menyerang AS atas kondisi yang memburuk di Irak. Dia menuding mantan Menhan AS Donald Rumsfeld di balik karut marutnya Irak sampai sekarang.&lt;br /&gt;Sebagai salah seorang saksi mata tentang kejamnya perang di Irak, saya cuma mengelus dada.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"After killing tens of thousand lives in Iraq, instead of expressing your sorry or your sorrow, you point your finger at somebody. What sort of general are you Sir! You wash your bloody hand with your tiny autobiography! You think you'll be redempted?"&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Saya kira, Uncle Sam dan Johny English mulai saling tuding soal Irak. Bagiku, ini tidak lain merupakn sebuah indikasi bahwa mereka sudah terperangkap di rawa (&lt;em&gt;quagmire&lt;/em&gt;) Irak.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;By pointing each other, blaming each other, we know that they are panic. It means, the next "Vietnam Hell" is getting closer to the door&lt;/em&gt;.!!&lt;strong&gt;***&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29425257-8068692780497618000?l=budhiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://budhiana.blogspot.com/feeds/8068692780497618000/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29425257&amp;postID=8068692780497618000&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/8068692780497618000'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/8068692780497618000'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://budhiana.blogspot.com/2007/09/uncle-sam-dan-johny-english-panik.html' title='Uncle Sam dan Johny English Panik!'/><author><name>Budhiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04487597235525271087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29425257.post-1849370327529787208</id><published>2007-09-01T22:26:00.000-07:00</published><updated>2007-09-01T22:28:40.629-07:00</updated><title type='text'>Back Again!</title><content type='html'>&lt;strong&gt;SUDAH&lt;/strong&gt; dua bulan aku libur mengisi blog-ku. Bukan apa-apa, saya sedang &lt;em&gt;burn out&lt;/em&gt;. Banyak ide, tapi tak sanggup menuliskan, meski tangan sudah menyentuh keyboard komputer.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Yup..&lt;br /&gt;Now I'm back&lt;/em&gt;.&lt;strong&gt;***&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29425257-1849370327529787208?l=budhiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://budhiana.blogspot.com/feeds/1849370327529787208/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29425257&amp;postID=1849370327529787208&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/1849370327529787208'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/1849370327529787208'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://budhiana.blogspot.com/2007/09/back-again.html' title='Back Again!'/><author><name>Budhiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04487597235525271087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29425257.post-75276174820651325</id><published>2007-07-09T10:01:00.000-07:00</published><updated>2007-07-09T10:19:34.768-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='agama'/><title type='text'>Nyolong Uang Masjid</title><content type='html'>&lt;strong&gt;WANDI&lt;/strong&gt; (32) seorang buruh/kuli pelabuhan Tanjungpriok kedapatan mencuri uang kencleng masjid sebesar Rp 160 ribu. Itu berita yang aku baca dari detik.com, Senin 9 Juli. (http://www.detik.com/indexberita/indexfr.php)&lt;br /&gt;Kontan, bapak dua anak ini dihajar massa sampai babak belur.&lt;br /&gt;Apa yang membuat Wandi nekat mencongkel kencleng masjid?&lt;br /&gt;Anak pertamanya naik ke kelas VI, dia butuh uang Rp 50.000. Sementara anak bungsunya mau masuk SD, dan perlu uang Rp 180 ribu untuk uang pangkal.&lt;br /&gt;Ironi memang.&lt;br /&gt;Sebab, agama apa pun seharusnya mampu menjawab semua persoalan kemasyarakatan, termasuk soal kemiskinan.&lt;br /&gt;Ketika agama dikungkung hanya di balik tembok masjid, atau gereja, atau kuil, maka terputuslah pesan moral agama dari kenyataan sehari-hari umatnya.&lt;br /&gt;Sungguh sering kita melihat bangunan masjid, gereja, atau kuil mewah. Akan tetapi di belakang masjid, di gang-gang kumuh, manusia kurang beruntung kedinginan, kesepian, terpuruk tanpa harapan.&lt;br /&gt;Di Aceh, Islam adalah agama mayoritas. Di NTT Katolik adalah agama mayoritas. Di India, Hindu adalah agama mayoritas. Namun, apakah para pemimpin agama di daerah-daerah itu sudah menjalankan misi kerasulan seperti yang dititahkan agama masing-masing?&lt;br /&gt;Aceh, NTT, Amerika Selatan, Sudan, Nigeria, India, dll.masih bergelimang dengan kemiskinan dan ketidakadilan. Masjid-masjid, gereja-gereja, kuil-kuil, berdiri dengan angkuhnya seolah tak ingin menyentuh dan disentuh si papa.&lt;br /&gt;Mendengar kisah Wandi, saya jadi ingat Cerpennya AA Navis "Robohnya Surau Kami."&lt;br /&gt;Surau tidak roboh, tapi nilai-nilai surau tidak memancar membebaskan manusia. Surau, masjid, gereja, kuil yang tidak memancarkan sinar kasih sayang, mungkin akan tetap tegak, tatapi sebenarnya sudah "roboh."&lt;br /&gt;Tuhan, maafkanlah Wandi. Dia ingin agar anak-anaknya tidak seperti dirinya kelak.&lt;strong&gt;***&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29425257-75276174820651325?l=budhiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://budhiana.blogspot.com/feeds/75276174820651325/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29425257&amp;postID=75276174820651325&amp;isPopup=true' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/75276174820651325'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/75276174820651325'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://budhiana.blogspot.com/2007/07/nyolong-uang-masjid.html' title='Nyolong Uang Masjid'/><author><name>Budhiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04487597235525271087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29425257.post-4770568210487843180</id><published>2007-06-18T01:44:00.000-07:00</published><updated>2007-06-18T02:16:34.170-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='agama'/><title type='text'>Syariat Injil</title><content type='html'>&lt;strong&gt;BEBERAPA&lt;/strong&gt; waktu lalu, ada berita tentang keinginan warga Manokwari di Papua untuk menjadikan Manokwari sebagai daerah yang menerapkan syariat injil. Kontan niat ini menimbulkan reaksi secara nasional. Ada yang menolak, yaitu kaum muslimin (jelas menolak), dan bahkan kalau tidak salah Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) juga menolak.&lt;br /&gt;Saya menghubungi seorang kawan, yang kebetulan orang sana. Saya tanyakan mengapa mereka mau mendirikan syariat injil di Manokwari.&lt;br /&gt;Jawabannya, mereka terinspirasi oleh beberapa daerah di Pulau Jawa dan pulau lain yang mencoba menegakkan syariat Islam. "Kalau kalian orang Islam menjadikan daerahnya sebagai daerah syariat Islam, mengapa kami yang kristiani tidak boleh menjalankan syariat injili?"&lt;br /&gt;Di Aceh, misalnya, kata dia, semua perempuan wajib menggunakan kerudung. "Termasuk anak perempuan atau istri kami, walaupun kami bukan orang Islam," lanjutnya.&lt;br /&gt;"Nah...kami boleh &lt;em&gt;dong&lt;/em&gt; melarang perempuan Islam yang berkerudung masuk ke Manokwari, kecuali kalau dia mencopot kerudungnya!"&lt;br /&gt;Terus, lanjut dia, kalau gereja-gereja di daerah Islam dibakar dan dilempari ("Seperti yang terjadi di Soreang di kotamu Bud," katanya), di mana lagi kami harus beribadah. Gereja dirusak, maka kami pindah ke rumah-rumah. Itu pun diprotes.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Please&lt;/em&gt;, kata dia lagi, empati sedikit.&lt;br /&gt;Apakah kaum muslimin akan senang jika masjidnya di daerah mayoritas kristen dibakar massa? Apakah orang Islam yang sedang pengajian di rumahnya di Manokwari kemudian digerebek masyarakat Kristen, akan merasa senang?&lt;br /&gt;"Ya tentu tidak," jawab saya.&lt;br /&gt;"Ya, begitu juga kami. Kami juga tidak senang ibadah kami terganggu," kata dia balik menjawab.&lt;br /&gt;"Ketika kami memberi bantuan kepada orang miskin, dan kebetulan muslim, maka orang Islam menuduh kami melakukan kristenisasi. Akan tetapi mengapa mayoritas umat Islam di situ tidak memperhatikan orang miskin di situ?"&lt;br /&gt;Saya menangkap kesan bahwa tidak hanya Manokwari yang ingin menegakkan syariatnya. Di beberapa daerah di Sulawesi, Nusa Tenggara Timur, dan beberapa daerah di Indonesia timur lainnya, riak-riak itu sudah ada. Di Bali misalnya, ada juga keinginan untuk menegakkan syariat Hindu.&lt;br /&gt;Semuanya terinspirasi oleh penegakan syariat di beberapa daerah Islam.&lt;br /&gt;Wahh...bagai mana nasib Indonesia kalau begitu ya?&lt;strong&gt;*** &lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29425257-4770568210487843180?l=budhiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://budhiana.blogspot.com/feeds/4770568210487843180/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29425257&amp;postID=4770568210487843180&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/4770568210487843180'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/4770568210487843180'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://budhiana.blogspot.com/2007/06/syariat-injil.html' title='Syariat Injil'/><author><name>Budhiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04487597235525271087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29425257.post-1212580360725276485</id><published>2007-06-11T01:10:00.000-07:00</published><updated>2007-06-18T02:14:35.678-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='guru'/><title type='text'>Guru</title><content type='html'>&lt;strong&gt;SABTU &lt;/strong&gt;10 Juni, saya mendapat kehormatan untuk memberikan pelatihan menulis bagi sejumlah guru di Bandung. Pelatihan difasilitasi Polteknik Pos Bandung. Pesertanya 20 orang. Tidak begitu banyak memang. Tapi sungguh luar biasa semangat para guru ini. Bayangkan, di tengah gaji yang pas-pasan, mereka ingin melatih kemampuan menulis.&lt;br /&gt;Sebagai penyulut semangat, saya terpaksa sombong sedikit. Saya katakan, saya telah mengunjungi puluhan negara. Hampir semua tempat yang berisi keajaiban dunia sudah saya kunjungi. Dan, saya sudah pergi ke tempat-tempat di mana orang tidak ingin pergi ke situ karena ada konflik: seperti Sudan, Nigeria, Filipina, Aceh, Timtim, dll.&lt;br /&gt;Maksud saya sebetulnya bukan ingin sombong. Namun saya ceritakan, bagaimana seorang guru menggambar di SMP saya pernah menginspirasi saya. Guru itu, Pak Bambang namanya, memaparkan sejarah-sejarah tempat-tempat penting di dunia, yang bisa menjadi objek lukisan. Pikiran saya melayang. Setelah selesai pelajaran, saya bertanya pada Pak Guru."Pak, pasti ongkos ke sana mahal sekali ya?"&lt;br /&gt;"Ya, makanya kamu harus rajin belajar. Kalau punya niat,  jangan pernah bilang &lt;em&gt;nggak&lt;/em&gt; mungkin, itu artinya menghina Tuhan. Mudah-mudahan kamu bisa berangkat."&lt;br /&gt;Betul, omongan Pak Bambang menjadi inspirasi bagi saya. Ketika kita menginginkan sesuatu yang tampaknya tidak mungkin, kita jangan pernah mengatakan tidak mungkin. Bilang saja "Amiiin". Setelah besar, saya baru paham bahwa Pak BAmbang mengajarkan kita untuk tidak berprasangka buruk kepada Tuhan.&lt;em&gt; On god's will, everything can happen&lt;/em&gt;!&lt;br /&gt;Betul, menjadi wartawan adalah jalan menuju tempat-tempat bersejarah itu. &lt;em&gt;Subhanallah&lt;/em&gt;, hampir semua tempat yang saya bayangkan dulu, sudah tercapai. Tinggal yang belum adalah menjelajah Amerika Latin, terutama peradaban Maya dan Aztec.&lt;br /&gt;Guruku...inspirasiku! Begitu, saya katakan.&lt;br /&gt;Para guru pun bertepuk tangan...&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Nah&lt;/em&gt;...bagaimana agar para guru menjadi inspirasi bagi para muridnya?&lt;br /&gt;Saya mengajak mereka untuk menuliskan pengalaman-pengalaman para guru itu ketika berinteraksi di sekolah. Para guru diajarkan untuk memaknai setiap peristiwa sekecil apa pun. Ikatlah makna itu dengan tulisan.&lt;br /&gt;Jadi, saya ajak para guru menulis, tidak hanya menulis soal mata pelajaran, kurikulum, BOS dan lain-lain. Mereka saya ajak untuk mengeksplorasi alam ide.&lt;br /&gt;Lumayan...tanggapannya banyak.&lt;br /&gt;Mereka berjanji untuk mau mencoba memulai menulis, dan akan rajin menulis.&lt;br /&gt;Baiklah bapak dan ibu guru...&lt;br /&gt;Saya menunggu...***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29425257-1212580360725276485?l=budhiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://budhiana.blogspot.com/feeds/1212580360725276485/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29425257&amp;postID=1212580360725276485&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/1212580360725276485'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/1212580360725276485'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://budhiana.blogspot.com/2007/06/guru.html' title='Guru'/><author><name>Budhiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04487597235525271087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29425257.post-2003161022547017287</id><published>2007-06-01T21:28:00.000-07:00</published><updated>2007-06-01T21:55:04.844-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='my family'/><title type='text'>Entong atau Memet?</title><content type='html'>&lt;strong&gt;BULAN&lt;/strong&gt;-bulan ini kami sekeluarga punya tontonan favorit sinetron di televisi, yaitu &lt;em&gt;Si Entong Abunawas Betawi&lt;/em&gt;, di TPI. Hanya&lt;em&gt; &lt;/em&gt;si Entong yang bisa "mempersatukan" saya, istri saya, kedua anak saya - Rayhan (5) dan Nina (2,5)-- serta Mbak Esti, pembantu di rumah kami. Sebelumnya, kami selalu ribut soal acara tv. Ibunya anak-anak ingin sinetron lain, anak-anak ingin memutar DVD lagu, saya selalu ingin nonton berita.&lt;br /&gt;Untung ada Entong. Kami akhirnya dipersatukan dalam tawa dan canda.&lt;br /&gt;Si Entong muncul setiap jam 18.00 WIB. Si Entong adalah anak baik, nyantri, dengan sarung melilit di leher dan topi abunawas menclok di kepala.&lt;br /&gt;Tokoh antagonisnya adalah "gerombolan" cilik pimpinan Memet. Si Memet memang jahil, nakal, dan selalu mengusik si Entong yang kalem itu.&lt;br /&gt;Lucu...&lt;br /&gt;Kalau menyaksikan tingkah si Memet cs (terutama Memet dan Siti), kami suka terbahak, terutama Rayhan dan Nina.&lt;br /&gt;Setelah selesai nonton Entong, anak-anak kemudian bermain. Rayhan menggambar dan menulis, Nina memainkan boneka.&lt;br /&gt;Sebelum tidur, biasanya Nina minta digendong Mama-nya. Sedangkan Rayhan selalu minta dibelai-belai oleh Saya.&lt;br /&gt;Sebagai pengantar ke alam kantuk, biasanya saya bertanya kepada Rayhan tentang apa-apa yang sudah dia lakukan hari itu, termasuk kegiatan dia di sekolah (TK).&lt;br /&gt;Terakhir, saya menjelaskan pesan-pesan apa yang disampaikan dalam sinetron si Entong. Saya bilang, kalau jadi anak harus baik dan pintar kayak Entong.&lt;br /&gt;Bibir Rayhan kemudian monyong. Dan...inilah yang dikatakan Rayhan:&lt;br /&gt;"Aku &lt;em&gt;nggak&lt;/em&gt; mau jadi Entong. Aku mau jadi Memet saja....!&lt;br /&gt;@#$$%*!&lt;strong&gt;***&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29425257-2003161022547017287?l=budhiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://budhiana.blogspot.com/feeds/2003161022547017287/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29425257&amp;postID=2003161022547017287&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/2003161022547017287'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/2003161022547017287'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://budhiana.blogspot.com/2007/06/entong-atau-memet.html' title='Entong atau Memet?'/><author><name>Budhiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04487597235525271087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29425257.post-86061195307844713</id><published>2007-05-28T01:50:00.000-07:00</published><updated>2007-05-28T02:48:34.735-07:00</updated><title type='text'>Karena Itu Aku Ada</title><content type='html'>&lt;strong&gt;COBA &lt;/strong&gt;klik Google. Lantas tuliskan nama kita di &lt;em&gt;search engine&lt;/em&gt;. Adakah informasi tentang diri kita di situ? Kalau ada, berapa banyak?&lt;br /&gt;Syukur kalau ada, meskipun misalnya cuma satu.&lt;br /&gt;Kalau tidak ada, berarti kita ini bukan siapa-siapa di dunia maya ini. Kecuali kalau kita ini bekerja di lembaga intelijen negara. Ketidakberadaannya memang disengaja (&lt;em&gt;deliberately non-existence&lt;/em&gt;).&lt;br /&gt;Kalau sosok kita bisa diungkap lebih bayak lagi oleh Google, itu artinya kita eksis di dunia maya.&lt;br /&gt;Eksistensi....&lt;br /&gt;Inilah yang sering diperdebatkan sejak lama oleh para filusuf di dunia.&lt;br /&gt;Rene Descartes menyatakan, supaya manusia dianggap eksis, maka dia harus menggunakan akal pikirannya. Berpikir: itulah ciri eksistensi manusia. &lt;em&gt;Cogito ergo sum&lt;/em&gt; (Aku berpikir karena itu aku ada!). Begitu kata Descartes.&lt;br /&gt;Albert Camus lebih gila lagi. Filusuf anti kemapanan ini &lt;em&gt;ngomong&lt;/em&gt; begini: Aku memberontak, karena itu aku ada! (Memang, ciri-ciri jiwa muda adalah memberontak untuk menunjukkan eksistensinya. Anak-anak geng motor yang merajalela di Bandung itu, misalnya, ingin menunjukkan eksistensinya).&lt;br /&gt;Sekarang ini dunia internet kita sebut sebagai dunia maya, alias tidak nyata.&lt;br /&gt;Namun menurut aku, dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi internet, atau &lt;em&gt;cyberworld&lt;/em&gt; akan menjadi tempat hidup kita. Di dunia maya ini uang tercipta; di dunia maya ini nilai-nilai bekerja; di dunia maya ini politik berlangsung; di dunia maya ini berkasih-kasihan dan penindasan akan terjadi. Sastra sekarang akan bergeser menjadi cybersastra. Pokoknya, di dunia maya ini apa pun terjadi.&lt;br /&gt;Jadi, jangan sebut lagi dunia &lt;em&gt;cyber&lt;/em&gt; sebagai dunia maya. Ini sebuah dunia nyata! Dunia yang kita sebut sebagai dunia maya ini justru adalah sebuah realitas. Ingat pertanyaan menyindir dari Morphius kepada Neo dalam film Matrix? "What do you mean by reality?" Sindir Morphius.&lt;br /&gt;Jadi &lt;em&gt;never say that cyber world is unreal. It's a real world. Cyberworld is the real world&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Dunia kita yang sebelumnya (dunia kini) adalah dunia pra-nyata!&lt;br /&gt;Kembali ke search engine Google...&lt;br /&gt;Kalau ternyata nama kita tidak ada di search engine, berarti kita ini bukan siapa-siapa di dunia cyber. Kita ini limbo. Tidak ada yang mendengar kita, tidak ada yang membaca kita, tidak ada yang menyapa kita.&lt;br /&gt;Pendek kata, kita tidak ada. &lt;em&gt;We don't exist&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;Karena itu untuk meng-ada di dunia cyber, kita harus mengajak 230 juta rakyat Indonesia untuk terjun ke dunia cyber/internet.&lt;br /&gt;Dan, kita punya cabang filsafat baru : &lt;em&gt;cyberphilosophy&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"I jump to the cyber, therefore I exist!"***&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29425257-86061195307844713?l=budhiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://budhiana.blogspot.com/feeds/86061195307844713/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29425257&amp;postID=86061195307844713&amp;isPopup=true' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/86061195307844713'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/86061195307844713'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://budhiana.blogspot.com/2007/05/karena-itu-aku-ada.html' title='Karena Itu Aku Ada'/><author><name>Budhiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04487597235525271087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29425257.post-6605566576944027156</id><published>2007-05-18T00:07:00.000-07:00</published><updated>2007-05-18T01:11:02.044-07:00</updated><title type='text'>Kasih Ibu</title><content type='html'>&lt;strong&gt;JUMAT&lt;/strong&gt; siang 18 Mei, setelah salat Jumat di kantor, saya kedatangan Kang Ahmad Saelan. Untuk ukuran Jawa Barat, beliau adalah seorang tokoh. Pria berumur 65 tahun itu adalah wartawan senior, dan kalau tidak salah salah seorang Ketua Partai Bulan Bintang Jawa Barat.&lt;br /&gt;Setelah ngobrol &lt;em&gt;ngalor ngidul&lt;/em&gt;, saya bertanya perihal ibunya yang menurut kabar dioperasi katarak. Sang ibu berusia 85 tahun. Kang Saelan adalah anak pertamanya.&lt;br /&gt;Menurut Kang Saelan, setiap malam dia menunggui ibunya di rumah sakit. Siang hari, giliran adik-adiknya yang menjaga si ibu sepuh.&lt;br /&gt;Suatu malam, kata Kang Saelan, dia menunggu sang ibu. Kemudian dia tertidur di sofa. Dalam keadaan setengah ngantuk, dia melihat sang ibu turun dari ranjang dan mendekati Kang Saelan. Sang ibu kemudian menyelimuti tubuh Kang Saelan. Padahal dokter melarang si ibu untuk bergerak, apalagi turun dari ranjang.&lt;br /&gt;Ibu adalah ibu. Meskipun Kang Saelan sudah punya lima anak dan tujuh cucu,  di mata ibunya Kang Saelan adalah anak kecilnya.&lt;br /&gt;Sama seperti almarhum Irfan Hakim, teman di Salman. Ketika kanker paru menyergap, kesadaran Irfan sudah minim. Sang ibu ikut mendampinginya di rumah sakit. Ketika Irfan pipis, sang ibu pun dengan ikhlas membawa pispot dan memegang (maaf) kemaluan Irfan dan membimbingnya ke mulut pispot. Setelah itu, sang ibu pun membersihkan organ tubuh itu.&lt;br /&gt;"Kalau begini, rasanya Irfan adalah Irfan kecil saya," sahut si Ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kasih ibu, kepada beta&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Tak terkira sepanjang masa&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Hanya memberi&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Tak harap kembali&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Bagai sang Surya &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;menyinari dunia...&lt;strong&gt;***&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29425257-6605566576944027156?l=budhiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://budhiana.blogspot.com/feeds/6605566576944027156/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29425257&amp;postID=6605566576944027156&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/6605566576944027156'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/6605566576944027156'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://budhiana.blogspot.com/2007/05/kasih-ibu.html' title='Kasih Ibu'/><author><name>Budhiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04487597235525271087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29425257.post-1151121274626758543</id><published>2007-05-15T03:14:00.000-07:00</published><updated>2007-05-17T21:58:57.360-07:00</updated><title type='text'>Bukan Muhrim</title><content type='html'>&lt;strong&gt;MINGGU&lt;/strong&gt; 13 Mei 2007. Aku, istri dan kedua anakku pergi memenuhi undangan perkawinan (maaf saya rahasiakan ya...). Sebagai sopir, saya membuka kembali surat undangan itu untuk mencari peta lokasi hajatan.&lt;br /&gt;Agak terkejut juga ketika ternyata di surat undangan khusus itu ada tulisan "Adab-adab Walimah." Isinya semua adab-adab yang harus diperhatikan tamu, semuanya 6 poin.&lt;br /&gt;Salah satu poin menegaskan agar tamu pria dan tamu wanita tidak bercampur. Tuan rumah kemudian memberikan judgmentnya dengan mencantumkan ayat Qur'an surat Al Isro 72 &lt;em&gt;"Janganlah kamu mendekati zina, karena sesungguhnya hal itu adalah perbuatan kotor dan hina!"&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Terus terang, saya agak tersinggung.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;For god sake...&lt;/em&gt; saya datang ke undangan ini bukan untuk mencari peluang zinah. &lt;em&gt;How come?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Kalau mau zinah &lt;em&gt;mah, nggak&lt;/em&gt; akan ke situ.&lt;br /&gt;Tadinya saya&lt;em&gt; nggak&lt;/em&gt; mau berangkat, tapi karena anak-anak antusias, so akhirnya kami pergi.&lt;br /&gt;Poin lain adalah soal hijab. Hijab katanya, membatasi tamu pria dan wanita, guna membantu terlaksananya upaya menjaga pandangan antara tamu pria dan wanita. Ohh...ini &lt;em&gt;kan suudzon&lt;/em&gt;. Dan &lt;em&gt;suudzon&lt;/em&gt; ini dilarang agama. &lt;em&gt;Nggak&lt;/em&gt; sempat lah kami larak-lirik, apalagi berzinah. Satu-satunya perempuan yang saya lirik terus, adalah anak saya, Nina, yang baru berumur dua tahun setengah. Saya takut dia naik ke tempat berbahaya seperti yang dia lakukan di rumah. Jadi, &lt;em&gt;boro-boro&lt;/em&gt; mau melirik orang lain.&lt;br /&gt;Tempat hajatan itu berada di gang sempit.&lt;br /&gt;Dan tak bisa terhindarkan suasana berdesakan. &lt;em&gt;Toh&lt;/em&gt;, akhirnya sengaja atau tidak sengaja, ada persentuhan antara pria dan wanita. Ya soalnya di gang sempit, &lt;em&gt;gimana&lt;/em&gt; mau menghindar?&lt;br /&gt;Saya tidak mendapatkan mempelai di pelaminan. Mereka sedang ganti gaun. Saya hanya menyalami orang tua salah satu mempelai.&lt;br /&gt;Ketika akan menyantap hidangan, seorang panitia pria menegur saya. "Pak untuk ikhwan hidangannya di sana!" katanya sambil menunjuk gang sempit lain di sebelah kanan.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Wuhh&lt;/em&gt;..untuk menuju ke situ, saya terpaksa &lt;em&gt;minggir-minggirkan&lt;/em&gt; badan di gang sempit itu, takut bersentuhan dengan tamu wanita. Dan, mata panitia itu terus memelototi saya. Banyak orang yang meminggir-minggirkan badan supaya tidak bersentuhan dan beradu pandang sedikit pun dengan lawan jenis. Jadinya lucu, kayak &lt;em&gt;breakdance&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;Istri saya kemudian mencari mempelai wanita untuk sekadar "setor muka" bahwa kami datang. Anak laki-laki saya, Rayhan, ikut dengan istri, sedangkan Nina nempel saya gendong.&lt;br /&gt;Nah, ketika saya mau menyantap hidangan, tiba-tiba Nina lari ke arah ibunya yang sedang berada di tempat tamu wanita.&lt;br /&gt;Maklum anak kecil, larinya masih labil dan menyenggol-nyenggol kursi undangan yang berjejer di gang itu. Saya akhirnya tidak jadi menyantap dan berlari ke arah Nina, karena ada kursi yang dia tabrak dan hampir menimpanya. &lt;em&gt;Huppp&lt;/em&gt;...saya tangkap si kursi sehingga tidak menindih buah hatiku. Akibatnya, ada tamu wanita yang tersenggol oleh saya.&lt;br /&gt;Akan tetapi tamu wanita itu tidak marah..malah dia bilang &lt;em&gt;hih&lt;/em&gt;...adik lucu, hati-hati ya...sambil menjembil pipi Nina.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ehh&lt;/em&gt;...ada panitia yang bilang begini lagi, "Pak...maaf pak...tempat ikhwan di sana?"&lt;br /&gt;Hilang selera makan saya. Juga begitu istri saya. Dari pada kedatangan kami mengganggu karena anak-anak kami masih suka berlari ke sana ke mari, maka kami memutuskan untuk pergi. Akhirnya kami berempat makan siang di sebuah mal! Di sini pun kami makan nikmat. Dan, saya memesan makanan porsi kecil, supaya saya bisa berhenti makan sebelum kenyang. &lt;em&gt;Just&lt;/em&gt; seperti yang junjungan kita Muhammad anjurkan.***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29425257-1151121274626758543?l=budhiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://budhiana.blogspot.com/feeds/1151121274626758543/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29425257&amp;postID=1151121274626758543&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/1151121274626758543'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/1151121274626758543'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://budhiana.blogspot.com/2007/05/bukan-muhrim.html' title='Bukan Muhrim'/><author><name>Budhiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04487597235525271087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29425257.post-539815672137724713</id><published>2007-04-30T23:11:00.000-07:00</published><updated>2007-05-01T20:58:56.583-07:00</updated><title type='text'>Aku ini tukang pulung</title><content type='html'>&lt;strong&gt;BEBERAPA &lt;/strong&gt;hari lalu, aku menyaksikan seorang tukang pulung dihajar massa. Si pemulung ini dituding mencuri ember plastik tempat sampah. Pemandangan ini sungguh mengusik nuraniku. Masak gara-gara ember butut hilang, hidung si pemulung pun harus berdarah-darah?&lt;br /&gt;Tapi memang kadang-kadang kelakuan pemulung ini menyebalkan.&lt;br /&gt;Mereka kadang-kadang suka mencuri di kompleks perumahanku. Sebagai "Menhankam" alias komandan hansip di kompleks, kadang-kadang aku menerima keluhan warga. Ada yang kehilangan tong sampah lah, ada yang kehilangan plat besi tutup riol lah dan lain-lain.&lt;br /&gt;Ya, memang sejak aku jadi "Menhankam", beberapa akses jalan kututup dengan portal. Hansip pun diberi seragam dan bertugas tiga &lt;em&gt;shift&lt;/em&gt;, meski upahnya masih di bawah UMR (maafkan komandan mu yang belum berhasil memaksa warga menaikan iuran, wahai anak buah!). Aku juga bekerja sama dengan perwira Binmas Polsek Pak Donny dan perwira koramil Pak Saidi. Hasilnya lumayan, pencurian dengan pembongkaran atau perampokan sudah hampir nggak ada. Yang ada ya paling itu, ulah si pemulung.&lt;br /&gt;Hansip-hansip memang kadang &lt;em&gt;kecolongan&lt;/em&gt;. Pada saat mereka patroli, si pemulung ini &lt;em&gt;nongol&lt;/em&gt; dan mengembat barang. Ini yang membuat hansip berang. "Pak, kalau &lt;em&gt;ketangkep&lt;/em&gt;, apa boleh saya hajar mereka &lt;em&gt;pake&lt;/em&gt; ini?" kata anak buahku sambil menunjukkan alat pemukul kentongan.&lt;br /&gt;Aku berujar. "Jangan, ambil lagi saja barangnya. Paling banter puter daun kupingnya sampai merah!" kataku. "Terus jangan sekali-sekali suruh masuk kemari lagi."&lt;br /&gt;Untuk mengamankan para pemulung ini, kami pengurus RW akhirnya ada ide. Beberapa pemulung yang sering keluar masuk dan tak pernah mencuri kami panggil. Mereka kemudian diberi tanda pengenal, dan disuruh memberikan foto kopi KTP nya. Mereka diberi hak untuk memulung di kompleks kami. Kalau ada pemulung asing, biar mereka sendiri yang menghadapinya.&lt;br /&gt;Sebetulnya tak tega juga aku menyakiti para pemulung ini. Masalahnya, aku sendiri sempat jadi "pemulung"&lt;em&gt; lho&lt;/em&gt;!&lt;br /&gt;Ceritanya, waktu sekolah di SD di Bandung dulu, banyak temanku anak tukang loak, tukang rongsokan, tukang pulung, tukang nasi pinggir jalan, dan ada juga anak penjahat. Dari sekian puluh murid, kayaknya cuma aku dan beberapa temanku yang "kasta"-nya paling tinggi. Maklum, ibuku adalah guru di situ, meski sebagai guru &lt;em&gt;nggak&lt;/em&gt; kaya-kaya &lt;em&gt;banget&lt;/em&gt;. Ya pendek kata, sekolahku bukan tempatnya orang kaya. Kebanyakan dari mereka orang tidak berada.&lt;br /&gt;Sebagai guru, ibuku tidak selalu pulang bareng dengan aku. Sejak kelas II SD, aku sudah biasa pulang sendiri ke rumah berjalan kaki. Menjelang kelas III, aku sudah mulai agak nakal. Pulang sekolah tidak selalu langsung ke rumah.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Nah...&lt;/em&gt;kegiatan yang paling aku gemari adalah "&lt;em&gt;nyemplung"&lt;/em&gt; di Sungai Cikapundung, di ruas Jln. Karapitan-Ancol-Nilem, bersama teman-temanku: Dier, Asep Rusmana, Enu, dan ...(wah pada lupa lagi). Selama berenang itu, kami selalu menyelam ke dasar sungai untuk mencari berbagai rongsokan, entah itu botol, paku, seng besi dan sebagainya. Rumah mereka umumnya di bantaran sungai itu, sedangkan aku cukup jauh dari situ.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Nah&lt;/em&gt; setiap dapat barang-barang rongsokan itu, kami kumpulkan di tepi sungai. Kelima orang temanku kemudian membawanya pulang. Aku kemudian masuk ke masjid untuk mandi. Bersih-bersih pakai sabun dan shampo. Biasanya dari rumah aku bawa sabun dan shampo Hi-Top hasil &lt;em&gt;ngutil&lt;/em&gt; dari perkakas mandi ibuku. Sebelum jam 14. 00 aku sudah harus pulang ke rumah, sebelum ibu tiba.&lt;br /&gt;Sungguh senang membantu teman yang kesusahan. Biasanya hasil penjualan itu mereka bagi berlima dan diserahkan kepada para orang tuanya. Sesekali aku ditraktir beli gorengan.&lt;br /&gt;Namun ada kalanya kami sedih. Ketika sudah cape-cape menyelam dan mengumpulkan rongsokan, tiba-tiba datang pemulung senior yang main ambil, sambil mengacungkan tinju dan mengayun-ayunkan besi pancong. Kalau sudah begitu ngeri rasanya, aku nggak berani naik dari sungai itu. Lebih baik sembunyi di balik akar pohon.&lt;br /&gt;Begitulah "profesiku" sebagai "tukang beling" alias "tukang pulung."&lt;br /&gt;Kalau dengan Asep, ada cerita lain yang indah.&lt;br /&gt;Asep sekeluarga adalah keluarga sopir dan kernet. Kakaknya bernama Aseng adalah sopir bus Bukit Mulya.&lt;br /&gt;Suatu hari sepulang sekolah, aku ikut Asep ke rumahnya. Sore itu Asep ingin uang jajan. Karena itu ia akan ikut Aseng yang akan mengemudi sepanjang rute Bandung-Majalaya (kalau nggak salah). "Mau ikut nggak Bud?" kata Asep.&lt;br /&gt;Wah...mataku terbelalak. Rasanya senang sekali naik bus nih.&lt;br /&gt;"Mau, mau...," tanpa pikir panjang aku menyambut tawaran ini dengan gembira.&lt;br /&gt;Wahai blog...coba kau bayangkan, untuk anak kelas IV, pada kondisi jalan tahun 1974, jarak Bandung-Majalaya itu tentu sangat jauh.&lt;br /&gt;Ah tapi aku senang saja berteriak "Jalaya..jalaya (maksudnya Majalaya)!"&lt;br /&gt;Saking asyiknya naik bus, aku lupa waktu. Aku baru bisa pulang sekitar jam 5 sore.&lt;br /&gt;Begitu sampai di ujung jalan, perasaan tegang membekapku. Aku takut ibu dan nenekku marah besar!&lt;br /&gt;Dan..ketika sampai pintu rumah, kulihat banyak tetangga berumpul. Dan kulihat ibu seperti bergegas akan pergi ke suatu tempat.&lt;br /&gt;Begitu melihat aku, ibu langsung marah, dan menjewer kupingku habis.&lt;br /&gt;"Dari mana saja kamu? Mamah hampir saja pergi ke kantor polisi mau melaporkan kehilangan kamu!"&lt;br /&gt;Tapi, malam menjelang tidur, dengan lembut ibu membelai aku dan bertanya ke mana saja aku seharian. Aku ceritakan bahwa aku ikut menemani Asep jadi kernet.&lt;br /&gt;"Oleh Kang Aseng, aku mau diberi uang untuk jajan, tapi aku menolak Ma. Kan, kata mama aku tidak boleh sembarangan menerima uang dari orang lain."&lt;br /&gt;Kalau mau tidur, biasanya ibu selalu mematikan listrik. Maklum supaya rekening listrik nggak mahal. Satu-satunya penerangan adalah sinar lampu neon tetangga di luar yang menembus kaca jendela kamar.&lt;br /&gt;Mendengar cerita itu, ibu memeluk dan mencium keningku.&lt;br /&gt;Kami, --ibu, kakak, dan adikku yang selelu tidur satu ranjang- semua diam. Aku pun merasa tenteram di pelukan ibu.&lt;br /&gt;Menjelang naik kelas lima, permainan mengasyikkan itu akhirnya harus sirna. Tak ada lagi cerita terjun ke Cikapundung untuk memulung, atau ikut bus jadi kernet. Aku kehilangan teman-temanku yang selama itu mengajarkan arti survival.&lt;br /&gt;Dier keluar atas permintaan orang tuanya. Persoalannya tidak sepele, Pak Dedy guru kami memukul muka Dier pakai tongkat gara-gara Dier nakal. Kasihan Dier, tongkat itu kena mata kanannya. Matanya bengkak berhari-hari. Aku marah dan benci Pak Dedy. Sore hari, di rumah aku ceritakan tindak kekerasan ini kepada ibu.&lt;br /&gt;Syukur ibu membawa masalah ini ke kepala sekolah. Dan Pak Dedy dipecat.&lt;br /&gt;Namun walau Pak Deddy dipecat, Dier tetap keluar.&lt;br /&gt;Aku tahu masalah sebenarnya. Orang tuanya yang tukang loak itu sebenarnya sudah tak mampu lagi membiayai sekolahnya.&lt;br /&gt;Begitu juga Asep, Enu, Cahyati, Komariah, dan lain-lain. Mereka &lt;em&gt;nggak&lt;/em&gt; bisa bayar SPP lagi. Mereka pun drop out.&lt;br /&gt;Toto lain lagi ceritanya. Warung nasi orang tuanya di pinggir jalan Burangrang dibongkar Tibum. Kasihan, orang tuanya tak punya penghasilan lagi. Aku sendiri...sejak naik kelas V harus pindah ke SD lain. Masalahnya, ibu dipindah ke SD yang lebih jauh, dan aku tak mungkin ikut karena ongkos dan ibu tak tega kalau aku pulang sendiri. akhinya aku pindah ke SD yang masih dekat dengan rumah, tetapi kali ini SD negeri yang kebanyakan muridnya orang-orang berada, sehingga tak terlalu asyik permainannya.&lt;br /&gt;Tak ada Dier, Asep, Enu dan lain-lain.&lt;br /&gt;Ah...pada kemana teman-teman kecilku itu? Semoga mereka bernasib lebih baik daripada ayah ibunya dulu.&lt;br /&gt;Jadi begitulah wahai blog...&lt;br /&gt;Dunia pemulung dan kernet pernah mewarnai hidup saya.&lt;br /&gt;Karena itu, sakit hati ini bila mereka dihajar sampai setengah mati, walau aku tahu ada kesalahan kecil mereka.&lt;strong&gt;***&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29425257-539815672137724713?l=budhiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://budhiana.blogspot.com/feeds/539815672137724713/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29425257&amp;postID=539815672137724713&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/539815672137724713'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/539815672137724713'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://budhiana.blogspot.com/2007/04/aku-ini-tukang-pulung.html' title='Aku ini tukang pulung'/><author><name>Budhiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04487597235525271087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29425257.post-339432380893110847</id><published>2007-04-30T03:44:00.000-07:00</published><updated>2007-04-30T04:12:53.864-07:00</updated><title type='text'>Mukjizat</title><content type='html'>&lt;strong&gt;BERTAHUN&lt;/strong&gt;-tahun ini aku tengah berpikir keras tentang mukjizat para Nabi. Apakah mukjizat ini sesuatu yang di luar logika manusia (&lt;em&gt;beyond logics&lt;/em&gt;) atau sesuatu yang sejalan dengan logika. Ini gara-gara aku gabung dengan berbagai milis-milis luar negeri yang membahas filsafat, &lt;em&gt;science&lt;/em&gt;, dan agama.&lt;br /&gt;Orang-orang milis ini ada yang berpikiran positivistik, yang mencoba menafsirkan mukjizat para nabi secara akal. Dan, ada beberapa yang sangat logis.&lt;br /&gt;Ketika menafsirkan sejarah Musa misalnya.&lt;br /&gt;Laut menjadi merah, itu akibat bakteri pfisteria. Miliaran bakteri ini menjadikan laut dan sungai menjadi merah. Ikan pada mati. Dan, kodok melompat ke luar sungai. Jutaan kodok yang keluar sungai ini kemudian juga mati dan menjadi bangkai. Kemudian ada bakteri lain yang berpesta pora membusukkan kodok ini. Bakteri ini akhirnya juga membunuh ternak dan pertanian.&lt;br /&gt;Nah mengapa lantas Kitab Suci mengabarkan bahwa Tuhan membinasakan anak laki-laki sulung atau anak laki-laki pertama di Mesir.&lt;br /&gt;Ini adalah karena secara kultural, anak sulung laki-laki atau anak laki-laki pertama adalah raja dalam keluarga. Mereka diberi porsi makanan yang paling pertama dan paling banyak dibandingkan adik-adiknya. Nah...jelas makanan yang berasal dari hasil pertanian yang terkena bakteri ini menyebabkan anak-anak ini tewas.&lt;br /&gt;Jadi peristiwa bencana di Mesir adalah sebuah &lt;em&gt;chained ecological disaster&lt;/em&gt; alias bencana ekologi berantai.&lt;br /&gt;Kalau Musa membelah laut apa artinya?&lt;br /&gt;Ini memang masih diteliti. Akan tetapi the Discovery pernah menayangkan sejumlah ahli yang menganalisa kemungkinan adanya tsunami atau pengaruh gunung bawah laut yang meletus.&lt;br /&gt;Hmmm...logic juga.&lt;br /&gt;Soal mukjizat Nabi Sulaeman yang konon kabarnya bisa bicara dengan binatang, itu pun dibahas.&lt;br /&gt;Memahami bahasa binatang, sebetulnya katanya, adalah kiasan.&lt;br /&gt;Lagi-lagi ini soal ekologi.&lt;br /&gt;Sulaeman adalah orang arif yang sangat memahami perilaku binatang.&lt;br /&gt;Ketika semut ramai-ramai keluar sarangnya, misalnya, itu pertanda akan adanya peristiwa ekologis, entah itu hujan besar atau bencana lain. Dan..memang hewan tertentu akan berperilaku aneh bila bencana akan datang.&lt;br /&gt;Ini yang sangat dipahami Sulaeman, dan ini yang ditafsirkan bahwa Sulaeman bisa "berbicara" dengan hewan. Padahal artinya adalah Sulaeman bisa membacara gejala alam dari perilaku binatang.&lt;br /&gt;Karena itu ada dua aliran dalam milis ini yang menafsirkan mukjizat. Golongan pertama, mukjizat itu tidak ada. Yang ada hanyalah peristiwa alam biasa.&lt;br /&gt;Golongan kedua, mukjizat itu tetap ada. Namun mukjizat itu "turun" tetap melalui hukum-hukum alam. Karena Tuhan tidak mungkin mengkhianati hukum yang Dia buat sendiri.&lt;br /&gt;Nah...kalau August Comte memandang positivisme adalah &lt;em&gt;trade off&lt;/em&gt; dengan agama, yang artinya positivisme selalu melawan dan tidak bisa bersanding dengan agama, maka golongan kedua ini adalah positivisme religius (Ha....haaa...haaa... Ada gitu!?)&lt;strong&gt;*** &lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29425257-339432380893110847?l=budhiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://budhiana.blogspot.com/feeds/339432380893110847/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29425257&amp;postID=339432380893110847&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/339432380893110847'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/339432380893110847'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://budhiana.blogspot.com/2007/04/mukjizat.html' title='Mukjizat'/><author><name>Budhiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04487597235525271087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29425257.post-7577875865033162071</id><published>2007-04-19T01:47:00.000-07:00</published><updated>2007-04-19T02:24:50.542-07:00</updated><title type='text'>WTS Saritem</title><content type='html'>&lt;strong&gt;HABIS&lt;/strong&gt; sudah kompleks pelacuran Saritem di Bandung. Riwayat kompleks tempat jajan-nya para hidung belang, yang usianya hampir 200 tahun itu diakhiri oleh Wali Kota Dada Rosada. Para pendukung Dada, para pemuda yang menggunakan lambang-lambang keagamaan bergerombol di sana ikut meramaikan penutupan Saritem.&lt;br /&gt;Sebelumnya, selama berhari-hari pers memberitakan rencana penutupan ini. Dan, lensa kamera-kamera pers dengan liarnya men-&lt;em&gt;shoot&lt;/em&gt; wajah-wajah para WTS. WTS pun manusia, punya rasa, punya malu. Setiap lensa mengarah, mereka memalingkan badan, menutup wajahnya.&lt;br /&gt;Siapa yang memerintahkan mereka menutup wajah?&lt;br /&gt;Tidak ada, semuanya timbul dari hati nurani.&lt;br /&gt;Hati nurani tak pernah bohong, perbuatan menjual diri adalah perbuatan memalukan. Tak ada yang ingin menjual dirinya. Semuanya karena persoalan ketidakadilan ekonomi.&lt;br /&gt;Ketika struktur ekonomi menggencet, lelaki punya jalan : merampok! &lt;em&gt;That's the men's way.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Ketika struktur ekonomi menggencet, kaum perempuan tidak bisa berbuat apa-apa selain menjual tubuhnya. &lt;em&gt;She sells the body to the night, but not her love!&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Tapi, tetap saja kamera itu melahap mereka, seolah-olah mereka adalah kaum terkutuk yang tidak berhati nurani. Jauh lebih terkutuk dari rombongan massa yang menutup Saritem itu. Padahal, mungkin dari penonton atau kamerawan itu ada yang pernah mencicipi tubuh mereka.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Yappp...&lt;/em&gt;perempuan.&lt;br /&gt;Mereka adalah mahluk yang tak memiliki apa-apa. Bahkan tubuhnya pun bukan milik dia.&lt;br /&gt;Begitu lahir, tubuh perempuan milik orangtuanya. Dia dijaga, disusui.&lt;br /&gt;Sudah dewasa, tubuh perempuan adalah milik anaknya (menyusui) dan milik suaminya (&lt;em&gt;sexual partner&lt;/em&gt; yang tidak boleh menolak kalau suaminya sedang mau). Di Saritem, mereka sungguh tak memilikinya. Tubuhnya adalah milik Mami-nya, dan milik pembeli. &lt;em&gt;All about money.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Saritem sudah ditutup.&lt;br /&gt;Ke mana para WTS itu pergi?&lt;br /&gt;Tak tahulah.&lt;br /&gt;Aku cuma berdoa, Tuhan &lt;em&gt;show your bless&lt;/em&gt; kepada mereka. Izinkan mereka memiliki tubuhnya sendiri, menikmati kesempatan untuk &lt;em&gt;share &lt;/em&gt;cinta di dunia, walupun sebentar. Amin***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29425257-7577875865033162071?l=budhiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://budhiana.blogspot.com/feeds/7577875865033162071/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29425257&amp;postID=7577875865033162071&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/7577875865033162071'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/7577875865033162071'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://budhiana.blogspot.com/2007/04/wts-saritem.html' title='WTS Saritem'/><author><name>Budhiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04487597235525271087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29425257.post-1670997785422528895</id><published>2007-04-12T02:23:00.000-07:00</published><updated>2007-04-12T02:51:19.599-07:00</updated><title type='text'>Convergence World and wikinomics</title><content type='html'>&lt;strong&gt;MINGGU&lt;/strong&gt; keempat Maret lalu, saya berada di Manila, untuk menghadiri konperensi yang bertema Publish Asia 2007.  Pertemuan dibuka oleh Presiden Gloria Macapagal Arroyo. Dan, tampaknya Arroyo antusias. Bahkan besoknya kita dijamu makan malam oleh Arroyo, dan besoknya lagi makan malam di pemilik koran &lt;em&gt;Manila Times&lt;/em&gt;, dan...dihadiri oleh Arroyo.&lt;br /&gt;Di situ ada regional manager Google untuk Asia, ada manajer-manajer dari Nokia, Samsung, Apple, Microsoft, dan IT'ers' dari semua negara di dunia.&lt;br /&gt;Meski berbau media, sebetulnya konperensi ini merupakan pertemuan yang membahas &lt;em&gt;the convergence world&lt;/em&gt;. Bagaimana konvergensi berbagai &lt;em&gt;media outlets&lt;/em&gt; yang beririsan dengan &lt;em&gt;citizen journalism&lt;/em&gt; membentuk model ekonomi baru dunia; &lt;em&gt;Wikinomics&lt;/em&gt;, yang ditandai dengan adanya &lt;em&gt;mass collaboration&lt;/em&gt; antara perusahaan dengan perusahaan, bahkan perusahaan dengan individu.&lt;br /&gt;Dengan kemampuannya membuat situs, blog dan lain-lain, seorang individu kini lebih berarti. Google bisa menghampiri situs-situs dan blog yang baik, kemudian mereka berkolaborasi. Google bisa mensuplai iklan. &lt;em&gt;Revenue sharing&lt;/em&gt;-nya  (&lt;em&gt;pay per click&lt;/em&gt;) 30 cent dolar. Wikipedia juga mengundang massa untuk mengisi &lt;em&gt;entry&lt;/em&gt;-nya. &lt;em&gt;Wikinomics &lt;/em&gt;adalah &lt;em&gt;mass collaboration&lt;/em&gt; dalam memproduksi sesuatu, tidak cuma media. &lt;em&gt;Mutual fund&lt;/em&gt;, atau reksa dana misalnya, adalah model &lt;em&gt;Wikinomics&lt;/em&gt;. Individu kian berperan dalam &lt;em&gt;creating&lt;/em&gt; (&lt;em&gt;economic&lt;/em&gt;) &lt;em&gt;value. It's democratisation in creating value&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;Ada &lt;em&gt;process sharing&lt;/em&gt;, ada &lt;em&gt;profit sharing&lt;/em&gt;, ada &lt;em&gt;cost sharing&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;even&lt;/em&gt; ada &lt;em&gt;pain sharing&lt;/em&gt;!&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Wikinomics&lt;/em&gt; menganjurkan kolaborasi, tidak hanya &lt;em&gt;strategic partnerships&lt;/em&gt; dengan pihak yang bukan saingan (seperti &lt;em&gt;vendors&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;complement parties&lt;/em&gt; lainnya) tetapi bahkan dengan saingan.&lt;br /&gt;Karena itulah lahir sebuah &lt;em&gt;buzzword &lt;/em&gt;baru: &lt;em&gt;coopetition! cooperation through competition&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;Contohnya ATM bersama.&lt;br /&gt;Bank-bank tentu bersaing satu sama lain. Akan tetapi sangat tidak efisien jika setiap bank mempunyai ATM masing-masing. &lt;em&gt;Overhead cost&lt;/em&gt;-nya terlalu mahal. Selain itu, pemerintah mungkin agak kurang suka melihat ATM &lt;em&gt;pabalatak&lt;/em&gt; di mana-mana, mengurangi keindahan kota. Jadi, mereka &lt;em&gt;sharing cost&lt;/em&gt; dalam bentuk ATM bersama.&lt;br /&gt;Operator seluler, juga ada yang mulai &lt;em&gt;coopetition&lt;/em&gt;. Mereka berpikir kemungkinan untuk &lt;em&gt;sharing&lt;/em&gt; menara BTS.&lt;br /&gt;Saya kira, ini adalah celah bagi kita untuk &lt;em&gt;creating values&lt;/em&gt;. Dan, tentu ini adalah celah dakwah kita dalam memberdayakan individu.***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29425257-1670997785422528895?l=budhiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://budhiana.blogspot.com/feeds/1670997785422528895/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29425257&amp;postID=1670997785422528895&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/1670997785422528895'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/1670997785422528895'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://budhiana.blogspot.com/2007/04/convergence-world-and-wikinomics.html' title='Convergence World and wikinomics'/><author><name>Budhiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04487597235525271087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29425257.post-507318054510424933</id><published>2007-04-08T01:06:00.000-07:00</published><updated>2007-04-08T02:21:43.376-07:00</updated><title type='text'>Kawin dulu Ah...</title><content type='html'>&lt;strong&gt;MINGGU&lt;/strong&gt; 8 April 2007. Hari yang cerah. Jam 12.00 aku sampai di kantor. Kulihat &lt;em&gt;office boy-&lt;/em&gt;ku, namanya Hada, baru datang naik motor bebeknya. Heran, kok dia jam segitu baru datang. Mestinya sebelum jam 8 pagi dia sudah harus ada. Jangan-jangan di mejaku belum ada air putih dan kopi.&lt;br /&gt;Dia memang &lt;em&gt;office boy&lt;/em&gt; kami yang paling unik, baik dan jujur. Meski bergaji &lt;em&gt;office boy&lt;/em&gt;, dia punya empat bini! Dan, tiga di antaranya tinggal satu rumah! &lt;em&gt;Ruarrr biasa&lt;/em&gt;! begitu kata kawan-kawan sekantor.&lt;br /&gt;Belakangan, satu istrinya yang sudah dicerai, sehingga dia kini punya tiga istri.&lt;br /&gt;Betul, di mejaku belum ada air putih. Padahal sebentar lagi aku harus menyantap bekal makan siang yang disiapkan istri tercinta dari rumah.&lt;br /&gt;Tiba-tiba dia datang dari pintu belakang. Kalau air minum terlambat datang, biasanya omelanku begini,"Juragan, mana air minum saya. Saya sejak subuh tadi di kantor, kok belum dikasih air!"&lt;br /&gt;"Oh...siap bos, tenang," begitu dia biasa menjawab sambil senyum.&lt;br /&gt;Kali ini pertanyaanku  agak lain. "Juragan, dari mana saja. Jam segini baru &lt;em&gt;nongol&lt;/em&gt;??"&lt;br /&gt;Dengan kalem dia menjawab dalam Bahasa Sunda,"&lt;em&gt;Nembe ti pengker bos. Nembe dirapalan&lt;/em&gt;!"&lt;br /&gt;(Baru dari belakang bos habis akad nikah) katanya sambil jempol kanannya menunjuk ke gang di belakang kantor.&lt;br /&gt;Semula aku biasa saja. Kukira dia bercanda.&lt;br /&gt;Tapi teman-teman dekat dia ke kantor meyakinkan aku bahwa apa yang dikatakan dia itu benar adanya.&lt;br /&gt;Apaaa????&lt;br /&gt;Aku panggil lagi si juragan Hada.&lt;br /&gt;"Benar itu kamu tadi bilang kawin lagi?" kataku.&lt;br /&gt;"Iya bos," kata dia kalem.&lt;br /&gt;"Jadi ini istri yang kelima?" tanyaku lagi penasaran.&lt;br /&gt;"Iya bos. Dia janda, baru pulang dari Arab setelah kerja dua tahun di sana!"&lt;br /&gt;Kawan-kawan se-kantor lainnya juga terbelalak matanya seperti nggak percaya.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;How come?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Memang kata teman-teman, tadi pagi sebelum jam 8 dia sudah datang. Kemudian dia beres-beres meja wartawan dan redaktur. Setelah itu, kira-kira jam 9.00 dia cuma bilang,"Mau keluar dulu sebentar!"&lt;br /&gt;Nah, rupanya habis akad nikah yang cuma dua jam itu, dia kembali lagi ke kantor dan bekerja lagi seperti biasa. Ulangi: kembali lagi ke kantor dan bekerja seperti biasa!&lt;br /&gt;Kontan Minggu siang itu Juragan Hada jadi bintang di kantor kami. Semua bertanya kok bisa sih? Kok tahu-tahunya dia bahwa di belakang ada janda baru pulang dari Arab. Kok bisa-bisanya keluarga di perempuan menerima si Playboy jap jempol satu ini.&lt;br /&gt;"&lt;em&gt;Ah...eta mah tergantung kawantun bos&lt;/em&gt;," kata dia (Ah...itu sih tergantung keberanian kita)&lt;br /&gt;"Saya bilang sama dia sudah punya tiga istri dan punya anak-anak. Terus saya &lt;em&gt;liatin&lt;/em&gt; slip gaji saya. Ya dia bilang tetap mau sama saya," kata dia kalem.&lt;br /&gt;Punya istri banyak. Itulah yang menjadi keunikan dia.&lt;br /&gt;Bayangkan teman-teman yang gajinya jauh lebih besar dari dia, nggak berani beristri lebih dari satu.&lt;br /&gt;Keunikan lainnya, yaitu itu tadi. Menikah tanpa meninggalkan pekerjaan kantor!&lt;br /&gt;Semua geleng-geleng kepala.&lt;br /&gt;Tapi semua kemudian kembali ke meja masing-masing untuk meneruskan pekerjaan.&lt;br /&gt;Sekitar jam 14.30, salah seorang kawan pesan gado-gado. Makanan itu datang. Dan kawan saya ini mau mengambil sendok ke dapur.&lt;br /&gt;Sial! dapur ternyata terkunci.&lt;br /&gt;Motor si juragan Hada &lt;em&gt;kagak&lt;/em&gt; ada di tempat. Berarti dapur dikunci oleh dia.&lt;br /&gt;"Ke mana si Hada?" tanya temanku itu.&lt;br /&gt;"Dia barusan izin mau pulang lebih awal. Bilangnya mau 'mengeksekusi' bini barunya itu," kata &lt;em&gt;office boy&lt;/em&gt; lainnya sambil tertawa.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;What a weird but wonderful world ha...ha...ha...&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;What a happy happy day ha....ha...haaa.&lt;strong&gt;***&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29425257-507318054510424933?l=budhiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://budhiana.blogspot.com/feeds/507318054510424933/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29425257&amp;postID=507318054510424933&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/507318054510424933'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/507318054510424933'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://budhiana.blogspot.com/2007/04/kawin-dulu-ah.html' title='Kawin dulu Ah...'/><author><name>Budhiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04487597235525271087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29425257.post-5344200412152733290</id><published>2007-04-07T06:30:00.000-07:00</published><updated>2007-04-07T07:45:06.844-07:00</updated><title type='text'>Guitartainment</title><content type='html'>&lt;strong&gt;BULAN&lt;/strong&gt;-bulan ini ada &lt;em&gt;gawe &lt;/em&gt;yang saya jalani dengan penuh enjoy. &lt;em&gt;Ngurus&lt;/em&gt; gitar!&lt;br /&gt;Beberapa bulan lalu saya didatangi Benk Benk, personil PAS Band. Benk Benk datang ditemani Iwan Wirawan dan Aam.  PAS Band adalah grup band papan atas di negeri ini, mereka berasal dari Bandung.&lt;br /&gt;Sewaktu SMA, saya memang suka main band. Nama grup band kami adalah Mercury. Iwan adalah drummer, saya memegang gitar melodi, Iyan pada rhytm, dan (almarhum) Maepul pada bass (mudah-mudahan Tuhan melapangkan jalan untukmu Pul). Grup ini dinamai Mercury, karena kami berempat penggemar berat Queen, yang vokalisnya Fredy Mercury. Meski penggemar Queen, ada beberapa lagu yang kami mainkan dari grup Led Zeppelin, seperti &lt;em&gt;Stairway to Heaven&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;Nah...menurut pengakuan Benk Benk, waktu itu dia belum jadi pemain band. Terus dia pernah menonton penampilan kami di panggung 17 Agustus. He...he dia rupanya terilhami permainan Mercury, terutama pada Iwan ang bisa menggebuk drum sambil nyanyi. Dari situ Benk Benk mulai main band.&lt;br /&gt;Malam itu, sekitar akhir Januari, di rumah saya kami berkumpul. Mula-mula kita diskusi soal musik, variasi sound system, trik dan intrik dunia rekaman, dan lain-lain. Saya sudah lama meninggalkan dunia musik rock dan lebih menekuni gitar klasik. Jadi mendengar penjelasan Benk Benk, saya merasa tertinggal jauh dari perkembangan tekonolog musik.&lt;br /&gt;Kami juga berdiskusi soal musik. dan yang paling menarik adalah diskusi tentang musik dan spiritualitas. Bahkan saya berpendapat tidak ada pertentangan antara musik dengan religiusitas/spirtualitas. Benk Benk yang rajin puasa Senin Kamis ini sangat antusias membahas topik ini.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Yupp...&lt;/em&gt;ambil contoh Bob Marley dengan musik raggae-nya. Bob Marley, si rambut gimbal ini memang pengisap marijuana. Akan tetapi jika meresapi lirik-lirik lagunya, saya merasakan adanya pembebasan di sana. "Get up, stand up!" kata dia, untuk memotivasi rakyat Jamaica menghadapi penindasan.&lt;br /&gt;Atau lagu &lt;em&gt;Brick on the Wall&lt;/em&gt;-nya Pink Floyd. &lt;em&gt;We don't need no education, we don't need no thought control.&lt;/em&gt; Lirik ini menyindir politik pendidikan di Afrika Selatan semasa politik apartheid. Atau simak, juga dari Pink Floyd,"&lt;em&gt;Bring the boys back home!&lt;/em&gt;" yang meminta pemerintah AS menarik para tentara AS dari ajang perang Vietnam. Sungguh religius dan spiritualis. Belum lagi kalau kita simak syair-syairnya Sting setelah bersolo karir meninggalkan the Police. Atau Iwan Fals ketika berbicara soal Umar Bakrie, protes buruh dan sebagainya.&lt;br /&gt;Ya kita bisa mengenalkan nilai religius tanpa harus menyebut kata nabi, atau tuhan.&lt;br /&gt;Nah...&lt;br /&gt;Bagi Iwan, mungkin ini sebuah jalan keluar dari kegelisahannya. Apakah musik, termasuk rock tidak bertentangan dengan agama?&lt;br /&gt;Malam itu, mereka menawarkan saya untuk gabung ke dalam Guitartainment, sebuah komunitas gitar yang diprakarsai Aam, Iwan dan Benk Benk. Saya langsung setuju. Dan malam itu kami menggagas strategi pengembangan.&lt;br /&gt;Komunitas ini ingin menjadi tempat belajar, berkomunikasi, tukar pikiran, sampai nge-jam. Kami ingin membuka persoalan gitar ini dari mulai persoalan filosofis, sampai teknis. Rencananya, kami juga akan memberikan kurusus bagi mereka yang tidak mampu kursus di tempat formal karena biaya yang mahal. Semua bisa mengikuti, syaratnya cuma satu : No drugs!&lt;br /&gt;Lumayan, beberapa hari setelah itu Guitartainment sudah masuk ke SMA-SMA. Benk Benk memberikan guitar coaching dan guitar clinic. Antusiasme anak-anak itu luar biasa. Mereka bertanya dari hal filosofis seperti persahabatan antara gitar dengan manusia, hingga teknis petik gitar, pabrik gitar, pemain gitar top, dan lain-lain. Kita yakinkan bahwa dengan bermain gitar, seseorang bisa menggantungkan hidup. Bahkan dengan bermain gitar, makna hidup bisa ditelusuri.&lt;br /&gt;Sedikit KKN kan boleh...&lt;br /&gt;Nah..ketika coaching di SMA 24, saya minta reporter Belia (sisipan remaja "PR") untuk meliputnya. Lumayan, reportasenya bagus.&lt;br /&gt;Minggu (8/4) radio CBL (anak radio Mara) meminta Benk Benk untuk interaktif di udara. &lt;em&gt;Ok let's see, how guitartainment works&lt;/em&gt;?**&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29425257-5344200412152733290?l=budhiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://budhiana.blogspot.com/feeds/5344200412152733290/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29425257&amp;postID=5344200412152733290&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/5344200412152733290'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/5344200412152733290'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://budhiana.blogspot.com/2007/04/guitartainment.html' title='Guitartainment'/><author><name>Budhiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04487597235525271087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29425257.post-2793311316077916263</id><published>2007-03-04T01:27:00.000-08:00</published><updated>2007-03-04T02:54:25.254-08:00</updated><title type='text'>Kehilangan</title><content type='html'>&lt;strong&gt;MAAFKAN&lt;/strong&gt; saya wahai &lt;em&gt;blog&lt;/em&gt;-ku. Sebulan penuh saya tidak mengisimu selama Februari aku tidak mengisimu. Februari memang bulan yang aneh, yang membuat aku sangat sibuk dan down. Awal Februari, istriku sakit selama seminggu. Kami baru saja ditinggal pembantu yang baru bekerja selama 3 bulan, dan tidak merasa betah.&lt;br /&gt;Begitu istri sembuh, ada kabar bapak mertua sakit di Majalengka. Karuan saja, konsentrasi pecah. Beberapa hari kemudian, dikabarkan juga bapak mertua masuk rumah sakit di sana. Tiga hari tidak sembuh, akhirnya kami putuskan, istri dan anak-anak berangkat diantar sopir ke Majalengka, sementara saya belum bisa meninggalkan kantor.&lt;br /&gt;Sore hari dapat telepon dari istri, bapak mertua benar-benar repot. Dokter di sana tidak tahu apa penyakitnya.&lt;br /&gt;Akhirnya, saya putuskan agar bapak mertua dibawa ke Bandung. Dengan menyewa ambulans, sore itu juga bapak mertua dipindah ke RS Muhammadiyah di Bandung, yang jaraknya tidak jauh dari rumah. Selain itu, di RS ini juga ada beberapa dokter yang saya kenal baik: Dr. Rahmat Gunadi yang tetangga itu, dr. Satrio Waspodo, teman waktu di organisasi dulu, dr. Hamdan yang mantan adik mentoring dan mantan dirut RS itu, dr. Tetty yang adiknya kepala bagian personalia di Pikiran Rakyat.&lt;br /&gt;Tanggal 8 Februari sore pukul 19.00 bapak ambulans tiba. Bapak mertua tampak setengah sadar. Ah...perasaanku jadi tidak enak. Sakitnya beliau agak aneh, dan wajahnya itu beraura aneh pula. Tapi saya tidak mau berpikir terlalu jauh. Setelah diperiksa, kami inapkan bapak di kelas 1.&lt;br /&gt;Selama seminggu, kondisi beliau tidak membaik, dan juga tidak memburuk. Tapi, bapak terus mencret-mencret. Dokter Octo yang memeriksa, juga bingung. Mulailah kebingungan saya. Pertama, bagaimanapun juga kemampuan finansial saya dan anak-anak bapak mertua, sangat terbatas. Kedua, kakak ipar saya (lelaki) yang sejak awal menunggu, mulai gelisah. Dia tidak mungkin menunggu terus karena harus menjalankan usahanya. Terlalu lama usahanya tutup, dia bisa kehilangan konsumen. Kakak ipar perempuan,  yang tinggal di Lembang juga begitu. Toko dan wartelnya sudah lama tutup. Saya pun harus bolak-balik mengantar anak ke sekolah, menjemputnya dan menitipkannya di rumah Ibu.&lt;br /&gt;Mau membawa bapak pulang, dr. Satryo mengatakan, ginjal bapak berstatus "ARF" (apa tuh...). Jangan sampai jatuh ke status "CRF "(apa pula tuh?). Jadi tunggu ginjalnya pulih. Otherwise, bapak bisa terserang gagal ginjal dan artinya harus cuci darah. &lt;em&gt;What...?&lt;/em&gt; Cuci darah? Pasti mahal sekali!&lt;br /&gt;Kemudian, saya membaca medical record. Dr. Octo menduga bapak kena Evan's syndromme. Di kantor segera saya surfing, mecari tahu "binatang apa" itu Evan's Syndromme. &lt;em&gt;Bingo&lt;/em&gt;...banyak sekali informasinya. Namun, begitu tahu lebih dalam, saya menjadi begitu bingung. Ini penyakit yang terkait dengan darah, dan pasti penyembuhannya akan sangat lama dan mahal.&lt;br /&gt;Haruskah bapak dibawa pulang?&lt;br /&gt;Mmembawa bapak ke rumah sama artinya membunuh pelan-pelan, karena kami tidak mengerti perawatannya, apalagi jika kemudian timbul hal-hal yang mendadak. Hari ke tujuh, penyakit itu menjadi jelas. Dr. Rachmat Sumantri, ahli darah, setelah melihat hasil lab mencurigai adanya &lt;em&gt;multiple myeloma&lt;/em&gt; alias kanker darah!&lt;br /&gt;Ya Tuhan....&lt;br /&gt;Tapi, untuk memastikannya, harus ada pemeriksaan lebih lanjut. Sementara dr. Rachmat Sumantri pergi ke Singapura untuk tiga hari.&lt;br /&gt;Salah seorang kakak ipar saya, Ida Digon, berada di Paris. Dia menikah dengan orang Prancis. Sebagai orang yang paling kuat secara finansial, dia menelfon saya untuk tetap merawat bapak di RS.&lt;br /&gt;Mulai hari ketujuh itu, kondisi bapak memburuk. Tiba-tiba bapak "pup". Faeces-nya hitam. Istri saya menyangka itu darah. Dia menelepon saya ke kantor. Sya sedang rapat, kemudian minta izin pimpinan untuk pulang.&lt;br /&gt;Saat bingung itu, saya pergi ke rumah Ibu. Hanya ibu yang biasanya bisa memberi kekuatan.&lt;br /&gt;Kata ibu,"mungkin bapak mertuamu sudah ingin 'pergi, tapi barangkali ada yang masih diberatkan oleh dia."&lt;br /&gt;Ibu mengingatkan bahwa saya masih punya utang kepada bapak mertua. Rumah bapak mertua saya beli. Akan tetapi saya masih menyisakan utang. "Cobalah ikrarkan di telinga bapak mertua!" kata Ibu.&lt;br /&gt;Salah seorang putri bapak mertua (kakak ipar saya), ada yang belum menikah. Mungkin juga ini menjadi beban bapak. Ada baiknya si kakak perempuan ini meyakinkan bapak agar bapak tidak khawatir.&lt;br /&gt;Selain itu, mungkin juga bapak tidak mau memberatkan anak-anaknya karena dirawat di RS berarti biaya rumah sakit yang besar. Dan memang, bapak selalu ngotot untuk pulang. Nah, kata ibu saya, kewajiban anak untuk berusaha maksimal. Yakinkan si sakit bahwa biaya itu ada!&lt;br /&gt;Segera saya ke rumah sakit. Sambil memegang tangan kanan bapak mertua, saya menyatakan bahwa saya masih punya utang. Bapak mertua mengangguk.&lt;br /&gt;Setengah berbisik, bapak mertua bertanya.&lt;br /&gt;"Biaya rumah sakit ini dari mana?"&lt;br /&gt;"Kan uang bapak masih ada di saya. Jadi tenang saja," jawab saya.&lt;br /&gt;"Apa masih ada sisanya?" tanya bapak sambil terengah-engah.&lt;br /&gt;"Ohh...masih! cukup besar pula sisanya!" jawab saya.&lt;br /&gt;"Memangnya sisanya mau bapak apakan?" tanya saya pula.&lt;br /&gt;"Perbaiki rumah!" jawab bapak.&lt;br /&gt;Mata saya tiba-tiba membasah.&lt;br /&gt;Betapa mulianya hati bapak mertua ini. Bahkan sisa utangnya ini dia minta agar digunakan untuk memperbaiki rumah yang sudah saya beli ini. Saya tahu, rumah ini adalah kebanggaan bapak mertua karena merupakan kristalisasi keringatnya bersama almarhum ibu mertua. Dulu ketika rumah ini akan dijual, bapak sering melamun. Bapak agak sedih ketika saya menolak membeli rumah ini.&lt;br /&gt;Rumah ini memang sudah beberapa kali diiklankan, tapi nggak pernah laku. Sampai akhirnya, saya menyadari, mungkin sudah takdir bahwa rumah ini jatuh ke tangan kami. Bapak memang ingin agar urmah ini menjadi tempat berkumpulnya anak-anak dan cucu-cucunya setiap hari besar dan hari libur, seperti Idulfitri misalnya.&lt;br /&gt;"Tenang saja pak. Yang penting bapak sembuh dulu ya?" kata saya.&lt;br /&gt;Bapak mertua pun mengangguk. Dan tak lama kemudian tertidur pulas.&lt;br /&gt;Sore hari, kaka ipar yang belum menikah pun mengikrar diri agar bapak jangankhwatir. Bapak pun semakin tenang. Sore hari, adik ipar bapak mertua datang menjenguk. Kami memintakan maaf bagi bapak. Uwak mertua pun mengangguk.&lt;br /&gt;Tapi...besoknya bapak gelisah!&lt;br /&gt;Kami berpikir keras, apa yang membuat bapak gelisah.&lt;br /&gt;Bapak berbisik. "Mimih...mimih!"&lt;br /&gt;Mimih adalah mertua bapak, atau neneknya istri saya. Usia mimih 83 tahun tapi dia masih segar, dan tinggal di Cikijing.&lt;br /&gt;Anak tertua bapak (Aa) segera menelpon famili di sana, dan minta agar famili itu datang ke rumah mimih dengan membawa handphone. Istri saya kemudian menelepon dan minta supaya mimih bicara di telepon.&lt;br /&gt;"Pak...ini Mimih di telepon," kata istri saya.&lt;br /&gt;Ajaib, bapak yang lemah lunglai ini berbinar. Tangannya yang tengah ditancapi jarum infus bergerak cepat sekali untuk meminta handphone itu.&lt;br /&gt;Mimih pun berbicara, sambil menangis mimih pun memberi maaf.&lt;br /&gt;"Du...Udu (nama bapak mertua). Mimih teh nyaah ka Udu. Ku mimih dihampura!&lt;br /&gt;(Du..Udu. Mimih itu saya pada Udu. Mimih memaafkan Udu.)&lt;br /&gt;Entah apa lagi ucapan mimih.&lt;br /&gt;Telefon pun beralih ke istri saya.&lt;br /&gt;Aneh lagi, bapak pun tidur dengan tenang.&lt;br /&gt;Bapak pun makan banyak.&lt;br /&gt;Tapi...kondisi tidak membaik.&lt;br /&gt;Akhirnya, dalam hati saya berdoa:&lt;br /&gt;"Tuhan, kalau memang Kau mau menjemput bapak, abillah bapak segera. Jangan terlalu lama. Tapi kalau masih dipercaya untuk melanjutkan hidup, sehatkanlah segera."&lt;br /&gt;Setelah berdoa seperti itu, entah mengapa tiba-tiba seolah-olah tenaga gaib memupuk jiwa saya.&lt;br /&gt;Saya menjadi tenang, meskipun tahu bahwa semakin lama di RS semakin besar biaya.&lt;br /&gt;Istri saya yang pucat bertanya,"Mengapa ayah begitu cerah hari ini?"&lt;br /&gt;"Saya baru ditegur Tuhan?" jawabku&lt;br /&gt;Istriku terheran. "Ditegur bagaimana?"&lt;br /&gt;"Ya semua kesulitan dan cobaan ini kan datangnya dari Dia. Pasti dia juga memberi jalan keluar!"&lt;br /&gt;Ya inilah yang beberapa hari terakhir aku lupakan karena kalut. Cobaan datang dari Tuhan, pasti Tuhan juga memberi jalan keluar.&lt;br /&gt;Jumat sore itu, Ibuku mengadakan pengajian (Aku salut sama ibuku. Dia begitu kuat memback up saya).&lt;br /&gt;Atas saran tetangga di belakang, kami mengaji Surat Ar Radu. Konon, orang NU percaya bahwa dengan membaca surat ini, kepastian akan sehat atau mati, akan segera tersingkap.&lt;br /&gt;Tapi, tetangga itu bertanya, apa bapak sudah buang air besar, dan bagaimana warnanya.&lt;br /&gt;Kata istri saya, terakhir kotorannya hitam.&lt;br /&gt;"Itu dalam bahasa Sundanya &lt;em&gt;tai pari,&lt;/em&gt; yaitu kotoran hitam penanda orang tersebut akan meninggal.&lt;br /&gt;Sore itu kami mengaji. Air zam zam oleh-oleh bibi dari Mekah diletakkan di atas meja.&lt;br /&gt;Pengajian selesai, air zam zam dibawa ke RS dan dibasuhkan ke wajah bapak mertua.&lt;br /&gt;Tetangga belakang, Bi Emar, kemudian mengatakan bahwa malam itu besannya dari Sukabumi akan datang menengok cucunya yang baru lahir. Kebetulan sang besan ini seorang ulama bijak. Mungkin, besok dia juga bisa diminta saran dan pendapat spiritualnya.&lt;br /&gt;Sabtu pagi 17 Februari, saya datangi pak kiai di rumah Bi Emar.&lt;br /&gt;Setelah menjelaskan keperluannya, kami pun berangkat ke RS, bersama paman, ibu dan kaka perempuan saya.&lt;br /&gt;Di rumah sakit, pak kiai berdoa, meraba-raba bapak yang sudah setengah sadar.&lt;br /&gt;Satu jam di RS, kami pun pulang.&lt;br /&gt;Pak kiai berpesan, nanti habis magrib, kita mengaji lagi Surat Ar Radu.&lt;br /&gt;Siang hari, bapak tertidur pulas.&lt;br /&gt;Magrib, kami mengaji lagi di rumah ibu. Mengaji surat Ar Radu sampai tamat.&lt;br /&gt;Selesai mengaji, pak Kiai berkata,"kita tunggu saja reaksinya. Biasaya kalau bersin, maka si sakit akan sembuh!&lt;br /&gt;Sekitar 10 menit kemudian, kakak ipar yang menunggu di RS menelfon, bapak repot!&lt;br /&gt;Saya dan istri bergegas ke RS. Sepuluh menit kemudian kami tiba. Kami setengah berlari menggapai lift. Masuk lift sampai ke lantai 4.&lt;br /&gt;Begitu sampai di mulut pintu, saya danistri melihat dokter dan perawat baru saja mencabut kabel-kabel EKG (?).&lt;br /&gt;Pukul 19.45 WIB.&lt;br /&gt;"Bapak sudah tidak ada," ujar dokter.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Innalillahi wa inna ilaihi roojiuuun.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Meledaklah tangis istri saya.&lt;br /&gt;Sementara, saya bisa tenang dan segera menghubungi keluarga.&lt;br /&gt;Saya hubungi juga dokter Satrio untuk sekadar mengucapkan terimakasih. Eh...dokter Satrio datang, ikut mengurus jenazah, bahkan sampai mendorong jenazah ke tempat pemandian.&lt;br /&gt;Saya merasa, kepastian itu sudah datang dan melegakan.&lt;br /&gt;Bapak sudah pergi setelah mendapatkan kata maaf yang tulus dari kerabat-kerabatnya.&lt;br /&gt;Jam 23.00 jenazah kami bawa ke rumah.&lt;br /&gt;Tampak rumah sudah dibereskan. Pengurus RW dan hansip ikut membereskan. Maklum, di kompleks di mana Pak Mendagri, Kang Edi D. Iskandar juga tinggal ini, saya adalah seksi keamanan, alias komandan hansip.&lt;br /&gt;Malam itu, kami begadang memeprsiapkan segala sesuatunya.&lt;br /&gt;Bapak akan dimakamkan di Cikijing, dan kami harus berangkat sepagi mungkin untuk menghindari kemacetan dan hujan.&lt;br /&gt;Pukul 7.30, setelah selesai sambutan RW dan keluarga, kami berangkat untuk memakamkan bapak. Ratusan pelayat datang dan melepas kepergian kami. Pertanda bapak emmang orang baik terhadap tetangga.&lt;br /&gt;Dengan menggunakan ambulans milik Pikiran Rakyat, kami menysurui jalan sepanjang Bandung-Cikijing. Pukul 10.30, rombongan sampai ke pemakaman desa Cimukti. Jenazah bapak di bawa ke masjid di situ, karena masih banyak warga dan kerabat yang ingin menyalatkan bapak.&lt;br /&gt;Pukul 11.00 bapak dimakamkan. Dan pukul 11.30 tanah basah sudah menutupi jasad bapak.&lt;br /&gt;Selamat jalan pak...terimakasih atas nasihat dan petuah bapak terhadap kami.&lt;br /&gt;......&lt;br /&gt;Begitulah &lt;em&gt;blog&lt;/em&gt;, bulan Februari ini bulan penat, tetapi penuh makna.&lt;br /&gt;Betapa cinta itu sangat dahsyat. Kita akan sangat sedih ketika kehilangan orang yang dicintai.&lt;br /&gt;Dan, wahai &lt;em&gt;blog&lt;/em&gt;-ku, orang tua ternyata tempat kita bersandar. Ketika kami yang muda ini kalut, ibu saya tercinta memupuk kesadaran kita dengan cintanya. &lt;em&gt;That's what parents are for!&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Kasih sayang orang tua tak mungkin terbayar.&lt;br /&gt;Bagaimana cara membayarnya?&lt;br /&gt;Lakukanlah hal yang sama: cintailah anak-anak kita!&lt;br /&gt;Dan satu lagi blog, benarlah keyakinanku. Tuhan ternyata memberi jalan.&lt;br /&gt;Biaya rumah sakit itu sangat besar!&lt;br /&gt;Tapi kami, anak-anak dan menantu almarhum, mampu membayar rumah sakit.&lt;br /&gt;Saya hanya utang kepada ibu, dan itu pun sudah lunas.&lt;br /&gt;Saya dan istri cuma tersenyum, kok kita mendapat uang sebesar itu pada saat kepepet. Pada saat tidak kepepet, kita ngga pernah dapat uang sebesar namun secepat itu!&lt;br /&gt;Terima kasih Tuhan....&lt;br /&gt;Kau memang tak pernah meninggalkan kam!***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29425257-2793311316077916263?l=budhiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://budhiana.blogspot.com/feeds/2793311316077916263/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29425257&amp;postID=2793311316077916263&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/2793311316077916263'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/2793311316077916263'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://budhiana.blogspot.com/2007/03/kehilangan.html' title='Kehilangan'/><author><name>Budhiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04487597235525271087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29425257.post-8988528638633101448</id><published>2007-01-30T22:41:00.000-08:00</published><updated>2007-01-30T23:10:59.305-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NU'/><title type='text'>Kiai Alawy</title><content type='html'>&lt;strong&gt;AKHIR&lt;/strong&gt; Januari ini Partai Persatuan Pembangunan (PPP) punya hajat besar: muktamar. Tempatnya di Hotel Borobudur Jakarta.&lt;br /&gt;Biasa, yang namanya kongres &lt;em&gt;atawa&lt;/em&gt; muktamar, selalu dihiasi hembusan isu &lt;em&gt;money politics.&lt;/em&gt; Semua peserta secara verbal menolak isu &lt;em&gt;money politics&lt;/em&gt;, apalagi para calon ketua umum partai berlambang Ka'bah ini.&lt;br /&gt;Nah yang tidak anti &lt;em&gt;money politics&lt;/em&gt; di antaranya Kiai Alawy, ulama Nahdatul Ulama (NU) bertutup kepala a la Pangeran Diponegoro, berjubah, berjenggot dan bertongkat. Giginya menghitam karena suka mengisap pipa. "&lt;em&gt;Money politics&lt;/em&gt; itu bagus. &lt;em&gt;Kan&lt;/em&gt; kalau sebuah partai itu kaya, maka akan banyak yang ikut!" katanya seperti ditirukan &lt;em&gt;detik.com.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Kiai asal Sampang Madura ini memang antik dan unik.&lt;br /&gt;Saya ingat ke masa kampanye pemilu tahun 1997.&lt;br /&gt;Pada waktu itu Ketua Umum DPP Golkar, Harmoko sedang dirundung malang. Gara-gara memelesetkan bacaan Al-Fatihah saat mendalang di Solo, umat Islam tersinggung. Presiden Soeharto yang juga Ketua Dewan Pembina Golkar memanggil Harmoko dan memarahinya. Harmoko pun pucat.&lt;br /&gt;Tidak lama setelah itu, ada giliran kampanye terbuka PPP. Di Kelurahan Papanggo, di Jakarta Utara, tampillah sang juru kampanye PPP, Kiai Alawy. Dia berbicara dengan semangat, jubahnya sesekali dia kibaskan ke belakang. Tutup kepala ala Dipenogoronya tidak membuat kepalanya berat.&lt;br /&gt;Tibalah saat akhir pidato, masuk ke dalam acara doa.&lt;br /&gt;Kiai Alawy mengibaskan lagi jubahnya.Tangan kanan menggenggam tongkat kebanggaanya. Diketukkannya tongkat itu ke lantai panggung. Kedua tangannya direntangkan. Sambil menengadah ke atas, Kiai berlogat Madura ini mengucap doa:&lt;br /&gt;"Ya Allaaahh....pelesetkanlah lagi Harmoko supaya coblos pe tiga (PPP,red)!!!***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29425257-8988528638633101448?l=budhiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://budhiana.blogspot.com/feeds/8988528638633101448/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29425257&amp;postID=8988528638633101448&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/8988528638633101448'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/8988528638633101448'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://budhiana.blogspot.com/2007/01/kiai-alawy.html' title='Kiai Alawy'/><author><name>Budhiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04487597235525271087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29425257.post-3230883456976978853</id><published>2007-01-30T22:24:00.000-08:00</published><updated>2007-01-30T23:03:39.692-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NU'/><title type='text'>NO Smoking!</title><content type='html'>&lt;strong&gt;DULU&lt;/strong&gt; kantor Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) di Jln. Kramat Jakarta Pusat tidak semegah sekarang. Bentuknya tidak teratur dan rada kumuh. Kantor ini, sempit dan tanpa AC. Kantor yang sempit ini terasa makin sempit dan sumpek kalau para kiai sepuh datang untuk rapat. Sempit karena jumlah kiai yang mau rapat banyak sekali. Sumpek karena para kiai ini nggak bisa lepas dari rokok. Mereka &lt;em&gt;ngelepus&lt;/em&gt; kayak kereta api.&lt;br /&gt;Kemudian, atas inisiatif sebagian kiai yang tidak merokok, pengurus memasang AC. Maksudnya supaya di markas NU ini tidak ada yang merokok lagi. Kemudian pengurus pun memasang tulisan "NO SMOKING!" di berbagai ruangan.&lt;br /&gt;Berhasil?&lt;br /&gt;Ternyata tidak.&lt;br /&gt;Para kiai sepuh itu tetap saja dengan kebiasaannya yang sudah mengurat mengakar: merokok!&lt;br /&gt;Nah...ada kiai junior yang dengan agak canggung menegur kiai senior.&lt;br /&gt;"Pak kiai...anu!" ujarnya sambil dan jempol kanannya menunjuk ke tulisan "NO SMOKING!"&lt;br /&gt;Para kiai sepuh yang dibidik itu pun melirik tulisan itu sebentar. Kemudian merokok lagi.&lt;br /&gt;Dan apa kata para kiai yang rata-rata ebrumur 70 tahun ini?&lt;br /&gt;"Itu kan eN Oe Smoking! Jadi boleh merokok!"&lt;br /&gt;Ya dulu itu NU adalah NO alias Nahdatoel Oelama. So, NU Smoking!***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29425257-3230883456976978853?l=budhiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://budhiana.blogspot.com/feeds/3230883456976978853/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29425257&amp;postID=3230883456976978853&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/3230883456976978853'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/3230883456976978853'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://budhiana.blogspot.com/2007/01/no-smoking.html' title='NO Smoking!'/><author><name>Budhiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04487597235525271087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29425257.post-7500277325661725016</id><published>2007-01-30T21:53:00.000-08:00</published><updated>2007-01-30T23:01:37.996-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NU'/><title type='text'>Smoking</title><content type='html'>&lt;strong&gt;WAKTU&lt;/strong&gt; masih bertugas sebagai reporter di Biro Jakarta, saya dan beberapa wartawan se-gang sering menyambangi Kantor Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) di Jln. Kramat. Waktu itu kantor PBNU belum semegah seperti sekarang. Bentuknya nggak beraturan, rada kumuh, halamannya pun dihiasi pedagang kaki lima: tukang rujak dan tukang sate.&lt;br /&gt;Sebagai wartawan muda, saya dan teman-teman sangat gandrung mendengarkan analisis, petuah serta wacana tentang agama dan demokrasi dari Gus Dur yang waktu itu menjabat ketua umum. Ada seorang kakek tua bernama Pak Somad. Dia adalah asisten Gus Dur.&lt;br /&gt;Nah...Pak Somad itu paling &lt;em&gt;welcome&lt;/em&gt; kepada gang kami. Kalau kepada orang lain dia bisa bilang,"Gus Dur kagak ada di tempat!" Kepada kami Pak Somad selalu berbisik. "Ssst...jangan bilang siapa-siapa, Gus Dur ada di dalam. Cepat masuk!"&lt;br /&gt;Mengapa Pak Somad begitu baik.&lt;br /&gt;Rahasianya adalah: rokok!&lt;br /&gt;Pak Somad paling suka rokok Djarum. Dan sekali datang kami beri dia lima bungkus.&lt;br /&gt;Nah...sambil mulutnya ngelepus, kami asyik di dalam. Kalau di luar ada tamu yang nggak penting, Pak Somad suka bilang,"Gus Dur nggak ada!" atau "Gus Dur sedang ada tamu penting, nggak bisa diganggu!" Padahal tamu itu cuma kita-kita.&lt;br /&gt;Gara-gara nyogok dengan rokok itulah, kami bisa ngobrol lama dengan Gus Dur.&lt;br /&gt;Ruang kerja Gus Dur sangat sempit, namun dari ruangan sempit itu wawasan kami meluas.***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29425257-7500277325661725016?l=budhiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://budhiana.blogspot.com/feeds/7500277325661725016/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29425257&amp;postID=7500277325661725016&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/7500277325661725016'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/7500277325661725016'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://budhiana.blogspot.com/2007/01/smoking.html' title='Smoking'/><author><name>Budhiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04487597235525271087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29425257.post-116962950679946426</id><published>2007-01-24T00:34:00.001-08:00</published><updated>2007-01-24T01:05:06.803-08:00</updated><title type='text'>Saddam Husein</title><content type='html'>&lt;strong&gt;AKHIR&lt;/strong&gt; pekan lalu saya beres-beres rumah. Hari libur tidak ada kerjaan, karena itu saya bereskan rak buku. Saya hitung lagi koleksi buku. Ketika membuka laci buku di bawah, ada sebuah kantong plastik hijau. Kemudian kubuka kantong itu.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ohh&lt;/em&gt;...isinya benda mahal yang selama ini aku simpan.&lt;br /&gt;Ya..benda itu adalah sebuah lempengan tembaga.&lt;br /&gt;Bukan cuma tembaga, dia adalah lempengan tembaga eks patung Saddam Husein.&lt;br /&gt;Mungkin pembaca masih ingat ketika marinir AS masuk kota Bagdad dan meruntuhkan patung Saddam Husein di Taman Firdaus. Taman itu letaknya tepat di depan Hotel Palestina dan Hotel Sheraton tempat para wartawan menginap, termasuk saya dan 10 wartawan Indonesia lainnya.&lt;br /&gt;Ketika patung itu tersungkur ke tanah, ratusan rakyat Irak yang benci Saddam kemudian menyeret patung itu ke jalanan. Mereka menginjak-injaknya dan meludahinya. Ya mereka meneriakkan sumpah serapah.&lt;br /&gt;Setelah habis tenaga, akhirnya para pencaci itu menghilang entah kemana. Mereka takur akan desas-desus bahwa pasukan Saddam akan come back menyerang Bagdad menggunakan gas kimia.&lt;br /&gt;Selama beberapa hari patung itu tergolek di jalan.&lt;br /&gt;Rekan wartawan dari Jawa Pos, Purwanto dan reporter SCTV Merdi Sofansyah  punya ide gila. "Kita gergaji itu patung, kemudian lempengnya bisa kita bawa ke tanah air sebagai kenang-kenangan."&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Yes, we (11 of us) were the luckiest Indonesians. We witnessed the great historical moment of Bagdad at 21 st century.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Lempeng itu kemudian digergaji dan dibagi-bagi di antara kami.&lt;br /&gt;Cukup lama saya menatap lempengan logam berukuran kira-kira 15x10 cm itu.&lt;br /&gt;Kenapa lama?&lt;br /&gt;Pikiran saya menerawang kepada sosok Saddam Hussein yang baru saja menjalani hukuman gantung. Pikiran saya menerawang kepada saat-saat menegangkan dan mengancam jiwa ketika kami memutuskan masuk ke Bagdad. Sungguh sebuah pengalaman yang tidak mungkin terlupakan.&lt;br /&gt;Tentang Saddam. Sikap saya mendua. Saya pembenci, sekaligus pengagum dia.&lt;br /&gt;Benci karena kediktatorannya, tetapi kagum akan kekuatan dan persistensinya. Ketika Arab bertekuk lutut kepada AS, hanya dia yang berdiri menantang.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;History repeat&lt;/em&gt;...serangan AS ke Bagdad mirip dengan sebuan Mongol 1258 ke Bagdad.&lt;br /&gt;Sebelum Jenderal Tony Franks mengorkrestasi gempuran dari Central Command di Doha, Qatar, terbentang dua pilihan bagi Saddam: Mundur dari tahta bak Raja Babilonia Gilgamesh dan pergi mencari keabadian, atau terbunuh seperti terbunuhnya Khalifah Mustazim oleh tentara Mongol.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Saddam has choosed his fate&lt;/em&gt;. Dia memilih mati di tangan Amerika.&lt;br /&gt;Lempengan tembaga itu bak mesin waktu yang membawaku ke Bagdad, empat tahun lalu. Emosi pun membuncah. Haru, marah, getir dan lain-lain...&lt;br /&gt;LEmpeng itu saya simpan lagi ketika kedua anakku Rayhan dan Nina berteriak:"Ayah...ayah...gendong!"&lt;br /&gt;Well, kedua anakku tersayang ini heran, mengapa ayahnya begitu lama menatap lempengan hitam itu.&lt;br /&gt;"&lt;em&gt;My love kids, some day, I will tell you this story..."&lt;/em&gt; Bukan tidak mungkin kalian akan menjadi sosok sekuat Saddam, but please jangan kejam seperti dia.&lt;strong&gt;***&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29425257-116962950679946426?l=budhiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://budhiana.blogspot.com/feeds/116962950679946426/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29425257&amp;postID=116962950679946426&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/116962950679946426'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/116962950679946426'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://budhiana.blogspot.com/2007/01/saddam-husein_24.html' title='Saddam Husein'/><author><name>Budhiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04487597235525271087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29425257.post-116712850620661645</id><published>2006-12-26T01:50:00.000-08:00</published><updated>2006-12-26T02:21:46.216-08:00</updated><title type='text'>Ohh...Lion Air</title><content type='html'>&lt;strong&gt;PADA &lt;/strong&gt;15 Desember lalu, saya pulang dari Denpasar ke Bandung melalui Jakarta menumpang Lion Air PK-LIL. Jadwal terbangnya jam 14.20 Wita, tetapi kemudian Lion men-&lt;em&gt;delay&lt;/em&gt; penerbangan jadi jam 15.25.&lt;br /&gt;Bulan Desember penumpang meledak di Bandara Ngurahrai, sampai-sampai saya tidak dapat tempat duduk sebelum &lt;em&gt;boarding&lt;/em&gt;. Tiga jam lebih saya jalan-jalan keliling tempat tunggu. Kemudian saya membeli buku &lt;em&gt;The Jesus Paper&lt;/em&gt;, karangan Michael Baigent. (Buku ini merupakan salah satu referensi Dan Brown dalam menulis &lt;em&gt;Da Vinci Code&lt;/em&gt;). &lt;em&gt;Uhh&lt;/em&gt;...betapa penatnya pungung dan pinggang. Saya membaca sambil berdiri, sampai akhirnya ada pengumuman bahwa penumpang Lion Air bisa &lt;em&gt;boarding&lt;/em&gt;. Buru-buru saya panggul ransel berat berisi laptop, kamera dan alat-alat jurnalistik lainnya.&lt;br /&gt;Setelah antre berdesakan, akhirnya tibalah saya pada kursi jajaran 10. Tempat dudukku sebetulnya 10 F, tetapi sudah ada orang yang seenaknya menempati kursi dekat jendela itu. Padahal saya paling suka duduk dekat jendela sambil melihat ke awan atau ke bawah.&lt;br /&gt;Tapi nggak apa-apa...Setelah menyimpan ransel berat itu di bagasi kabin, saya pun duduk di kursi 10 F. Setelah 3 jam berdiri, akhirnya dapat tempat duduk juga. Empuk lagi. &lt;em&gt;Fuhh&lt;/em&gt;...saya narik nafas panjang sambil menggeliat. Mata pun berair sedikit tanda lelah.&lt;br /&gt;Nah...setelah mata nggak kabur lagi, tiba-tiba pandangan saya terantuk pada tulisan di punggung kursi 9 E depan saya. Ada beberapa kalimat dalam bahsa Indonesia dan diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris. Kira-kira begini tulisannya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Kencangkan ikat pinggang ketika duduk.&lt;br /&gt;Versi Inggrisnya:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Fasten seatbelt while seated.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;* Pelampung ada di bawah kursi.&lt;br /&gt;Versi Inggrisnya:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Life jacket under your seat.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;* Barang siapa mencuri pelampung, diancam hukuman 10 bulan atau denda Rp 100 juta.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Naahhh....&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Khusus kalimat ketiga ini nggak ada terjemahan ke dalam Bahasa Inggris.&lt;br /&gt;Nah ini kan bisa menimbulkan penafsiran sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Lion Air sering atau sedikitnya pernah &lt;em&gt;kecurian&lt;/em&gt; pelampung.&lt;br /&gt;2. Lion Air tahu bahwa pencurinya adalah orang Indonesia.&lt;br /&gt;3. Lion Air tahu bahwa pencurinya bukan orang asing, sehingga Lion tidak perlu &lt;br /&gt;   membuat versi Inggris untuk kalimat ketiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai orang Indonesia, saya cuma bisa tersenyum kecut.&lt;br /&gt;But &lt;em&gt;anyway &lt;/em&gt;pelampung memang tidak boleh dicuri. Setiap maskapai --apalagi maskapai yang sering mengalami kecelakaan karena armada pesawatnyatua-tua-- perlu mengingatkan bahwa pelampung itu penting.***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29425257-116712850620661645?l=budhiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://budhiana.blogspot.com/feeds/116712850620661645/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29425257&amp;postID=116712850620661645&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/116712850620661645'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/116712850620661645'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://budhiana.blogspot.com/2006/12/ohhlion-air.html' title='Ohh...Lion Air'/><author><name>Budhiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04487597235525271087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29425257.post-116678042293321582</id><published>2006-12-22T01:38:00.000-08:00</published><updated>2006-12-22T01:41:54.833-08:00</updated><title type='text'>Etika Eskalator</title><content type='html'>&lt;strong&gt;KITA&lt;/strong&gt; semua pernah berada dalam kondisi terburu-buru, mungkin terburu-buru mengejar kereta, menemui orang yang sudah membuat janji dengan kita, membesuk orang sakit, atau mengejar jam tayang bioskop.&lt;br /&gt;Ketika ketergesa-gesaan itu terjadi di gedung umum, misalnya, kita sering memutuskan untuk menggunakan tangga berjalan alias eskalator. Bahkan, saking terburu-burunya, di eskalator pun kita berjalan setengah berlari sehingga langkah semakin cepat. &lt;br /&gt;Namun banyak di antara kita yang merasa kesal karena tidak bisa berjalan cepat di atas eskalator. Pasalnya, ada orang lain di depan kita menutupi jalan, baik di sisi kiri maupun sisi kanan. Lebih kesal lagi kalau orang yang di depan kita itu mengobrol &lt;em&gt;cengengesan&lt;/em&gt;. Kita jadi tidak bisa berjalan cepat di atas tangga berjalan itu.&lt;br /&gt;Di negara-negara lain ada etika memanfaatkan eskalator. Di Inggris misalnya, jutaan komuter menggunakan kereta bawah tanah (&lt;em&gt;tube&lt;/em&gt;) setiap harinya. Ketika menuruni atau menaiki eskalator stasiun bawah tanah, mereka berdiri di sisi kiri. Sisi kanan dibiarkan kosong untuk memberi kesempatan kepada mereka yang terburu-buru.&lt;br /&gt;Etika menggunakan eskalator tidak hanya terlihat di simpul-simpul transportasi. Di supermarket, mal, kantor pemerintah, kantor pelayanan publik, hingga kampus etika eskalator ini terlihat. Sisi kiri eskalator berisi orang-orang yang santai. Di sisi kanan selalu ada orang yang setengah berlari. Kalau ada orang santai tapi berdiri di sisi kanan, boleh jadi dia akan ditegur satpam setempat atau disindir oleh pengguna lainnya.&lt;br /&gt;Di Indonesia, belum ada etika seperti itu. Padahal di negeri ini juga ada orang yang santai, dan ada orang yang terburu-buru, atau paling tidak, orang yang suka berjalan cepat. Karena itu sudah saatnya para pengelola gedung menerapkan etika ini. Stasiun kereta, mal, gedung pemerintah, atau tempat-tempat lain yang memiliki eskalator hendaknya memulainya dengan menentukan "jalur cepat" dan "jalur lambat". Ada baiknya juga di awal eskalator dipasang tulisan,"Berdirilah di kiri." &lt;br /&gt;Sepertinya hal ini sepele. Tetapi makna di balik etika ini adalah bahwa kita harus menghormati dan menolong mereka yang mengalami kesempitan waktu. Siapa tahu memang mereka sedang memelihara kondite agar tidak terlambat bekerja. Kalau kita menghalangi mereka, berarti kita menghalangi mereka yang ingin menunaikan janji. Siapa tahu mereka sedang mengejar waktu karena ada keluarganya yang sakit. Kalau kita menghalangi mereka, berarti kita mengganggu tali silaturahmi mereka. Siapa tahu mereka ketinggalan barang penting, dan lain-lain. &lt;br /&gt;Jadi, dengan sedikit bergeser ke kiri, kita memeberi kemudahan. Tidak sepele bukan?&lt;strong&gt;*** &lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29425257-116678042293321582?l=budhiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://budhiana.blogspot.com/feeds/116678042293321582/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29425257&amp;postID=116678042293321582&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/116678042293321582'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/116678042293321582'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://budhiana.blogspot.com/2006/12/etika-eskalator.html' title='Etika Eskalator'/><author><name>Budhiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04487597235525271087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29425257.post-116677817523741021</id><published>2006-12-22T00:57:00.000-08:00</published><updated>2006-12-22T01:02:55.256-08:00</updated><title type='text'>Kunci No 28</title><content type='html'>&lt;strong&gt;SUJAD&lt;/strong&gt;, demikian nama lelaki itu. Sudah lima tahun dia bekerja di pabrik tekstil milik si Abah sebagai montir mesin. Setiap hari, mulai pukul delapan sampai pukul lima sore dia kerja berkeliling pabrik memeriksa mesin-mesin. Selalu saja ada baut mesin yang longgar, terutama baut nomor 28, pengunci as mesin. Karena itu, tangannya tak pernah lepas menggenggam kunci pas nomor 28 itu. Setiap kali longgar, diputarnya bautnya itu dua kali.&lt;br /&gt;Begitu dan begitu terus pekerjaannya selama lima tahun itu. Tidak pernah dia mengalami promosi atau pindah bagian. Maklum, menurut kaidah-kaidah manajemen modern, otaknya bukan otak manajerial yang bisa berpikir global strategis. Dia juga tidak bisa mengerjakan pekerjaan-pekerjaan teknis, suatu pekerjaan yang levelnya di bawah manajerial tetapi tetap memerlukan tingkat kecerdasan yang baik, seperti operator komputer. Nah, pekerjaan Sujad ini masuk ke dalam pekerjaan vocational. Jenis pekerjaan yang tidak memerlukan pemikian apa-apa. Pekerjaannya hanya itu dan itu saja.&lt;br /&gt;Begitulah sosok Sujad, suami dari satu istri dan ayah dari dua anak ini harus selalu siaga di pabrik. Sebab, jika baut itu dia biarkan longgar, mesin akan macet dan produksi berhenti. Dia tidak boleh telat datang, dan dia paling akhir pulang. Jangan Tanya gajinya, cuma pas sesuai "U Em Er" alias upah minimum regional. Kalau dia absen, upah dipotong. Kalau dia sakit, manajemen tidak mengganti ongkos pengobatan.&lt;br /&gt;Jadi, dia cuma menerima upah minimum. Minimum artinya cuma cukup untuk makan. Bisa makan artinya bisa memulihkan tenaga. Ada tenaga artinya bisa berkeliling mesin untuk memutar baut. Jadi orang sekelas Sujad h baru bisa memenuhi kebutuhan fisik minimum saja. Jangan berpikir soal rekreasi, atau menyekolahkan anak sampai perguruan tinggi.&lt;br /&gt;Jangan pula tanya soal teori &lt;em&gt;need of achievement&lt;/em&gt;. Teori itu mah milik si Abah, majikan sekaligus si empunya mesin. Dengan adanya mesin, kebutuhan minimal Abah sudah jauh terlampaui. Dia tidak melakukan pekerjaan manajerial, teknis, apalagi vocational. Si empu cuma ongkang-ongkang kaki, duit datang dengan sendirinya. Keuntungannya kumulatif dan membentuk deret ukur. Karena itulah, Abah kini mulai menikmati hidup. Dia yang dulu mengagumi dangdut, kini sudah belajar memahami musik klasik. Rumahnya juga berisi lukisan-lukisan berbagai aliran. Pokoknya kini dia sudah memasuki tahap aktualisasi diri.&lt;br /&gt;Keuntungan Abah kian hari kian besar. Keuntungan itu ditanamkan lagi jadi pabrik baru. Akhirnya keuntungan menciptakan keuntungan. Jarak harta antara Abah dan Sujad makin dan makin jauh. Orang kapitalis menyebutnya Abah berhasil melakukan efisiensi, tetapi orang sosialis menyebut Abah merampas nilai lebih si buruh karena mestinya dalam keuntungan yang membesar itu ada keringat buruh yang harus dibayarkan.&lt;br /&gt;Sebagai majikan, Abah ini memang tinggi hati. Kalau memarahi karyawan, mulutnya selalu nyerocos sambil tak pernah lepas menggigit rokoknya yang hampir jadi puntung itu. Hidungnya yang besar, bulat, dan pesek itu kembang-kempis. Matanya melotot. Lain dengan Sujad. Sebagai manusia, sebetulnya ada rasa bosan melakukan pekerjaan begitu-begitu saja. Modernisasi dan mekanisasi telah menyebabkan dia menjadi manusia otomaton, alias budak mesin dengan pekerjaan yang monoton. Dia menjadi manusia tanpa jiwa. Apa daya, dia tidak bisa jeda dari mengawasi mesin. Sedikit saja ngobrol dengan teman sekerja, sang majikan marah-marah. Ingin ngobrol dengan tetangga, keburu cape dan biasanya dia langsung tidur.&lt;br /&gt;Mesin membentuk perilaku. Memasuki tahun ke enam, perilaku Sujad sudah mulai aneh. Kini kalau menemukan baut longgar, dia tidak langsung mengeratkannya sejauh dua putaran. Dia hantam dulu baut itu dengan perasaan kesal. Barulah kemudian dia eratkan.&lt;br /&gt;Kalau pergi atau pulang, dia biasanya menyusuri gang kampung. Jika bertemu dengan pagar rumah orang yang ada bautnya, matanya mulai merah. Dipukulnya baut itu kemudian diputar dua putaran. Pernah juga dia bertengkar dengan tukang pengangkut sampah lingkungan RW. Soalnya, dia kedapatan memukul baut roda itu dengan kunci pas nomor 28 tanpa alasan jelas. Tentu saja, si tukang sampah marah-marah.&lt;br /&gt;Di rumah, istri dan anaknya juga mulai cemas. Biasanya dulu, kalau dia marah, paling hanya membentak saja tanpa melakukan Ka De Er Te alias kekerasan dalam rumah tangga. Sekarang kalau marah, dia pukul istri atau anaknya itu. Setelah itu, dia jewer telinga atau hidung mereka dan diputarnya telinga itu dua putaran. Pokoknya, dunia ini menurut dia adalah dunia baut, baut dan baut. Tengok kanan ada baut, tengok kiri ada baut. Atas, bawah, depan, dan belakang ada baut dan baut...&lt;br /&gt;Satu-satunya hiburan dia adalah bertandang ke rumah kakaknya di kampung sebelah. Kakaknya ini punya penggilingan gula tradisional. Alat gilingnya diputar dengan tenaga kerbau. Sejumlah batang tebu dimasukkan ke dalam tabung giling, kemudian si kerbau dipecut. Maka jalanlah dia berputar memutar tungkai penggiling. Sore hari, si kerbau itu diberi makanan rumput. Tenaganya memang besar karena itu produksi air tebu pun meningkat.&lt;br /&gt;Suatu hari, datanglah musim pertandingan piala dunia. Sebagai penggila bola, dia merasa harus nonton kendati pertandingan berlangsung tengah malam sampai dini hari. Dia sangat suka dengan cattenacio-nya Italia, samba Brasil, atau total football tim oranye Belanda. Jadi sepulang kerja jam lima, dia cepat pulang. Habis salat isa, dia cepat tidur. Pukul 00.00 tengah malam dia bangun dan memelototi kaca televisi. Dua pertandingan dia saksikan hingga subuh. Habis itu, dia tidak tidur, tetapi menunggu azan subuh. Setelah salat subuh, dia siap-siap harus berangkat ke pabrik.&lt;br /&gt;Tak lupa kunci nomor 28 disandang di saku pahanya. Ada kalanya dia telat datang. Dan dari loteng, tampak si Abah dengan hidung besarnya tengah menahan marah. Batang rokoknya diputar-putar oleh gigi dan bibirnya yang hitam karena nikotin itu.&lt;br /&gt;Karena sudah berhari-hari begadang, tentu saja tubuh Sujad yang kurang gizi itu lelah dan letih. Kerjanya jadi lambat. Belum selesai baut mesin satu dia eratkan, mesin dua sudah mulai bising pertanda bautnya longgar. Dikejarnya mesin tiga, mesin empat menjerit. Kalau mesin menjerit, si Abah pun berteriak.&lt;br /&gt;"Mana itu si Sujad bego! Apa dia mau bikin mesinku hancur???"&lt;br /&gt;Mendengar suara itu, dongkol rasanya Sujad. Tetapi dia tak berani melawan karena takut PHK.&lt;br /&gt;Suatu hari setelah melewati kelelahan yang sangat, dan bising mesin yang mengigit, Sujad melewati batas kelelahannya. Bel tanda makan siang berbunyi. Dia pun membuka makanan bekal dari rumah. Usai makan, masih ada sisa waktu 10 menit untuk menikmati rokok kretek.&lt;br /&gt;Duduklah dia di bawah pohon di pojok halaman pabrik. Digolekkannya teman setia dia, sang kunci nomor 28 di samping dia. Kemudian disulutnya rokok kretek dan diisapnya rokok itu sampai habis. Tapi angin semilir menghipnotis dia untuk tidur pulas di bawah pohon. Nah, saat tidur itu dia bermimpi sedang berada di teras kakaknya melihat sang kerbau menggiling tebu. Ditatapnya sang kerbau. Sujad tersenyum mengejek si kerbau.&lt;br /&gt;"Hee.. kamu sudah melangkah jutaan langkah, tapi tak jua dia berpindah jauh dari situ," ujar Sujad terkekeh.&lt;br /&gt;Ditatap seperti itu, sang kerbau tampak seperti gusar. Setiap putaran yang dekat dengan Sujad napasnya mendengus tanda marah. Semakin lama Sujad makin tertawa geli, setiap kali tertawa itu pula sang kerbau marah.&lt;br /&gt;Pada putaran kesekian, entah bagaimana si kerbau tiba-tiba lepas dan berlari menghampiri Sujad. Dihajarnya Sujad habis-habisan.&lt;br /&gt;"Bangsat kau, kenapa kau menertawakan aku?" tanya si kerbau.&lt;br /&gt;"Kau memang manusia. Tapi apa bedanya kau dengan aku haahh...??? Aku makan rumput supaya kuat, aku kuat dan bisa memutar tungkai. Kau makan supaya mesin bisa jalan, tapi kau pun tak ke mana-mana seperti aku," lanjut si kerbau.&lt;br /&gt;"Ayo bangun buruh bego!!"&lt;br /&gt;Mendengar hinaan itu, menggelegaklah darah Sujad. Dia ambil kunci nomor 28 dari sampingnya. Dipukulnya moncong kerbau itu, kemudian dijepitnya dengan kunci pas itu dan diputarnya moncong itu dua putaran.&lt;br /&gt;"Sujaaaddd begooooo... Kau kupecat sekarang jugaa!"&lt;br /&gt;"Asytagfirullahal’adziieemm!??" Sujad sadar, ternyata yang dia putar bukan hidung si kerbau, tetapi hidung si Abah, yang memang ukurannya pas nomor 28. Sujad rupanya sudah terjaga dari mimpi, tapi dia masuk ke dalam mimpi buruk.***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29425257-116677817523741021?l=budhiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://budhiana.blogspot.com/feeds/116677817523741021/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29425257&amp;postID=116677817523741021&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/116677817523741021'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/116677817523741021'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://budhiana.blogspot.com/2006/12/kunci-no-28.html' title='Kunci No 28'/><author><name>Budhiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04487597235525271087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29425257.post-116496105574325873</id><published>2006-11-30T23:29:00.000-08:00</published><updated>2006-12-01T00:17:35.756-08:00</updated><title type='text'>Pasar Tradisional</title><content type='html'>&lt;strong&gt;PULUHAN &lt;/strong&gt;tahun lamanya ibu, kakak perempuan, dan keluarga besar saya berbelanja di Pasar Palasari, Kota Bandung. Waktu kecil, saya sangat senang kalau diajak ke pasar. Biasanya pulang selalu membawa jajanan: candil, onggol-onggol atau apapun...&lt;br /&gt;Karena hampir setiap hari ke pasar, para pedagang di sini umumnya kenal dengan ibu. Kalau pun nggak kenal nama, pasti kenal wajah. Para pedagang ini juga mengenali para pembeli lainnya.&lt;br /&gt;Kalau si pembeli lama tidak muncul ke pasar, biasanya si pedagang langsung bertanya. &lt;em&gt;"Ibu kamana wae. Mani tos lami teu balanja?" &lt;/em&gt;(Ibu ke mana saja. Sudah lama nggak belanja).&lt;br /&gt;Biasanya kalau tidak ada uang kembalian, si pembeli dengan penuh percaya berkata,"&lt;em&gt;Wios atuh teu aya mah, enjing we pan ka dieu deui&lt;/em&gt;." (Biarin saja kalau memang nggak ada. Besok kan ke sini lagi). Ya, kembalian itu baru dibayar esok harinya.&lt;br /&gt;Atau kalau ibu tidak membawa cukup uang, si pedagang juga berkata sama."Kekurangannya besok saja bu!"&lt;br /&gt;Memang selalu ada adu tawar. Sebagai pedagang, tentu si penjual ingin barangnya dihargai lebih. Tetapi kelebihan ini tidak pernah ekstrim. Pembeli biasanya sudah punya &lt;em&gt;frame&lt;/em&gt; harga.&lt;br /&gt;Nah...kalau harga sudah sepakat, ada &lt;em&gt;ijab kabul &lt;/em&gt;atau serah terima. "&lt;em&gt;Nyanggakeun barangna, ditampi artosna&lt;/em&gt;." (Silakan ambil barangnya, saya terima uangnya).&lt;br /&gt;Kadang ibu saya lupa, barang yang baru dibeli lupa tidak terbawa. Jangan khawatir, si penjual selalu ingat siapa yang tadi membeli --misalnya-- kangkung tiga ikat, atau bawang 1/2 kilo. Besok barang itu masih ada. Kalau sudah layu biasanya diganti.&lt;br /&gt;Yang lucu, kalau jongko baru buka dan kemudian pembeli pertama datang, maka si penjual selalu berceloteh "&lt;em&gt;ngalarisan, ngalarisan!!&lt;/em&gt; (penglaris! penglaris). Uang yang didapat kemudian disapu-sapukan ke barang dagangan. Mereka berharap agar dagangan hari itu laris.&lt;br /&gt;Tidak jarang keakraban penjual dan pembeli ini terjalin sampai ke luar pasar. Kalau si pedagang punya kenduri, mereka mengundang si pembeli. Juga sebaliknya.&lt;br /&gt;Saya juga punya kawan. Bapaknya pedagang ikan asin di pasar ini. Kawan saya di SMP ini cerdas. Dia menjadi ketua OSIS, jadi tokoh pramuka bahkan ditunjuk mewakili gugus depan menjadi peserta Jambore di Sibolangit. Selesai SMP, dia masuk ke SMA favorit. Dari SMA itu, dia masuk Fakultas Kedokteran Unpad, hingga lulus jadi dokter.&lt;br /&gt;Bayangkan betapa bangganya si ayah. Dan, semua pedagang dan pembeli memberikan ucapan selamat tanda ikut bahagia. Pokoknya pasar tradisional bagaikan keluarga besar.&lt;br /&gt;Nah..bagaimana kalau belanjaan banyak sehingga si ibu tidak mampu mengangkutnya?&lt;br /&gt;Nggak perlu khawatir. Mamang-mamang becak sudah siap membantu. Para mamang ini berkeliaran di dalam pasar. Mereka biasanya sudah mengenal para ibu yang berbelanja. Barang belanjaan, apakah itu sayur, ikan, tahu dan lain-lain dijinjing si mamang. Kalau jinjingan sudah penuh, si mamang membawanya ke becaknya. Kemudian dia masuk lagi ke pasar mendampingi si ibu.&lt;br /&gt;Jangan takut, barang yang ada di becak tidak akan hilang karena mamang becak lain yang ada di tempat parkir becak, ikut menjaga.&lt;br /&gt;Selesai belanja si ibu naik becak. Tak perlu lagi menceritakan kemana tujuannya. Sudah terjalin saling percaya antara mamang becak dan pembeli. Mamang becak sudah tahu di mana rumah si ibu, dan berapa tarif mengayuh becak sampai di rumah si ibu itu.&lt;br /&gt;Entah mengapa, suasana riuh rendah di pasar tradisional ini selalu membekas dalam diri saya. Apalagi ternyata saya menikah dengan putri seorang pedagang beras di Pangalengan, Bandung.&lt;br /&gt;Hari Minggu, selalu saya ingin mengajak istri dan kedua anakku berbelanja di Pasar Palasari, pasar tradisional di mana ibu dan kakak perempuanku sampai sekarang masih berbelanja kesana.&lt;strong&gt;***&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29425257-116496105574325873?l=budhiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://budhiana.blogspot.com/feeds/116496105574325873/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29425257&amp;postID=116496105574325873&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/116496105574325873'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/116496105574325873'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://budhiana.blogspot.com/2006/11/pasar-tradisional.html' title='Pasar Tradisional'/><author><name>Budhiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04487597235525271087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29425257.post-116418386811990631</id><published>2006-11-21T23:36:00.000-08:00</published><updated>2006-11-22T00:35:57.763-08:00</updated><title type='text'>religiusitas dalam puisi</title><content type='html'>&lt;strong&gt;BULAN&lt;/strong&gt; puasa lalu, &lt;em&gt;Pikiran Rakyat&lt;/em&gt; mengadakan lomba menulis puisi untuk SD, SMP, SMA dan Umum. Tema puisi adalah seputar Ramadan dan religiusitas. Lumayan, ada ratusan peserta. Puisinya pun ribuan. Bertindak sebagai juri: Acep Zamzam Noor, Nenden Lilis, dan Juniarso Ridwan.&lt;br /&gt;Yang menarik, dalam puisinya itu semua peserta memasukkan kosakata Tuhan, salat, Engkau, Allah, malaikat, Islam, qur'an, dll. Kalaulah boleh saya mengambil kesimpulan serampangan dengan mengambil peserta puisi ini sebagai sampel, ternyata mayoritas kita tidak bisa lepas menafsirkan religiusitas tanpa menyertakan simbol-simbol formal di atas. Rasanya tidak religius kalau tidak menyebut kata Tuhan, Allah, salat, dan lain-lain.&lt;br /&gt;Religiusitas tampaknya ditafsirkan sebagai hubungan antara manusia dan tuhan saja. Hampir tidak ada yang menafsirkan religiusitas dari interaksi manusia dengan manusia dan manusia dengan lingkungan. Padahal, bukankah sebuah religiusitas yang agung, misalnya, ketika seseorang mengucapkan terimakasih kepada orang lain? Bukankah sebuah religiusitas yang agung ketika anak-anak kita dengan gembira menyirami bunga atau memberi makan seekor kucing? Apalagi kalau kita mampu membebaskan sesama manusia dari keterbelakangan dan keterasingan.&lt;br /&gt;Pemahaman yang yang &lt;em&gt;one side&lt;/em&gt; ini, merupakan pemahaman kebanyakan anak-anak kita, remaja, sampai orang dewasa (SD, SMP, SMA dan umum). Saya kira perlu ada pendidikan yang meyakinkan manusia bahwa memberi senyum, menyingkirkan duri dari jalan seperti yang diajarkan Nabi, adalah sebuah religiusitas juga.&lt;br /&gt;Religiusitas hanya bisa kita tangkap maknanya jika kita meyakini bahwa inti ajaran agama adalah manusia, bukan Tuhan. Sebab Tuhan menurunkan agama karena ada sesuatu yang salah dengan kemanusiaan. Sebagai mutiara agama, keberagamaan atau religiusitas tidak mungkin muncul melalui kebencian antar ras, atau antar agama. &lt;em&gt;I may be wrong, but that's what I believe in religiosity&lt;/em&gt;.***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29425257-116418386811990631?l=budhiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://budhiana.blogspot.com/feeds/116418386811990631/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29425257&amp;postID=116418386811990631&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/116418386811990631'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/116418386811990631'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://budhiana.blogspot.com/2006/11/religiusitas-dalam-puisi.html' title='religiusitas dalam puisi'/><author><name>Budhiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04487597235525271087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29425257.post-116349205799998730</id><published>2006-11-13T23:55:00.000-08:00</published><updated>2006-11-15T02:11:44.813-08:00</updated><title type='text'>The end of journalism</title><content type='html'>&lt;strong&gt;TANGGAL&lt;/strong&gt; 9 November 2006, Saya menjadi pembicara soal jurnalistik, di Fikom Unpad, Jatinangor. Bersama saya, tampil pula sohib saya Arya Gunawan, mantan wartawan &lt;em&gt;Kompas&lt;/em&gt;, mantan wartawan &lt;em&gt;BBC&lt;/em&gt;, dan kini bekerja di Unesco untuk pengembangan media di Indonesia. Arya adalah lulusan Teknik Kimia ITB, saya lulusan FISIP Unpad.&lt;br /&gt;Selain itu, ada juga  dosen jurnalistik Fikom.&lt;br /&gt;Pada intinya, saya dan Arya sepakat bahwa perkembangan teknologi menyebabkan perubahan pula pada dunia jurnalisme. Bahkan, mengutip &lt;em&gt;the Economist&lt;/em&gt;, Arya memperkirakan 2040 adalah kematian surat kabar. Pada saat itu tidak ada lagi orang baca koran. Mereka membaca informasi digital, melalui sebuah alat yang kecil tetapi berkapasitas besar.&lt;br /&gt;Bagaimana jurnalisme waktu itu?&lt;br /&gt;Sekarang kita sudah mengenal konsep &lt;em&gt;citizen journalism&lt;/em&gt; di mana setiap orang bisa mereportase apa yang dia dengar, atau dia lihat. Radio Elshinta misalnya, setiap saat menyiarkan informasi warga tentang berbagai peristiwa: situasi lalu lintas, bencana dll.&lt;br /&gt;Kalaulah mereka tidak mereport untuk radio atau koran, orang kini bisa mereportnya untuk &lt;em&gt;mailing list&lt;/em&gt; di mana dia bergabung. Atau, dia bisa menuliskan untuk &lt;em&gt;blog&lt;/em&gt;-nya.&lt;br /&gt;Jadi, kerja jurnalistik sudah bukan monopoli wartawan, dan penyebaran informasi bukan lagi monopoli perusahaan pers. &lt;br /&gt;Di masa depan,"SETIAP ORANG ADALAH REPORTER, SETIAP ORANG ADALAH MEDIA,"&lt;br /&gt;Pada saat itu (bahkan saat ini) setiap orang bisa membuat reportase tanpa harus mengikuti kaidah-kaidah atau kode etik jurnalistik. Bacalah &lt;em&gt;mailing list&lt;/em&gt; mediacare, di situ orang bebas melaporkan peristiwa dengan framenya sendiri, mencaci maki orang seenak udel dll. Kliklah &lt;em&gt;youtube.com&lt;/em&gt;, Anda akan menyaksikan video pembantaian manusia di Poso, tanpa sensor! Luar biasa, ini tidak mungkin dilakukan oleh media tv &lt;em&gt;mainstream.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Ketika setiap orang adalah reporter dan setiap orang adalah media, maka apakah ini berarti metamorfosa jurnalisme ataukah matinya jurnalisme?&lt;br /&gt;Sayang, rekan dosen Fikom tidak memberikan jawaban dari segi keilmuan. Saya curiga bahwa ini bukan tipikal Fikom Unpad. Akan tetapi mungkin juga semua jurusan Fikom di Indonesia tidak mengantisipasi metamorfosa, atau kematian jurnalisme ini. Padahal, Fikom adalah fakultas yang tiap tahun difavoritkan calon mahasiswa!***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29425257-116349205799998730?l=budhiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://budhiana.blogspot.com/feeds/116349205799998730/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29425257&amp;postID=116349205799998730&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/116349205799998730'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/116349205799998730'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://budhiana.blogspot.com/2006/11/end-of-journalism.html' title='The end of journalism'/><author><name>Budhiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04487597235525271087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29425257.post-116211013058817056</id><published>2006-10-29T01:15:00.000-08:00</published><updated>2006-10-29T01:22:10.603-08:00</updated><title type='text'>No Future Without Forgiveness</title><content type='html'>&lt;strong&gt;KETIKA &lt;/strong&gt;delegasi pemerintah RI dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) bersalaman sambil tersenyum di Helsinki, rakyat Indonesia --terlebih rakyat Aceh-- merasakan adanya masa depan. Padahal perundingan belum mulai. Akan tetapi, foto dan gambar mesra para pemimpin mereka itu sudah setengah menyembuhkan (&lt;em&gt;healing&lt;/em&gt;) luka yang menyejarah. Setelah saling memaafkan -betapa pun perihnya luka-, kini Aceh tengah sibuk menapaki masa depan.&lt;br /&gt;Tanggal 10 Mei 1994, Nelson Mandela akan dilantik sebagai presiden baru Afrika Selatan (Afsel). Siapakah yang mendapatkan kehormatan luar biasa untuk membukakan pintu mobil sang mantan tapol legendaris ini? Sipir penjara yang dulu setiap hari menyiksa Mandela!&lt;br /&gt;Mandela dipapah Uskup Desmond Tutu menaiki podium pelantikan. Sepanjang titian, para kepala staf tentara, kepala polisi, dan kepala jaksa yang dulu menstigma dia sebagai teroris, ikut menyambut dan memberi hormat. "Saya ingin mereka semua diundang pada pelantikan ini. Sebab, negeri ini milik bersama, baik kulit putih maupun kulit hitam," ujar Mandela.&lt;br /&gt;Di bawah politik apartheid, lahir sebagai kulit hitam adalah sebuah kejahatan. &lt;em&gt;Senzenina? Isono sethu bubumnyama!-- &lt;/em&gt;Memangnya apa yang kami perbuat? Dosa kami adalah karena kami ini kulit hitam. Sungguh menyakitkan. &lt;br /&gt;Kini, jet-jet tempur yang dulu menakut-nakuti mereka (kulit hitam) menjadi milik bersama. Afrika Selatan pun mengubah benderanya jadi warna-warni. Jet-jet itu kini menyemburkan asap warna-warni, seperti warna-warninya kulit warga negara. &lt;br /&gt;Afsel kini sedang manapaki masa depannya. Warga Afsel yang dulu terhinakan, kini boleh membusungkan dada ketika mendarat di bandara mana pun di dunia ini. Mereka berhasil menyembuhkan luka secara beradab. Tanpa diawali dengan memaafkan, akankah Afsel menjadi tuan rumah Piala Dunia? Tidak.&lt;br /&gt;Itulah &lt;em&gt;the power of  forgiveness&lt;/em&gt; (kekuatan memaafkan). Memaafkan memberikan pelajaran bahwa lawan yang kita nistakan dan kita cap sebagai teroris, suatu saat bisa menjadi kawan, bahkan bisa menjadi pemimpin kita. Karena itu, jagalah mulutmu!&lt;br /&gt;Memberi maaf (&lt;em&gt;forgiveness&lt;/em&gt;) adalah langkah yang berat. Dendam menyebabkan lidah kita berat untuk memberi maaf. Padahal memaafkan adalah kesediaan hati untuk tidak melampiaskan dendam. Namun, begitu maaf terucap, tiba-tiba saja Tuhan menghadiahi manusia dengan jalan masa depan yang cerah dan berwarna-warni.&lt;br /&gt;Belajar dari Afsel, memaafkan ternyata bukan hanya berdomain individu. Memaafkan diyakini bisa menjadi instrumen penyelesaian konflik ketika hukum dan kekuatan militer tak bisa diterapkan. Universitas Wisconsin di Amerika Serikat pada 1994 mendirikan &lt;em&gt;International Forgiveness Institute &lt;/em&gt;(IFI). Pendeta kulit hitam Jesse Jackson aktif di sini. Mereka pergi ke daerah-daerah konflik di dunia untuk menawarkan forgiveness sebagai instrumen penyelesaian konflik.&lt;br /&gt;Ada juga John Templeton Foundation yang mengucurkan miliaran dolar untuk kampanye &lt;em&gt;forgiveness &lt;/em&gt;sebagai metode penyembuhan spiritual. Dalam jurnal &lt;em&gt;Spirituality and Health &lt;/em&gt;yang diterbitkan yayasan ini, ada dialog  antara tiga veteran yang berziarah ke Vietnam Memorial Washington D.C.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Apakah kamu memaafkan Vietcong yang menyekap dan menyiksa kamu?" &lt;/em&gt;kata seorang dari mereka.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Tidak, Aku tidak akan pernah memaafkan!" &lt;/em&gt;ujar yang ditanya.&lt;br /&gt;"&lt;em&gt;Rupanya mereka masih 'memenjarakan' kamu sampai sekarang&lt;/em&gt;," kata kawannya yang lain.&lt;br /&gt;Veteran yang masih memelihara dendam ini ternyata tidak mau bebas dari ”penjara”spiritual. Penjara ini seharusnya bisa didobrak tanpa harus menunggu pengakuan mereka yang bersalah.&lt;br /&gt;Penjara spiritual juga mengungkungi orang-orang Yahudi. Simon Wiesenthal dalam antologinya, &lt;em&gt;The Sunflower&lt;/em&gt;, mengisahkan, suatu saat dia duduk di sisi ranjang seorang mantan tentara Nazi uzur yang sedang sekarat. Kepada Wiesenthal, si Nazi menyatakan penyesalan atas pembantaian orang Yahudi pada Perang Dunia II. Dengan penuh keheningan, Wiesenthal mendengarkan pengakuan ini. Usai menyimak, Wiesenthal pergi begitu saja tanpa sepatah kata pun. Tidak diceritakan bagaimana raut si Nazi ketika Wiesenthal melengos begitu saja. Kita bisa membayangkan bagaimana beratnya si Nazi melewati tangga sakaratul maut. Bebannya belum terangkat.&lt;br /&gt;Mengapa Wiesenthal begitu membatu? "Yang hidup tidak punya hak memberikan maaf atas nama mereka yang sudah mati!" kata dia.&lt;br /&gt;Pandangan Wiesenthal ini adalah sikap umumnya orang Yahudi terhadap para eks-Nazi. Mereka ternyata masih "dipenjara" dalam &lt;em&gt;ghetto-ghetto&lt;/em&gt;, padahal Nazi sudah lama lumpuh. &lt;br /&gt;Apakah Israel punya masa depan?&lt;br /&gt;Tak tahulah. Yang jelas, Aceh dan Afsel menunjukkan bahwa memaafkan adalah energi dahsyat untuk mendamaikan dunia dan meraih masa depan. Memaafkan adalah senjatanya para Rasul. Memaafkan adalah perhiasannya orang-orang beradab. Benar apa kata Mandela dan Tutu: "&lt;em&gt;No future without forgiveness&lt;/em&gt;"...tidak ada masa depan tanpa memaafkan!&lt;strong&gt;***&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29425257-116211013058817056?l=budhiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://budhiana.blogspot.com/feeds/116211013058817056/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29425257&amp;postID=116211013058817056&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/116211013058817056'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/116211013058817056'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://budhiana.blogspot.com/2006/10/no-future-without-forgiveness.html' title='No Future Without Forgiveness'/><author><name>Budhiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04487597235525271087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29425257.post-116107299344318230</id><published>2006-10-17T00:57:00.000-07:00</published><updated>2006-10-17T01:16:33.456-07:00</updated><title type='text'>Mr. Bean</title><content type='html'>&lt;strong&gt;ANAKKU&lt;/strong&gt;, Rayhan, sangat menyukai film Mr. Bean. Entah sudah berapa puluh kali aku membelikan dia DVD si jorok, si bengal, si bloon Mr. Bean. Setiap beli langsung dia putar berulang-ulang sampai keping cakram itu rusak (karena itu, mohon maaf kepada dunia, saya terpaksa membeli bajakannya di alun-alun Bandung). Kalau sedang nonton Mr. Bean, pasti tawanya tergelak-gelak. Ah...kalau sudah begitu rasanya tidak ada harta yang paling berharga selain menyakiskan gelak tawa anak.&lt;br /&gt;Ramadan ini, stasiun trans TV setiap hari memutar film Mr. Bean jam 21.00. Rayhan yang baru berulang tahun kelima pada 4 Oktober 2006 lalu itu pasti menungguinya. Sejak jam 19.00 siapapun di rumah kami tidak boleh memindahkan channel Trans TV ke channel lain. &lt;br /&gt;Repotnya, kelakuan Mr. Bean itu yang suka dia tiru. Kadang dia jahil sama teman-teman di sekolah taman kanak-kanaknya. Turun dari mobil jemputan, biasanya dia langsung bilang :"Mama, Aa sudah sembunyikan sepatu Dzikri...dst...dst.."&lt;br /&gt;Kadang dia juga menjahili adiknya, si Nina. Kadang dia juga meniru kelakuan jorok Mr. Bean seperti menyikat gigi ala Mr. Bean, atau kalau sudah mandi bertelanjang ria dan menutup "pantatnya" seperti yang dilakukan Mr. Bean. Padahal dia sudah beberapa kali diingatkan oleh aku dan istriku bahwa banyak kelakuan Mr. Bean yang tidak layak ditiru.&lt;br /&gt;Suatu hari istriku menasihati dia lagi.&lt;br /&gt;"Aa (panggilan untuk Rayhan),  nggak boleh jahil. Allah itu nggak suka sama anak jahil," kata istriku.&lt;br /&gt;"Kalau Aa jahil, ayah marah ya Ma...?" kata Rayhan.&lt;br /&gt;"Iya...anak jahil nanti sama Allah dimasukkan ke neraka," kata istriku.&lt;br /&gt;"Nah...Aa nggak boleh nakal supaya nggak masuk neraka. Aa harus jadi anak baik supaya masuk surga," lanjut istriku.&lt;br /&gt;"Aa mau masuk surga nggak," tanya ibunya.&lt;br /&gt;Tiba-tiba Rayhan nyeletuk:&lt;br /&gt;"Ma...di surga ada Mr. Bean nggak!???"&lt;strong&gt;***&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29425257-116107299344318230?l=budhiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://budhiana.blogspot.com/feeds/116107299344318230/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29425257&amp;postID=116107299344318230&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/116107299344318230'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/116107299344318230'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://budhiana.blogspot.com/2006/10/mr-bean.html' title='Mr. Bean'/><author><name>Budhiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04487597235525271087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29425257.post-115986243899097331</id><published>2006-10-03T00:38:00.000-07:00</published><updated>2006-10-03T01:00:39.000-07:00</updated><title type='text'>Emang ada yang Objektif?</title><content type='html'>"&lt;strong&gt;KALAU&lt;/strong&gt; jadi wartawan harus objektif dong!"&lt;br /&gt;Begitu kata kawan saya yang gandrung filsafat. Dia memang setengah bergurau mengomentari pemberitaan yang menurut dia agak bias. Bagi dia, &lt;em&gt;science&lt;/em&gt; adalah objektifitas, seni adalah subjektifitas.&lt;br /&gt;Nah...sore itu aku pulang karena ngejar buka di rumah. Setelah buka, aku bercanda dengan anak-anakku. Seperti biasa, aku paling malas taraweh di masjid. Lebih suka taraweh di rumah sendiri.&lt;br /&gt;Habis Isya, kulihat lagi koleksi bukuku. Dan, entah kenapa pertamakali mataku tertumbuk pada bukunya &lt;em&gt;Elegant Universe&lt;/em&gt; karangan John Griblin. Ya itu buku quantum physics yang paling aku suka, bersama &lt;em&gt;Hyperspace&lt;/em&gt;-nya Michio Kaku.&lt;br /&gt;Ya..kubaca lagi Bab Schoredinger Cat. Seekor kucing ada di dalam kotak tertutup. Kemudian kotak itu ditembak dengan...&lt;em&gt;say&lt;/em&gt;...sinar mematikan.&lt;br /&gt;Apakah kucing itu hidup atau mati?&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Probably &lt;/em&gt;(mungkin) dia hidup dan &lt;em&gt;probably&lt;/em&gt; dia mati. Inilah probabilitas. Dan probabilitas adalah keadaan quantum (&lt;em&gt;quantum state&lt;/em&gt;). Mungkin hidup adalah sebuah fungsi gelombang. Mungkin mati, juga sebuah fungsi gelombang.&lt;br /&gt;Ketika kita buka tutup kotak, maka saat itulah terjadi interaksi antara pengamatan dengan probabilitas. Ketika kita mendapatkan kucing itu mati, maka sebetulnya fungsi gelombang probabilitas hidup itu sudah dinegasikan. Yang muncul adalah kucing itu mati.&lt;br /&gt;Begitu juga kalau kita membuat seribu lubang di dinding. Kemudian kita tembakkan satu partikel ke dinding itu. &lt;em&gt;Quantum state&lt;/em&gt; akan menunjukkan bahwa partikel tunggal itu melewati keseribu lubang itu dalam waktu yang sama!&lt;br /&gt;Nah..kalau kemudian diamati, dia akan melewati satu lubang saja. Ke mana probalilitas yang 999 lubang lainnya? Mereka saling mengasikan satu sama lain. Maka probabilitas yang lain segera gugur setelah kita melakukan pengamatan.&lt;br /&gt;Jadi, sebetulnya tidak ada realitas independen, alias realitas objektif. Semuanya itu interaksi antara indera dan &lt;em&gt;quantum state&lt;/em&gt; tadi.&lt;br /&gt;Mengapa begitu?&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Nggak&lt;/em&gt; tahulah...tapi kalau aku boleh berhipotesis, mungkin juga karena sebenarnya manusia ini juga sebetulnya objek pengamatan itu sendiri. Jadi manusia ini juga sebetulnya bagian dari &lt;em&gt;quantum state&lt;/em&gt; itu sendiri. Jadi manusia pun bukan realitas independen.&lt;br /&gt;So, &lt;em&gt;emang&lt;/em&gt; ada yang objektif gitu man??***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29425257-115986243899097331?l=budhiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://budhiana.blogspot.com/feeds/115986243899097331/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29425257&amp;postID=115986243899097331&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/115986243899097331'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/115986243899097331'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://budhiana.blogspot.com/2006/10/emang-ada-yang-objektif.html' title='Emang ada yang Objektif?'/><author><name>Budhiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04487597235525271087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29425257.post-115986106354962540</id><published>2006-10-03T00:16:00.000-07:00</published><updated>2006-10-03T00:37:43.563-07:00</updated><title type='text'>Intelektual muslim kadang genit</title><content type='html'>&lt;strong&gt;PADA&lt;/strong&gt; minggu pertama Ramadan kali ini, aku menerima puluhan, dan mungkin lebih dari seratus naskah soal Ramadan dan soal Islam. Minggu kedua, ketiga, dan keempat mungkin jumlah naskah akan bertambah, melebihi tingginya monitor dan CPU komputerku. Sebagai redaktur opini, tentu saja naskah itu harus dibaca satu persatu.&lt;br /&gt;Jumlah naskah tiap tahun bertambah. Sebagai orang yang suka memberi pelatihan menulis, tentu saja aku merasa senang jika semakin banyak masyarakat yang menulis.&lt;br /&gt;Memang kebanyakan para penulis itu masih menawarkan hal-hal klise, misalnya tentang makna Ramadan, manfaat puasa dan lain-lain.&lt;br /&gt;Nah, yang paling menarik adalah adanya semangat membela intelektualisme Islam, tetapi dia tidak paham bahwa intelektualisme itu terbentuk dari dialog antara nalar dengan situasi kondisi lokal dan temporer.&lt;br /&gt;Misalnya ada penulis genit yang menulis begini "...&lt;em&gt;Begitu indahnya intelektualisme Islam yang didasari ruh tauhid. Lihatlah begitu unggulnya intelektualisme Islam bla...bla...bla&lt;/em&gt;."&lt;br /&gt;Terus, dia bilang&lt;em&gt;,"Sungguh kasihan Plato atau Hegel." Intelektualitas mereka tidak berdasarkan ketuhanan yang indah..."&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;See...&lt;/em&gt;betapa genitnya di penulis ini.&lt;br /&gt;Bayangkan, si penulis yang mahasiswa belum lulus ini menyepelekan Plato, Hegel, Voltaire dan intelektual Eropa lainnya. Padahal, selama hidupnya para filusuf ini mengerahkan seluruh daya pikirnya untuk mencari kebenaran.&lt;br /&gt;Saya sangat hormat kepada Hegel, Kant dan lain-lain.&lt;br /&gt;Adalah tidak fair membandingkan hasil pemikiran filusuf Eropa dengan nilai Islam. Hegel itu misalnya, lahir di Eropa pasca Renaissance. Banyak filusuf Eropa yang hidup tanpa mengenal Islam. Tentu saja, Islam belum bersemi di Eropa. Sehingga jangan harapkan Hegel atau Engels atau Karl Marx membaca literatur Islam.&lt;br /&gt;Mereka hidup dalam zaman protes terhadap agama Katolik yang waktu itu tidak rasional.&lt;br /&gt;Di tengah kegelapan itulah, seorang Hegel melakukan nalar. Dia menemukan dialektika tesa-antitesa-sintesa. Sintesa menjadi tesa baru, diantitesa, dan jadi lagi sintesa...begitu seterusnya.&lt;br /&gt;Kapan dialektika ini berhenti. Kata Hegel, proses ini terhenti setelah kita menemukan sintesa terakhir yaitu Ide Absolut, yang tidak bisa lagi diantitesa.&lt;br /&gt;Bagi seorang yang dilahirkan di benua yang tengah tidak mengakui agama, hasil pemikiran Hegel ini sudah luar biasa. Mungkin dia tidak menyebut Ide Absolut itu sebagai Tuhan, tetapi jelas Tuhan adalah Absolut.&lt;br /&gt;Nah...hasil jungkir balik ini yang kemudian dicerca para mahasiswa itu, padahal dia sendiri baru jadi intelektual kemarin sore.***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29425257-115986106354962540?l=budhiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://budhiana.blogspot.com/feeds/115986106354962540/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29425257&amp;postID=115986106354962540&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/115986106354962540'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/115986106354962540'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://budhiana.blogspot.com/2006/10/intelektual-muslim-kadang-genit.html' title='Intelektual muslim kadang genit'/><author><name>Budhiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04487597235525271087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29425257.post-115977736885805367</id><published>2006-10-02T00:49:00.000-07:00</published><updated>2006-10-02T01:41:16.586-07:00</updated><title type='text'>Perbuatan Dosa yang Aku Setujui</title><content type='html'>&lt;strong&gt;ADAM&lt;/strong&gt; dan Hawa adalah campuran tiupan ruh ilahi dan tanah. Jadi manusia ada unsur ilahiah-nya dan ada unsur kotornya. Manusia punya sifat ketuhanan tapi juga punya sifat melawan. Ya, itulah konsekuensi dualisme ruh tuhan dan tanah liat.&lt;br /&gt;Adam dan Hawa tinggal di surga. Tidak ada susah, tidak ada duka, tidak ada luka, tidak ada panas, tidak ada dingin, dan sebagainya. Apa pun yang mereka ingin makan dan minum, langsung tersedia. Tidur pun nyenyak sungguh. Dan yang paling luar biasa, bertemu dengan Tuhan pun bisa seketika! Tanpa perjuangan apa-apa. Pendek kata, surga adalah sebuah &lt;em&gt;onesideness&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;But&lt;/em&gt;...Adam adalah manusia. Tidak seperti malaikat atau setan, manusia bukan sebuah &lt;em&gt;onesideness.&lt;/em&gt; Dia tercipta dari unsur ilahi dan unsur kotor. Ada kebaikan, dan ada rasa ingin tahu dan rasa ingin melawan terhadap kemapanan, bahkan kemapanan surgawi sekalipun!&lt;br /&gt;Ketika Tuhan melarang dia memakan buah khuldi tanpa alasan yang jelas, maka timbullah rasa ingin tahunya, mengapa ini dilarang. Ketika itulah tanya perlu jawab. Dan ketika perlu jawab, dia memutuskan untuk melawan ketentuan. Buah itu dimakannya!!!&lt;br /&gt;Maka...tahulah dia jawabannya. Allah murka! &lt;br /&gt;Mereka dibuang ke bumi.&lt;br /&gt;Adam dibuang jauh dari Hawa, ribuan mil jauhnya. Cinta pun terpisah jarak.&lt;br /&gt;Di dunia, tidak ada lagi yang gratis. Makan, minum, harus diawali dengan perjuangan: memetik, menanam, berburu dll. &lt;br /&gt;Mencintai pun tak gratis dan tak mudah. Adam dan Hawa harus berjalan tertatih-taih mencari satu sama lain. Kini ada luka, ada duka, ada panas, ada dingin. Semuanya harus dilawan, harus diatasi. Dunia bukan &lt;em&gt;onesideness&lt;/em&gt;, tapi &lt;em&gt;doublesideness&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;Kini .... ada perjuangan, ya...ada perjuangan.&lt;br /&gt;Perjuangan untuk survive membuat Adam dan Hawa hampir hancur, tetapi tetap mereka lulus ujian. Setiap lulus satu tingkat, bertambah kuat juga satu tingkat. &lt;br /&gt;Untuk bertemu wajah Tuhan, juga tidak bisa langsung. Harus berjuang. Shalat, zikir, beramal soleh, mencintai sesama, adalah jalan menuju Tuhan.&lt;br /&gt;Tetapi jalan keimanan tidak selalu lurus. Kadang dia bengkok, naik atau turun.&lt;br /&gt;Pokoknya ada perjuangan ada gerak!&lt;br /&gt;Perjuangan dan geraklah yang membuat manusia menjadi mahluk &lt;em&gt;becoming&lt;/em&gt;, bukan &lt;em&gt;being &lt;/em&gt;tok. Perjuangan dan geraklah yang menjadikan manusia mendapat julukan &lt;em&gt;insan kamil&lt;/em&gt;, bukan cuma &lt;em&gt;basar&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;Insan kamil lah yang bisa lolos dari penjara sejarah.&lt;br /&gt;Justru perjuangan dan geraklah yang menjadikan hidup ini indah.&lt;br /&gt;Perjuangan dan gerak adalah ibadah. Dan manakala kita lulus, insya Allah, kelak kita akan bertemu dengan wajah yang sangat kita rindukan Wajah Allah.&lt;br /&gt;Ah...bertemu dengan Wajah Allah melalui perjuangan, rasanya jauh lebih indah dan bermakna daripada bertemu secara gratisan.&lt;br /&gt;Terimakasih Allah yang telah mengajarkan kami tentang perjuangan.&lt;br /&gt;Terimakasih ayahanda Adam dan Ibunda Hawa yang telah memakan buah itu.&lt;br /&gt;Kalaulah itu sebuah kesalahan dan dosa, maka itu adalah satu-satunya kesalahan dan dosa yang aku setujui!!!&lt;strong&gt;***&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29425257-115977736885805367?l=budhiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://budhiana.blogspot.com/feeds/115977736885805367/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29425257&amp;postID=115977736885805367&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/115977736885805367'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/115977736885805367'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://budhiana.blogspot.com/2006/10/perbuatan-dosa-yang-aku-setujui.html' title='Perbuatan Dosa yang Aku Setujui'/><author><name>Budhiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04487597235525271087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29425257.post-115916795743695192</id><published>2006-09-24T23:43:00.000-07:00</published><updated>2006-09-25T00:05:57.446-07:00</updated><title type='text'>I Love You Om!</title><content type='html'>&lt;strong&gt;SABTU&lt;/strong&gt; malam 23 September, di kantor, aku kedatangan pasukan yang berada di balik film I Love You Om! Mereka adalah Jeri, Rully, Widi (sutradara), dan Rachel Amanda -anak kelas 5 SD yang memerankan sosok Dion. He..he lucu juga Rachel ini, masih bocah dan culun. Datang ke kantor, dan ketika berkenalan dia cium tangan aku.&lt;br /&gt;Beberapa hari terakhir ini memang banyak orang-orang film datang ke kantor. Ada Oneng (Rieke Dyah Pitaloka), Donny, dll...&lt;br /&gt;Bergaul dengan orang film, apalagi dengan mereka yang idealis, sungguh memperkaya wawasan kita akan sosial budaya. Aku banyak menimba pengetahuan dari Eddy D Iskandar, Aries Nugraha (produser Bajaj Bajuri) dll...&lt;br /&gt;Hal yang sangat menarik ketika melakukan pembicaraan dengan awak I Love You Om, adalah soal iri  mengiri mereka sebagai orang film dengan aku sebagai orang pers. Menurut mereka, orang pers enak. Begitu ada satu wartawan yang dihina, semua pers bergerak. Sunggu sebuah solidaritas pers yang kuat.&lt;br /&gt;Lha...kami ini?&lt;br /&gt;Kalau ada satu film yang didemo, ya...matilah film itu. Tidak ada solidaritas kuat.&lt;br /&gt;Aku memang penikmat film. Lima tahun terakhir ini aku tengah menikmati filim-film non Amerika, apakah itu Eropa, Iran, Korea, Amerika Selatan dan lain-lain.&lt;br /&gt;Film-film non Amerika ini bisa kunikmati ...&lt;em&gt;unfortunately...&lt;/em&gt;dari DVD bajakan.&lt;br /&gt;Memang salah kalau nonton bajakan. Tetapi harus diakui, di sektor yang legal pun kita sulit mencari film-film non Amerika. Jaringan bioskop 21 tidak mau memutar film non Holywood, apalagi film Indonesia.&lt;br /&gt;Ini yang dikeluhkan Rully. Mbok..ya pemerintah turun tangan dengan mewajibkan mereka memutar film Indonesia. Minimal 15% saja sudah bagus.&lt;br /&gt;Dari ruangan kecil inilah, rasanya terjalin sebuah pengertian bahwa pers dan dunia film, harus bersinergi menyelamatkan kebudayaan kita dari dominasi AS. (Ehh..&lt;em&gt;ndilalah&lt;/em&gt;-nya banyak film Holywood yang bagus &lt;em&gt;banget&lt;/em&gt;). Kita memang harus memperluas pergaulan kita, nggak cuma dengan AS saja, tapi dengan siapa pun.&lt;br /&gt;Satu jam kami mengobrol, tak terasa waktu pun makin larut. Mereka harus keliling Bandung, dan &lt;em&gt;I had to go to work&lt;/em&gt; sampai tengah malam. Sebelumnya kami salaman, sambil mengucapkan selamat Puasa. Dan, seperti awal ketemu...si Dion eh..rachel cium tangan. He..he..kapan lagi ada bintang film cium tangan ya?***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29425257-115916795743695192?l=budhiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://budhiana.blogspot.com/feeds/115916795743695192/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29425257&amp;postID=115916795743695192&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/115916795743695192'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/115916795743695192'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://budhiana.blogspot.com/2006/09/i-love-you-om.html' title='I Love You Om!'/><author><name>Budhiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04487597235525271087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29425257.post-115753735259776713</id><published>2006-09-06T02:43:00.000-07:00</published><updated>2006-09-06T03:09:12.706-07:00</updated><title type='text'>Surat-surat TKW</title><content type='html'>&lt;strong&gt;SELASA&lt;/strong&gt; lalu (5/9) saya kedatangan kawan nyentrik, Acep Syamril. Ya..dia nyentrik. Pria kelahiran tahun 1963 ini adalah penyair, dan hidup dari "menjual" sajak-sajaknya. Basis komunitasnya adalah Indramayu. Kalau ditanya apa pekerjaannya, dia menyebut dirinya sebagai "Kepala Sekolah Jalanan" atau "Rektor Universitas Hidup."&lt;br /&gt;Siapa murid sekolah jalanan dan mahasiswa universitas hidup itu. Dia menjawab,"murid dan mahasiswaku adalah: bajingan, pekerja seks komersial (PSK, anak jalanan, TKW dan say...orang-orang terlantar.&lt;br /&gt;Kulitnya legam pertanda dia jarambah, keluar masuk kampung di kantong-kantong kemiskinan Indramayu. Tatapan matanya tajam sehingga dia mampu menguak setiap dimensi dan denyut hidup rakyat Indramayu yang umumnya menjadi korban pembangunan.&lt;br /&gt;Dia datang kepadaku untuk menjajaki kemungkinan menerbitkan buku tentang surat-surat TKW. Dia sudah menghimpun ratusan surat TKW: surat dari TKW kepada ibu bapak, kepada suami tercinta (mungkin juga suami terbejat karena sang istri banting tulang di tanah jauh, suami kawin lagi).&lt;br /&gt;Luar biasa, selama empat tahun itu Acep mengumpulkan surat-surat ini. Tentu bukan hal yang mudah, karena perlu pendekatan khusus kepada keluarga TKW sehingga mereka merasa aman menyerahkan surat itu kepada Acep.&lt;br /&gt;Ada 135 surat yang sudah terseleksi. Semuanya dia tunjukkan kepadaku. Ada tiga tema utama surat itu: surat keluarga, surat soal kekerasan, dan surat dari sahabat (maksudnya sesama TKW).&lt;br /&gt;Satu per satu surat-surat lusuh itu aku buka dan aku baca. Terus terang, saya hanya kuat membaca 10...ya sepuluh surat saja. Masya Allah, banyak sekali persoalan lapangan yang belum pernah terungkap. Banyak surat yang sangat mengharukan, membuat geram, marah dan lain-lain. Siapa pun yang membaca surat itu, pasti akan menangis.&lt;br /&gt;Ada TKW yang selama 10 bulan kirim uang, tetapi tidak pernah sampai. Ternyata, ada calo-calo yang menulis surat dengan mengaku sebagai bapak si TKW. Si "bapak" mengaku sakit, perlu obat dsb. Atau, si "bapak" menceritakan anak yang ditinggalkan si TKW sakit atau perlu biaya sekolah. Siapa yang tidak gugup mendengar anak nun jauh di sana sakit? Si "bapak" mengirim nomor alamat dan nomor rekening. Si TKW mengirimnya. Si "bapak" sudah memegang ATM dan passwordnya. Dll.&lt;br /&gt;Ada juga surat kepada sesama TKW yang isinya membanding-bandingkan suasana kerja. Ada yang mengeluhkan anak majikan yang selalu menawarkan uang dengan syarat boleh mencium si TKW.&lt;br /&gt;Ada TKW yang tengah mencuci piring tiba-tiba dipeluk anak majikan. "Anak majikanku itu menggosok-gosokkan "burung"-nya ke paha dan pantat aku," demikian kata surat itu.&lt;br /&gt;Surat-surat itu umumnya berisi perasaan cinta kepada suami mereka di Indramayu. Mereka meminta para suami bersabar untuk menyongsong kehidupan yang lebih baik setelah TKW pulang ke Indonesia. Tetapi, Acep menemukan, kebanyakan para suami ini "bajingan." Ketika sang istri menyatakan niat berangkat ke Arab, rata-rata suami berucap ," saya tidak menyuruh, tetapi juga tidak melarang." Ya akhirnya TKW berangkat. Beberapa bulan suami dapat duit, dan duit itu dipake kawin lagi..ck...ck.cck..&lt;br /&gt;Surat-surat TKW dari Asia TImur (Hongkong, Taiwan, Korea) umumnya menggambarkan suasana yang lebih menggembirakan dibandingkan mereka yang bekerja di Timteng. Di Hongkong mereka ada liburnya. Dan ketika libur, para TKW ini semua berkumpul di Victoria Park. Mereka lebih bebas dari ketertekanan.&lt;br /&gt;Sungguh banyak surat-surat yang menarik itu.&lt;br /&gt;Saya merasa salut kepada kawan saya di Kepala Sekolah Jalanan yang muridnya para bajingan dan kaum terlantar itu. &lt;br /&gt;Dia adalah mata hati komunitas yang tertindas.***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29425257-115753735259776713?l=budhiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://budhiana.blogspot.com/feeds/115753735259776713/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29425257&amp;postID=115753735259776713&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/115753735259776713'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/115753735259776713'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://budhiana.blogspot.com/2006/09/surat-surat-tkw.html' title='Surat-surat TKW'/><author><name>Budhiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04487597235525271087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29425257.post-115583304504898154</id><published>2006-08-17T09:38:00.000-07:00</published><updated>2006-10-02T01:34:48.130-07:00</updated><title type='text'>Indonesiaku</title><content type='html'>&lt;strong&gt;KIRA&lt;/strong&gt;-kira lima atau enam tahun lalu, Addie MS meluncurkan CD keren. Isinya orkestra lagu-lagu wajib Indonesia. Warna sampulnya merah api. Mas Addie memberiku satu kopi, dan di sampulnya dia membubuhkan tandatangannya: untuk Mas Budi.&lt;br /&gt;Isi lagu itu luar biasa.  Twilite Orchestra me-&lt;em&gt;rearrange&lt;/em&gt; beberapa lagu wajib, seperti Indonesia Raya, Tanah Airku, dll. Mereka mengerjakannya di laboratoriun di Australia.&lt;br /&gt;CD itulah yang selalu aku bawa kalau aku melakukan perjalanan jurnalistik ke luar negeri. Yang paling ku suka adalah Indonesia Raya, dan Tanah Airku yang dilantunkan oleh Rita Effendi. Lagu itu kuputar saat jalan-jalan ke lorong-lorong kota-kota besar dan kecil di negara yang aku kunjungi. Lagu itu pula yang kuputar saat mengawali pagi, ketika bangun di kamar hotel.&lt;br /&gt;Kalau mendengar suara khidmat Rita Effendi, terus terang, aku suka menitikkan air mata. &lt;em&gt;“Tanah airku tidak kulupakan….Kan terkenang selama hidupku…biarpun hamba pergi jauh….&lt;/em&gt;Di tanah air, CD itu pula yang kuputar dipagi hari setiap tanggal 17 Agustus. Kubuka jendela lebar-lebar, kukeraskan volume tape. Biarlah tetangga dan orang-orang yang lewat bisa ikut mendengar dan merasakan. Biarlah mereka tahu bahwa Aku cinta kepada tanah airku.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Am I a nationalist?&lt;br /&gt;Wait…what do you mean by nationalism?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita kembali merunut pikiran Bung Karno di Harian &lt;em&gt;Fikiran Ra’jat&lt;/em&gt; pada tahun 1920-an, dan dimuat lagi dalam “&lt;em&gt;Di Bawah Bendera Revolusi&lt;/em&gt;”, kita akan mendapatkan pemahaman bahwa kebangsaan atau nasionalisme kita bukan berdasarkan kepada ras, karena penghuni Nusantara ini berbagai macam suku dan ras. Nasionalisme kita bukan berdasarkan kepada agama, karena rumah Nusantara ini dihuni manusia dengan berbagai latar belakang agama.&lt;br /&gt;Nasionalisme kita adalah berdasarkan persamaan nasib, &lt;em&gt;repeat&lt;/em&gt;…persamaan nasib. Kita dahulu pernah satu nasib: sengsara bersama di bawah penjajahan, dijajah oleh penjajah yang sama. Kesamaan nasib inilah yang menjadi energi luar biasa untuk mempersatukan kita di dalam wadah Bangsa Indonesia. Jadi, &lt;em&gt;raison d’etre&lt;/em&gt; kebangsaan Indonesia adalah solidaritas dan persamaan sejarah. Persamaan senasib inilah yang mengikat kita.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Now what happen to our nationalism?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Tanyalah pada nurani kita, sekarang apa yang bisa menjadi tali kuat pengikat kita sebagai sebuah bangsa?&lt;br /&gt;Apa yang bisa kita katakan jika ternyata sekarang tidak ada lagi persamaan nasib. Kala anak-anak orang kaya bisa sekolah dengan mewah, sementara si Piyan, si upik harus berjualan koran dan mengamen di perempatan jalan. Ketika saudara-saudara kita di pelosok menderita kurang gizi.&lt;br /&gt;Pertumbuhan ekonomi?&lt;br /&gt;Apa artinya pertumbuhan ekonomi yang di atas 6%, jika yang tumbuh hanyalah ekonominya 200 keluarga terkaya di Indonesia? Sementara dua ratus juta lainnya tidak tumbuh.&lt;br /&gt;Ada pertumbuhan ekonomi tetapi tidak ada pembangunan ekonomi. Bukankah pembangunan ekonomi itu adalah pertumbuhan ekonomi mayoritas rakyat?&lt;br /&gt;Kalau dulu penjajah adalah &lt;em&gt;common enemy&lt;/em&gt; yang bisa menyatukan kita, sekarang ini apa sih &lt;em&gt;common enemy &lt;/em&gt;itu?&lt;br /&gt;Ah…saat jurang-jurang terbuka lebar ini, rasanya tidak ada kebersamaan lagi, tidak ada rasa senasib lagi.&lt;br /&gt;Pak Erry Riyana bilang: &lt;em&gt;common enemy&lt;/em&gt; kita ada korupsi dan koruptor.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ah…are they friends or foes?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Masih relevankah Indonesiaku?&lt;br /&gt;Saya berusaha untuk yakin bahwa Indonesiaku masih relevan.&lt;br /&gt;Tiba-tiba, kudengar suara istriku di pagi itu. “Yahh…minum coklatnya. Sudah hampir dingin…”&lt;br /&gt;Coklat yang sudah dingin itu kuminum. Ah..rasanya hambar.&lt;br /&gt;Pagi itu, 17 Agustus 2006, memang agak hambar. &lt;br /&gt;Lebih hambar lagi karena aku tak pernah memutar CD-nya mas Addie MS.&lt;br /&gt;CD itu hilang ketika aku meliput Perang Irak, 2003, saat George Bush menginjak-injak nasionalisme orang Irak. Sang CD melayang bersama notebook kantor.&lt;br /&gt;Yaa…Indonesia ternyata masih jauh lebih baik dari Irak. &lt;em&gt;I love you Indonesia&lt;/em&gt;!!***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29425257-115583304504898154?l=budhiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://budhiana.blogspot.com/feeds/115583304504898154/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29425257&amp;postID=115583304504898154&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/115583304504898154'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/115583304504898154'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://budhiana.blogspot.com/2006/08/indonesiaku.html' title='Indonesiaku'/><author><name>Budhiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04487597235525271087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29425257.post-115502765485153693</id><published>2006-08-08T01:39:00.000-07:00</published><updated>2006-08-12T06:23:24.513-07:00</updated><title type='text'>Ruhul Jihad WTS?</title><content type='html'>&lt;strong&gt;SEWAKTU&lt;/strong&gt; hidup di Bongkaran (tentang Bongkaran, lihat tulisan di bawah), banyak WTS yang menitipkan anaknya kepada kami. Para WTS ini ada yang "beroperasi" di luar Jakarta. Mereka pergi entah ke mana, kemudian ketika "tanggal merah" tiba, mereka pulang ke Bongkaran. "Tanggal merah" berarti cuti. "Tanggal merah" berarti hari-hari berkumpul dengan anak mereka. Ada anak yang tidak jelas siapa ayahnya, ada juga yang jelas, tetapi si ayah tak mau bertanggungjawab dengan alasan "semuanya sudah selesai saat membayar." &lt;br /&gt;&lt;em&gt;Nah&lt;/em&gt;...ketika akan berdinas ke luar kota inilah mereka menitipkan anaknya untuk dididik menulis dan membaca. Dalam hati kecil mereka terbersit semangat untuk mencari uang demi anak-anak mereka. "Bu Rosi dan Pak Budi, titip anak saya. Saya tidak ingin dia seperti saya."&lt;br /&gt;Tidak ada alasan aku untuk tidak percaya, tatapan mata dan air mata si ibu adalah tanda kasih sayang tulus pada anak.&lt;br /&gt;Dari Bongkaran ini, aku belajar sebuah teologi baru. Teologi kaum terpinggirkan. Apa pengertian mereka soal dosa dan pengorbanan misalnya?&lt;br /&gt;Menurut mereka, agama menyuruh umat berkorban, sekalipun harus mengorbankan sesuatu yang sangat berharga bagi mereka. Ya yang paling akhir dan paling berharga pada mereka adalah kehormatan sebagai perempuan.&lt;br /&gt;"Biarlah saya masuk neraka asal anak-anak saya bisa ke surga!"&lt;br /&gt;Betapa sebuah cinta yang tulus. Cinta yang tak berharap balasan.&lt;br /&gt;Cinta, menurut orang Yunani, terbagi menjadi tiga: &lt;em&gt;eros, phylos &lt;/em&gt;dan &lt;em&gt;agape&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Eros&lt;/em&gt;, cinta yang berbasis dan mengharapkan timbal balik erotika (seksual). &lt;br /&gt;&lt;em&gt;Phylos &lt;/em&gt;cinta yang tidak kepada hal-hal erotis. Misalnya kepada harta, ilmu. Filsafat itu asal katanya adalah &lt;em&gt;phylos&lt;/em&gt;=cinta dan &lt;em&gt;sophia&lt;/em&gt; = &lt;em&gt;wisdom&lt;/em&gt;. Seseorang mencintai harta karena mengharapkan kepuasan timbal balik dari harta. Seseorang mencintai ilmu karena dengan ilmu itu dia berharap hidup yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Agape&lt;/em&gt;...ini adalah cinta luhur yang tidak mengharapkan balasan. Seseorang yang &lt;em&gt;agape&lt;/em&gt; adalah seseorang yang bersedia mengorbankan diri, asal yang dicintainya tumbuh dengan lebih baik daripada dirinya. &lt;em&gt;Agape&lt;/em&gt; ada pada cinta seorang ibu kepada anaknya. Termasuk cinta WTS kepada anaknya itu.&lt;br /&gt;Ahh...apakah ini termasuk ruh jihad? Kalau ya, betapa ruh jihad ini juga terdapat pada orang-orang yang tidak sempurna. &lt;em&gt;No body perfect&lt;/em&gt;...ya karena ruh jihad hanya ada pada manusia, bukan milik malaikat.&lt;br /&gt;Lantas, haruskah Tuhan memasukkan para WTS ke neraka, sebagaimana yang dikutukkan kaum moralis kepada mereka? &lt;em&gt;Only God knows&lt;/em&gt;!***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29425257-115502765485153693?l=budhiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://budhiana.blogspot.com/feeds/115502765485153693/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29425257&amp;postID=115502765485153693&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/115502765485153693'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/115502765485153693'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://budhiana.blogspot.com/2006/08/ruhul-jihad-wts.html' title='Ruhul Jihad WTS?'/><author><name>Budhiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04487597235525271087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29425257.post-115502604701102912</id><published>2006-08-08T01:10:00.000-07:00</published><updated>2006-08-08T01:36:20.723-07:00</updated><title type='text'>Anak Didikku</title><content type='html'>&lt;strong&gt;ALUNAN &lt;/strong&gt;&lt;em&gt;Serenade&lt;/em&gt; di tape Sony-ku melayangkan memoriku ke tanah bongkaran di Tanah Abang Jakarta Pusat. Tanah bongkaran adalah wilayah yang pernah dikuasai preman Hercules. Bongkaran adalah wilayah preman, tempat WTS, tempat gelandangan, tempat pemulung, tempat banci homoseks hidup secara liar. Di situ lahir puluhan "anak haram." &lt;br /&gt;Di situlah aku dan Rosi (eks Salman) membangun gubuk pada 1998 untuk memberikan pelajaran kepada anak-anak ini. Jumlah mereka meningkat begitu kita krisis ekonomi tahun 1997. Hampir setiap hari aku bergaul dengan para WTS, gelandangan, kaum banci, pemulung, preman dan lain-lain. Semula mereka apatis dan curiga atas kehadiran kami. Sebelum membangun gubuk, kami ajari anak-anak mereka membaca, menulis, berhitung, menggambar dan bermain, di bawah pohon pisang. &lt;br /&gt;Sadar bahwa anak-anak mereka sudah mulai bisa membaca dan menulis, para preman pun mulai welcome dan menghormati kami. Akhirnya, dengan uang ala kadarnya, kami bangun sebuah gubuk tempat belajar, tempat bermusyawarah antar mereka, dan sekaligus tempat solat. Lama-lama, anak-anak yang bermain di gubuk itu bertambah, menjadi 115 orang!!&lt;br /&gt;Mereka semua merasa memiliki tempat itu, sehingga, walaupun di antara mereka ada maling, to barang-barang mainan di gubuk itu aman. Para preman dan pemabuk pun melindungi gubuk dan seluruh isinya.&lt;br /&gt;Lama-kelamaan, aku merasa betah berada di lingkungan kumuh itu. Padahal, selama di Jakarta, aku tinggal di kawasan elit Menteng, dan kadang-kadang di Pondok Indah. Betah, karena aku senang mendengarkan cerita-cerita mereka. Betah karena aku kagum kepada daya survival mereka. &lt;br /&gt;Tadinya, aku ingin mengajari mereka tentang hidup yang beradab. Akan tetapi, mereka punya wisdom sendiri. Maka aku lakukan &lt;em&gt;switch&lt;/em&gt; mental: aku tidak boleh mengajari, tetapi aku harus belajar dari mereka!&lt;br /&gt;Nah, kalau kebetulan di kantor nggak ada kerjaan, aku pergi ke gubuk. Sambil menunggu anak-anakku tiba dari memulung, aku tidur-tiduran sambil mendengarkan musik di CD player, termasuk &lt;em&gt;Serenade &lt;/em&gt;itu &lt;em&gt;tea&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;Banyak peristiwa sosial yang berkesan. Misalnya, ketika ada seorang ibu muda yang harus disesar. Ketika bayi lahir, dia tidak boleh pulang alias disandra. Lumayan, biaya tebusannya mahal. Untunglah ada mahasiswi-mahasiswi UI yang kaya-kaya (Vinny, Memey, Yuli dan Rila [?]) yang mencarikan dana. Maka keluarlah itu si orok dari RS. Sampai anak itu berusia setahun aku beri dana untuk susu dan makanan tambahan.&lt;br /&gt;Nah, karena kedekatan kami dengan komunitas hitam tersingkir itu, aku dipanggil dengan sebutan bapak anak-anak. Sedangkan Rosi disebut ibu anak-anak.&lt;br /&gt;Kalau untuk Rosi, panggilan itu nggak masalah.&lt;br /&gt;Tapi, bagi aku jelas itu bermasalah. Contohnya, ketika aku mengajak beberapa teman untuk melongok gubuk itu, maka ibu-ibu itu berseru:"Piyan, Agus....itu ada bapaaakkk!!&lt;br /&gt;Hua...ha...ha...temen-temenku mesem, disangkanya aku tukang "jajan" di situ.***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29425257-115502604701102912?l=budhiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://budhiana.blogspot.com/feeds/115502604701102912/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29425257&amp;postID=115502604701102912&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/115502604701102912'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/115502604701102912'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://budhiana.blogspot.com/2006/08/anak-didikku.html' title='Anak Didikku'/><author><name>Budhiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04487597235525271087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29425257.post-115502457094340256</id><published>2006-08-08T00:57:00.000-07:00</published><updated>2006-08-12T07:09:44.286-07:00</updated><title type='text'>Anak Asuhku</title><content type='html'>&lt;strong&gt;SENIN&lt;/strong&gt; kemarin (7/8), aku dan ibuku pergi ke SMA Pasundan I di Jln. Balonggede, Bandung. Tujuannya, mengambil ijazah Ipah Nurlatipah, anak asuhku. Sebetulnya, Ipah sudah lulus tahun lalu. Namun ijazahnya baru diambil sekarang. Bukan apa-apa, rupanya dulu dia merasa semua dokumen kelulusan sudah dia pegang. Aku pun merasa dia sudah mengambil ijazah ini. Namun ketika eks-wali kelas menelefon, tahulah aku bahwa ijazahnya &lt;em&gt;ngendon&lt;/em&gt; di sekolah.&lt;br /&gt;Aku membawa ibu, karena beliau pensiunan kepala sekolah. Biarlah dia yang menjelaskan segala sesuatunya kepada Bu Imas, sang wali kelas. Selain itu, selama 3 tahun Ipah tinggal bersama ibu. Selain itu, ibu adalah "penasehatku" untuk urusan anak-anak asuhku yang sekolahnya kami biayai.&lt;br /&gt;Ipah adalah gadis dari Cikijing, tetangga nenek istriku. Dia kutemukan tiga tahun lalu. Ibunya seorang pejuang keras. Kawin cerai beberapa kali membuat dia perih. Akhirnya dia berangkat menjadi TKW ke Arab. Tiga tahun lamanya keluarganya tidak tahu bagaimana nasib ibunya si Ipah. Karena iba, maka aku dan istri memutuskan untuk mengasuh dia dan menyekolahkan sampai SMA.&lt;br /&gt;Kini tiga tahun sudah lewat, dia sudah lulus. Aku belum mampu menyekolahkan dia sampai ke perguruan tinggi. Bibinya bersikeras membawa dia ke Jakarta untuk dicarikan pekerjaan. Sebetulnya, kalau bibinya tidak keras seperti itu, aku akan carikan kerja buat dia di Bandung. Tapi ya sudahlah, barangkali saja dia bisa menemukan yang terbaik.***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29425257-115502457094340256?l=budhiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://budhiana.blogspot.com/feeds/115502457094340256/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29425257&amp;postID=115502457094340256&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/115502457094340256'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/115502457094340256'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://budhiana.blogspot.com/2006/08/anak-asuhku.html' title='Anak Asuhku'/><author><name>Budhiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04487597235525271087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29425257.post-115502377541323478</id><published>2006-08-08T00:42:00.000-07:00</published><updated>2006-08-08T00:56:15.436-07:00</updated><title type='text'>Anak-anakku</title><content type='html'>&lt;strong&gt;VOILA&lt;/strong&gt; Rayhan anakku baru sembuh dari sakit. Pagi ini dia bergegas mandi, terus sarapan. Jam 7.00 dia sudah berseragam. Seperti biasa, sambil menunggu jemputan, dia bersepeda di depan rumah bersama Abin, anak tetangga sebelah. Sedangkan anakku nomor 2, Nina nangis terus. Rupanya, di gusi dan lidahnya ada sariawan. Uhh..sayang &lt;em&gt;kebayang&lt;/em&gt; sakitnya. &lt;em&gt;Be cool my baby, pain makes you strong.&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;Jam 8.00, Karna menjemput Rayhan. Kulepas dia dengan kecupan di kening. Ayah...mamah...Ade Nina...assalamualaikum. &lt;br /&gt;Setelah Rayhan pergi, secara tak sadar aku selalu menatap langit seraya berucap:"Terimakasih Tuhan, Kau limpahkan rezeki kepadaKu sehingga aku bisa menyekolahkan anakku ke sekolah yang baik."&lt;br /&gt;Jam 9.00 Nina bobo lagi, karena semalam dia bangun-bangun. Aku pun membereskan susunan CD. Tentunya, sambil mendengar gesekan biola Vanessa Mae yang memainkan &lt;em&gt;"And I Will Always Love You"&lt;/em&gt;-nya Whitney Houston.&lt;br /&gt;Istriku tersenyum. Dia tahu, beginilah caranya aku menyatakan rasa cinta dan terimakasihku kepada dia. Dia adalah istriku dan ibu dari anak-anakku.***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29425257-115502377541323478?l=budhiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://budhiana.blogspot.com/feeds/115502377541323478/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29425257&amp;postID=115502377541323478&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/115502377541323478'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/115502377541323478'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://budhiana.blogspot.com/2006/08/anak-anakku.html' title='Anak-anakku'/><author><name>Budhiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04487597235525271087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29425257.post-115201219822693886</id><published>2006-07-04T04:21:00.000-07:00</published><updated>2006-08-12T06:27:18.566-07:00</updated><title type='text'>Omah, Atin, dan Enjum</title><content type='html'>&lt;strong&gt;OMAH&lt;/strong&gt; adalah gadis cilik pengasuh kedua anakku. Berapa umurnya, saya tidak tahu. Jangankan saya, dia pun tidak tahu kapan lahirnya. Yang jelas, selama enam bulan bekerja di rumahtangga kami, dia belum haid. &lt;em&gt;Kebayang segimana&lt;/em&gt; ciliknya dia..&lt;br /&gt;Dia kami ‘temukan’ di yayasan penyalur pembantu tumah tangga, setelah Lebaran tahun 2005. Saya dan istri sebenarnya lebih suka mengerjakan pekerjaan rumah sendiri. Namun, karena rumah kami berada di kompleks lama dengan penghuninya para pensiunan, tidak ada teman sebaya bagi kedua anakku – Rayhan dan Nina. Ya..jadilah kami ambil Omah. Tugas dia hanyalah menemani anak-anakku. Apalagi Rayhan, perlu teman bicara yang cerewet, karena perkembangan bicara Rayhan agak lambat.&lt;br /&gt;Waktu kami ambil dari yayasan, Omah sering batuk-batuk. Semula kami kira TBC, tetapi ternyata nggak. Entah karena gizi buruk, atau bronchitis. Setengah tahun bersama kami, batuknya sebuh total. Kami perlakukan dia dengan baik. Kami ajak dia rekreasi, makan di restoran dan lain-lain.&lt;br /&gt;Sebetulnya tidak tega juga mempekerjakan anak di bawah umur. Selain bertentangan dengan UU perlindungan anak, kadang-kadang aku mendapatkan protes dari keponakannku yang di Paris, Jerome Andre Digon dan Ivan Arief Digon. Sebagai anak yang berayah bule Prancis, dan bersekolah di sana, penghargaan mereka terhadap hak anak sangat kuat. Namun, kalau aku jelaskan bahwa anak-anak ini dilepas orang tuanya bahkan sebelum akil balig, itu adalah karena kemiskinan. Saya berusaha memberikan yang terbaik, di tengah kekurangan sistem perlindungan tenaga kerja anak.&lt;br /&gt;Itu pula yang kami lakukan sebelum Omah datang. Dulu, Atin juga seorang gadis cilik yang dilepas orangtuanya untuk bertarung di kota. Lagi-lagi, kedua orangtuanya melepas anaknya saat dia belum haid. Ketika haid pertama datang, Atin seperti cemas. Istriku saja yang membelai-belai dia dan membesarkan hatinya. Dalam hati, aku sebetulnya menangis. Masya Allah….anak sekecil itu harus melewati masa penting dalam hidupnya jauh dari belaian orang tua kandungnya. Untunglah, istriku memberikan persuasi kepada dia. Istriku menyiapkan pembalut wanita, dan memperkenalkan cara memakainya.&lt;br /&gt;Kelak, aku tidak akan melepaskan Nina saat dia haid pertama. Dia harus melewati haid pertamanya bersama kami, orangtuanya.&lt;br /&gt;Kembali ke cerita Omah….&lt;br /&gt;Selasa pekan lalu, ada orang yang mengaku sebagai bapaknya Omah. Dia menelpon ke rumah. Kebetulan yang menerimanya si Omah. Brengseknya, Sujono ini mengaku sebagai bapaknya. Sujono mengatakan, ibunya Omah sakit keras. Omah harus segera pulang. Kontan, saja anak ini menangis, tak mampu lagi menjawab telepon. Gagang telepon kemudian diambil istriku. Ehh…tiba-tiba setelah dicecar, ternyata orang itu si Sujono. Dia itu orang yang suka keluar masuk kampung mencari calon pembantu. Tentu saja istriku  marah karena merasa dibohongi Sujono.&lt;br /&gt;Istriku kemudian menelpon aku di kantor. Aku kemudian pulang. Langsung kutelepon yayasan, apa maksudnya Sujono mengaku sebagai bapaknya Omah. Pemilik yayasan bernama Ayi, anggota Satpol PP Kota Bandung. Saya bilang, saya kenal dengan pejabat-pejabat kota. Kalau macam-macam awas!&lt;br /&gt;Ayi langsung ketakutan. Dia minta saya menelepon 10 menit lagi. Ayi mengatakan bahwa sebetulnya ibunya si Omah sakit 3 bulan lalu, sekarang sudah sembuh, dan ingin ketemu anaknya.&lt;br /&gt;Sekilas saya melihat ketidakjujuran Sujono. Saya tahu permainan yayasan. Biasanya setelah enam bulan, si calo ini menggunakan berbagai alasan untuk menarik si pembantu itu. Tentu, kalau sudah enam bulan, gaji yang terkumpul cukup banyak. Biasanya, saat pulang itu, si pembantu akan dimintai duit, dan bahkan mungkin diperas. Setelah pulang kampung, biasanya si pembantu dikembalikan ke kota, tapi tidak ke majikan lama, melainkan ke majikan baru. Majikan baru harus menebus si pembantu dengan membayar sejumlah uang kepada yayasan. Dan, si calo pun dapat komisi. Ini yang dilakukan Sujono.&lt;br /&gt;Itu pula yang terjadi pada Atin. Seminggu sebelum Lebaran, Atin berseri-seri. Dia mulai membungkus barang dan oleh-oleh yang akan diawa ke kampung.  Ketika pulang, tidak semua bajunya dia bawa. “&lt;em&gt;Pan Atin masih bade didamel didieu &lt;/em&gt;(Kan Atin masih akan bekerja di sini).&lt;br /&gt;Ternyata oleh si calo, Bi Ohan, Atin tidak pernah dibawa kembali ke rumah kami. Bahkan ketika kami susul ke kampungnya, Atin sudah dibawa si calo itu.&lt;br /&gt;Satu-satunya pembantu yang berkesan adalah si Enjum, orang Tegal. Dia kami dapatkan dari kakak istri saya. Bapaknya tukang mie ayam di kawasan pabrik Rancaekek. Meski miskin, bapaknya mengajarkan sopan santun yang berkesan bagi aku, istriku, dan keluarga besarku. Setelah dua tahun bekerja, saya menyutuh Enjum kursus menjahit di Kiara Condong. Saya dan istri berharap, kalau Enjum sudah lepas dari kami, dia jangan sampai jadi pembantu lagi. Dia boleh datang kepada kami, tidak sebagai pembantu, tetapi sebagai seorang yang sudah relatif baik taraf hidupnya.&lt;br /&gt;Betul, Enjum pulang karena harus menikah dengan si Mas pedagang baso. Ilmu jahitnya mudah-mudahan berguna.&lt;br /&gt;Kembali lagi ke Omah…&lt;br /&gt;&lt;em&gt;All right…&lt;/em&gt;tentu saja saya tidak mau dibohongi lagi dalam kasus Omah ini. Saya bilang Omah boleh pulang, asal dijemput bapaknya.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ehh…&lt;/em&gt;Rabu sore, Sujono datang dengan Pak Olay, bapaknya si Omah.&lt;br /&gt;Omah langsung menubruk bapaknya dan memeluk erat sambil menangis. Saya ikut terharu. Bayangkan gadis cilik dipaksa bekerja terpisah dari kedua orangtuanya.&lt;br /&gt;Sore itu saya bertanya banyak kepada si Olay, tetapi selalu Sujono yang menjawab. Sebagai orang dusun, Olay memang tampak bodoh. Bukan tampak lagi, tapi memang bodoh…&lt;br /&gt;Saat itu Omah menangis, minta supaya uang gajinya tidak diberikan semuanya kepada bapaknya, karena Omah masih mau bekerja dan tinggal bersama kami. Omah juga berkeras untuk tidak membawa semua bajunya. Pikiran dia, beberapa hari lagi dia akan kembali ke rumah kami. Dia tidak mau berspekulasi bekerja di majikan baru. “Takut majikan baru galak. Saya takut disetrika seperti yang di tivi itu,” katanya.&lt;br /&gt;Namun, apa boleh buat. Sujono licin menekan bapaknya. Akhirnya, karena saya yakin Omah tidak kuasa untuk kembali lagi bersama kami, mau tak mau kami bayarkan semua haknya. Saya tahu, Omah tak akan pernah balik lagi. Karena itu, saya pun akhirnya meminta dia membawa semua bajunya, dan saya bayarkan semua uang gajinya. Saya melihat mata Sujono begitu hijau melihat uang.&lt;br /&gt;Saat itu kebetulan Ibuku ada di rumah. Ibuku mengingatkan Sujono dan Olay, jangan menjadikan anak kecil sebagai sumber pendapatan. Ibuku minta agar uang itu kembali ke Omah, karena uang itu adalah keringat si Omah. Omah memang ingin membeli kalung dan anting emas dengan uang gajinya itu.&lt;br /&gt;Kepada Sujono dan Olay, saya tegaskan, kalau Omah mau kembali bekerja di keluarga kami, kami kasih waktu paling akhir hari Minggu….&lt;br /&gt;Malam itu saya lihar Omah menangis…Dia memeluk Nina. Sebab selama enam bulan mengasuh Nina, saya lihat dia sangat menyayangi Nina dan Rayhan. Hati saya pun teriris. Apalagi ketika Omah mencium tangan saya tanda pamit. Saya elus kepalanya. &lt;em&gt;Go home girl&lt;/em&gt;…kembali kepada orang tuamu. &lt;br /&gt;Hari Minggu berlalu, begitu juga Senin, Selasa dan seterusnya…Omah tak kunjung datang.&lt;br /&gt;Kalau saja Omah memang sudah berkumpul kembali bersama bapak ibunya di kampung, saya ikut berbahagia. Biarlah anak itu tumbuh bersama orang tuanya. Biarlah anak itu melepas haid pertama bersama orang yang dicintai dan mencintainya.&lt;br /&gt;Namun, jika Omah hanyalah objek permainan Olay dan Sujono, seperti halnya Atin, sungguh saya tak rela. Saya hanya bisa melamun: Tuhan…..harus seburuk itukah nasib gadis cilik dari dusun terkurung itu?&lt;strong&gt;***&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29425257-115201219822693886?l=budhiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://budhiana.blogspot.com/feeds/115201219822693886/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29425257&amp;postID=115201219822693886&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/115201219822693886'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/115201219822693886'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://budhiana.blogspot.com/2006/07/omah-atin-dan-enjum.html' title='Omah, Atin, dan Enjum'/><author><name>Budhiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04487597235525271087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29425257.post-115080017460073875</id><published>2006-06-20T03:23:00.000-07:00</published><updated>2006-06-20T03:56:08.856-07:00</updated><title type='text'>Solo Guitar</title><content type='html'>&lt;strong&gt;SUDAH&lt;/strong&gt; bertahun-tahun ini aku tidak memainkan solo gitar. Bukan apa-apa, sejak punya anak, aku tidak bisa egois lagi main gitar. Rayhan dan Nina pasti akan selalu ikut &lt;em&gt;nimbrung&lt;/em&gt;. Mereka pasti ingin bernyanyi. Karena itu, beberapa karya besar tak bisa kumainkan secara sempurna seperti &lt;em&gt;Recuerdos de la Alhambra &lt;/em&gt;karya Fransesco Tarrega. Karya Tarrega ini adalah "lagu kebangsaan" para gitaris solo. Sekali menguasainya, sukma kita melayang, seperti kain putih yang terbawa hanyut air sungai yang jernih. Tingkat kesulitannya tinggi, karena petikannya tremolo dari awal sampai akhir, dan gerakan jari kiri yang &lt;em&gt;njlimet&lt;/em&gt; dan berpindah-pindah dari fret paling depan ke paling belakang.&lt;br /&gt;Karya lain yang pernah kukuasai adalah &lt;em&gt;Asturias&lt;/em&gt; karya Isaac Albeniz. Itu pun sulit tapi impresif.&lt;br /&gt;Sekarang, kecepatan membaca partitur (not balok) tidak seperti dulu lagi. Juga kemampuan membaca tablature.&lt;br /&gt;Kemarin, ketika jalan ke Gramedia, kulihat ada gitar Yamaha model terakhir. Bagus, dan kucoba, cukup lembut. Harganya, terjangkau lah. Ingin rasanya membeli. Tetapi, kalau mengingat anak-anak, pasti nggak ada kesempatan untuk memainkannya.&lt;br /&gt;Ah..aku urungkan niat itu. Nanti saja kalau mereka sudah sekolah, aku mau serius lagi. &lt;em&gt;Itung-itung&lt;/em&gt; pelepas stres dari kerjaan kantor.&lt;br /&gt;Paling aku pinjam gitar adikku Fenny, yang juga pandai main gitar klasik. &lt;br /&gt;Biasanya begitu memangku gitar, kedua anakku menyerbu, memetik senar secara acak...dan &lt;em&gt;o la...la...&lt;/em&gt;mereka bernyanyi.&lt;br /&gt;Ha...ha...nyanyian cadel mereka rupanya lebih menggurat di hatiku, dan bisa menggantikan keindahan &lt;em&gt;Recuerdos de la Alhambra &lt;/em&gt;dan &lt;em&gt;Asturias&lt;/em&gt;. Terimakasih Tuhan...&lt;em&gt;that's what children are for&lt;/em&gt;.***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29425257-115080017460073875?l=budhiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://budhiana.blogspot.com/feeds/115080017460073875/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29425257&amp;postID=115080017460073875&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/115080017460073875'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/115080017460073875'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://budhiana.blogspot.com/2006/06/solo-guitar.html' title='Solo Guitar'/><author><name>Budhiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04487597235525271087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29425257.post-115079800674534212</id><published>2006-06-20T02:59:00.000-07:00</published><updated>2006-08-12T06:13:03.470-07:00</updated><title type='text'>Atheis</title><content type='html'>&lt;strong&gt;KAWAN&lt;/strong&gt; milis saya John B. Hodges di Pennsylvania AS kini sedang giat mengkampanyekan perubahan arti "Atheism" yang ada di dalam &lt;em&gt;Dictionary.com.&lt;/em&gt; Masalahnya, kamus &lt;em&gt;online&lt;/em&gt; itu mengasosiasikan atheism dengan &lt;em&gt;immorality&lt;/em&gt; dan&lt;em&gt; evil&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;Di milis human_ism, dia meminta kawan-kawan ateisnya untuk menulis surat protes kepada &lt;em&gt;Dictionary.com&lt;/em&gt;. Kata Hodges, bagaimana mungkin ateisme disebut imoral dan jahat. Padahal banyak orang beragama dan bertuhan ternyata imoral dan jahat. Hodges minta agar &lt;em&gt;Dictionary.com &lt;/em&gt;mengubahnya, dan menyebut atheisme sebagai humanisme moralistik.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ehmmmh...&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Bener juga sih, banyak orang beragama dan mengaku bertuhan, ternyata kelakuannya imoral dan jahat. Seperti para koruptor itu. Tetapi di barat, banyak orang yang secara terbuka berpaham ateis, tapi baiknya kepada sesama manusia minta ampun.&lt;br /&gt;Jangankan kepada manusia, atheist semacam Nietsczhe begitu menghormati hidup seekor kuda. Tokoh yang terkenal dengan kalimat 'God is Dead' ini begitu marah ketika melihat sais melecut kuda dengan seenak udelnya.&lt;br /&gt;Nah...kalau kita mengaku beragama, tantangan terbesar kita adalah bagaimana agar nilai moral agama ini "nyambung" dengan kehidupan sehari-hari. &lt;em&gt;Otherwise, someday&lt;/em&gt;, anak cucu kita menggugat &lt;em&gt;Dictionary.com&lt;/em&gt; untuk mengubah definisi agama, karena buktinya banyak orang beragama tetapi berperilaku &lt;em&gt;evil&lt;/em&gt;.***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29425257-115079800674534212?l=budhiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://budhiana.blogspot.com/feeds/115079800674534212/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29425257&amp;postID=115079800674534212&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/115079800674534212'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/115079800674534212'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://budhiana.blogspot.com/2006/06/atheis.html' title='Atheis'/><author><name>Budhiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04487597235525271087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29425257.post-115069298769358947</id><published>2006-06-18T21:55:00.000-07:00</published><updated>2006-06-19T01:18:31.550-07:00</updated><title type='text'>Serigala</title><content type='html'>&lt;strong&gt;MAU&lt;/strong&gt; masuk jalur khusus Fakultas Kedokteran Unpad? Bayar Rp 150 juta. Mau masuk ITB jalur khusus, juga begitu. Kalau tidak punya duit sebesar itu, wayahna ikut tes. Hanya orang yang otaknya cemerlang yang bisa lulus tes. Dan, tentunya, hanya orang yang makanannya bergizi yang otaknya cemerlang. &lt;br /&gt;Karena itu, kalau kamu anak tukang becak, anak petani gurem, pokoknya anak-anak sengsara yang makanannya cuma nasi, garam, ikan asin, jangan pernah berpikir untuk jadi orang. Kamu cuma pantas jadi tukang parkir, buruh. Dan kalau itu pun nggak dapat, &lt;em&gt;be a hoodlums &lt;/em&gt;alias preman!. &lt;em&gt;In this crazy situation, they don't deserve even a tiny privilege &lt;/em&gt;sekalipun. Kasihan!! Ada &lt;em&gt;sih&lt;/em&gt; yang &lt;em&gt;kere&lt;/em&gt; tapi &lt;em&gt;pinter&lt;/em&gt;. Tapi &lt;em&gt;pan&lt;/em&gt; itu &lt;em&gt;mah&lt;/em&gt; anomali. Anomali tidak bisa jadi pembenaran tentang salahnya sebuah kebijakan.&lt;br /&gt;Gambaranku tentang kemiskinan struktural teruji secara empiris.&lt;br /&gt;Kita bisa buka ratusan buku yang mendefinisikan kemiskinan. Dan, ratusan definisi tentang kemiskinan strukutral ada di situ. Apa pun definisi verbalnya, aku coba gambarkan kemiskinan struktural in an easy way.&lt;br /&gt;Pikirkan tentang sangkar burung yang terbuat dari baja. Sekuat apa pun sang burung di dalam sangkar mengepakkan sayapnya, dia tidak pernah bisa bebas. Struktur sangkar begitu kuat.&lt;br /&gt;Nah..orang-orang kecil itu seperti burung dalam sangkar baja. Sekuat apapun tukang becak, atau petani bekerja, tidak pernah mereka akan jadi kaya. Kalau pun mereka bekerja 30 jam sehari atau delapan hari seminggu, tak akan pernah jadi kaya. Mereka terkungkung struktur sosial ekonomi yang kuat.&lt;br /&gt;Alqur'an secara jeli menggambarkan orang tertindas: Ada orang lemah (&lt;em&gt;dhaif, dhuafa&lt;/em&gt;). Ada orang yang "dilemahkan" (&lt;em&gt;mustadhafin&lt;/em&gt;). &lt;em&gt;Nah&lt;/em&gt;, rakyat kita sebetulnya orang-orang kuat dan &lt;em&gt;wise&lt;/em&gt;. Namun mereka dilemahkan. Dilemahkan oleh apa dan oleh siapa. Ya oleh struktur. Dan struktur itu dimiliki orang-orang gede.&lt;br /&gt;Maka, kalau tidak ada kesadaran untuk memperbaiki struktur, yang akan terjadi adalah ketegangan sosial antara mereka yang punya dengan yang tidak punya. &lt;em&gt;Homo homini lupus&lt;/em&gt;, kata Thomas Hobbes. Manusia menjadi serigala bagi sesamanya. Yang kaya menjadi serigala bagi si miskin. Itu lumrah.&lt;br /&gt;Yang terjadi sekarang lebih parah, yang miskin menjadi serigala bagi yang miskin. Akhirnya, lihat di tivi, khususnya siaran kriminal: si miskin membunuh si miskin. Si miskin menjadi serigala bagi si miskin!***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29425257-115069298769358947?l=budhiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://budhiana.blogspot.com/feeds/115069298769358947/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29425257&amp;postID=115069298769358947&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/115069298769358947'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/115069298769358947'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://budhiana.blogspot.com/2006/06/serigala.html' title='Serigala'/><author><name>Budhiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04487597235525271087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29425257.post-115061993347533379</id><published>2006-06-18T01:26:00.000-07:00</published><updated>2006-06-19T01:19:26.650-07:00</updated><title type='text'>Hawking</title><content type='html'>&lt;strong&gt;DALAM &lt;/strong&gt;Konperensi Internasional Kosmologi di Vatican 15 Juni lalu, Stephen Hawking mengungkapkan percakapan pribadinya dengan Paus Benedictus. Sri Paus meminta Hawking untuk tidak mengutak-atik asal muasal alam raya. "Itu bagian dari pekerjaan Tuhan," kata Paus.&lt;br /&gt;   Hawking merasa gembira karena ternyata Paus tidak tahu bahwa dalam forum inilah justru sang fisikawan ini akan membicarakan asal usul alam raya. Bahkan dia mengatakan, &lt;em&gt;"We are getting closer to answering the age-old questions: Why are we here? Where did we come from?" &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;   Astrofisika memang membuat aku terpana, meski aku seorang lulusan FISIP. Ketika astrofisika mendalami gejala alam raya dengan lebih dalam lagi, maka dia loncat menjadi kosmologi yang kebenarannya spekulatif. Semuanya menjadi serba misterius. Mungkin begitulah cara Tuhan menunjukkan keagunganNYA. Semakin misterius Dia semakin agung Dia.&lt;strong&gt;***&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29425257-115061993347533379?l=budhiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://budhiana.blogspot.com/feeds/115061993347533379/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29425257&amp;postID=115061993347533379&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/115061993347533379'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/115061993347533379'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://budhiana.blogspot.com/2006/06/hawking.html' title='Hawking'/><author><name>Budhiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04487597235525271087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29425257.post-114975786567293785</id><published>2006-06-08T01:53:00.000-07:00</published><updated>2006-06-19T01:19:56.726-07:00</updated><title type='text'>Love. Think and feel it!</title><content type='html'>&lt;strong&gt;KITA &lt;/strong&gt;kadang merasa kecil dibandingkan bumi yang kita tempati. Kita kadang merasakan betapa kecil dan tak berartinya bumi kita dibandingkan tata surya, galaksi, dan whole universe ini. &lt;em&gt;What a tiny point! &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Pendek kata, kita ini &lt;em&gt;meaningless, unseen, humble etc&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Now, let's think in a copernican way.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Alam raya adalah tempat bertautnya galaksi. Dan, galaksi adalah tempat berpautnya tata surya. Tata surya adalah tempat bumi berpegang. Bumi adalah tempat kita bermain.&lt;br /&gt;Universe, galaksi, tata surya, bumi bekerja pada hukum materi dan energinya yang tetap. Semua bekerja untuk kita. Semuanya bekerja supaya kita merasa &lt;em&gt;cozy&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;Ahh...betapa pentingnya manusia.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Yess...we are meaningful, we are seen, and we deserve the dignity! Thank God.&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;***&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29425257-114975786567293785?l=budhiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://budhiana.blogspot.com/feeds/114975786567293785/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29425257&amp;postID=114975786567293785&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/114975786567293785'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29425257/posts/default/114975786567293785'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://budhiana.blogspot.com/2006/06/love-think-and-feel-it.html' title='Love. Think and feel it!'/><author><name>Budhiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04487597235525271087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
